Senin, 11 April 2011

Bakerzin Lebih dari Sekadar Dessert pasti siip

Bakerzin Lebih dari Sekadar Dessert pasti siip


Bakerzin Lebih dari Sekadar Dessert

Posted: 11 Apr 2011 05:51 AM PDT

AWALNYA Bakerzin hanya menyajikan menu penutup saja. Tapi kini Bakerzin telah berubah konsep dengan menghadirkan berbagai variasi menu spesial yang patut dicoba.
 
Suka dengan aneka hidangan penutup yang lezat dan cantik? Jika ya, Bakerzin jawabannya. Restoran yang hadir di Plaza Senayan lantai 1 yang menyajikan aneka hidangan menu penutup, beragam bentuknya dan menarik untuk dicoba. Dikatakan oleh Marketing Manager Bakerzin Indonesia, Ellen Widodo bahwa lebih dari 50 hidangan penutup disajikan di Bakerzin.
 
Restoran franchise Singapura yang sudah hadir sejak 1998 didirikan oleh seorang pastry chef Daniel Tay ini, dibawa ke Indonesia dengan alasan bahwa restoran tersebut sukses di Singapura. Pada 2002 restoran ini untuk yang pertama kalinya hadir di Indonesia, tepatnya di Mall Cilandak Town Square.

"Plaza Senayan termasuk outlet kami yang selalu ramai pengunjung, tidak hanya di saat makan siang atau makan malam, tetapi juga di jam-jam kerja," ucap Ellen.
 
Restoran berkonsep dessert cafe–casual dining ini memiliki beberapa menu penutup yang menjadi unggulan juga difavoritkan, di antaranya warm chocolate cake, kue berbentuk gunung api ini memiliki isian berupa lelehan cokelat yang dilengkapi dengan satu scoop es krim, untuk sentuhan akhir, taburan potongan buah stroberi mempercantik hidangan penutup yang memiliki bentuk yang cantik ini. Tapi jangan salah, bentuknya yang cantik ternyata tidak menipu rasa, yaitu lezat juga manis.
 
"Kue cokelat dengan tekstur lembut ini sangat lezat dan banyak disukai. Salah satunya karena kami padukan homemade ice cream vanilla di atasnya," ujar Ellen.
 
Ada juga strawberry shortcake yang menjadi favorit hampir setiap orang. Tampilannya yang manis mendukung kelezatan saat Anda mencicip kue stroberi ini, terutama saat menyantap bagian tengah yang berisi krim dengan potongan stroberi segar. Kelezatan kue yang lembut berasal dari paduan rasa manis yang pas dengan sensasi rasa asam dari stroberi.

"Menarik dan tentunya memiliki cita rasa yang berkualitas, itulah yang menjadi unggulan dari menu penutup yang kami sajikan," kata Ellen.
 
Dijelaskan Ellen, awalnya restoran ini konsisten dengan menu penutup sebagai hidangan utama, namun seiring dengan permintaan pengunjung dan pengembangan restoran. Jadi, variasi menu pun bertambah. Tidak hanya desserts yang terkenal, tetapi juga penambahan pada menu pembuka dan menu utama. Selain itu, karena berasal dari Singapura, maka menu-menu yang ditawarkan pun masih diadaptasi dari Singapura dan sesuai dengan cita rasa Singapura. Semakin bertambah waktu, maka hampir seluruh menu disesuaikan dengan selera orang masyarakat Indonesia yang condong menyukai beragam cita rasa yaitu manis, asin, dan asam.
 
Aneka makanan khas mulai dari Italia, Eropa, hingga Asia tercantum dalam buku menu. Jenisnya pun beragam, untuk menu Italia misalnya, terdapat aneka pasta dan piza. Uniknya, ada piza yang dasarnya terbuat dari puff pastry yang dibentuk tipis sehingga rasanya pun renyah saat digigit.
 
"Ini yang menjadi keunggulan dari piza kami," ungkap chef area Bakerzin, Ivan Fahlefi.
Sementara untuk menu pasta, terdapat pilihan menu berlabel Pasta Linguini Vongole yaitu pasta jenis fetucini yang hanya diolah dengan olive oil dan dilengkapi dengan kerang yang disajikan dengan cangkangnya. Porsinya cukup besar, bahkan beberapa tamu ada yang memesannya untuk dijadikan menu sharing.

"Untuk menjaga kualitas, sebagian besar bahan baku kami impor dari beberapa negara," ungkap Ivan.
 
Beberapa bahan dasar yang diimpor, di antaranya seperti salmon dan susu dari Australia, keju dari Italia,dan cokelat dari Prancis. Bahkan untuk menjaga rasa, Bakerzin Indonesia menggunakan beberapa bahan tepung impor dari Jepang. Hingga saat ini terdapat lebih dari 80 menu utama yang bisa dipilih.

Untuk memanjakan pengunjung, penambahan menu pun bisa dilakukan setidaknya per satu bulan. Untuk harga yang ditawarkan mulai dari Rp30.000 sampai Rp145.000.
 
"Kami menjamin, para pengunjung akan mendapat pengalaman bersantai di Bakerzin yang berbeda dengan tempat lain," ucap Ellen.
(SINDO//tty)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.



image

Tidak ada komentar: