Sabtu, 16 April 2011

Banyak Rasa dalam Satu Piring pasti siip

Banyak Rasa dalam Satu Piring pasti siip


Banyak Rasa dalam Satu Piring

Posted: 16 Apr 2011 02:40 AM PDT

MENIKMATI soto lamongan dengan bumbu koya spesial, pecel madiun rasa orisinal, atau nasi gudeg dengan opor yang berbeda, semua itu dapat dilakukan di tempat ini. Sambil bersantap, Anda bisa sekalian mengenal menu Nusantara yang banyak ragamnya.

Tahukah Anda seperti apa rasa orisinal pecel madiun? Jika diresapi lebih dalam, pecel madiun yang sudah sangat terkenal itu sejatinya memiliki cita rasa kencur yang cukup kental pada bumbunya. Bumbu yang dimaksud tentu saja sambal pecel yang bahan baku utamanya adalah kacang tanah.

Rasa orisinal pecel madiun bisa Anda nikmati di Kenanga Coffee Shop, Hotel Melawai, Jakarta. Pecel disajikan bersama nasi, dan lebih komplet lagi karena disertakan pula setengah potong telur rebus, empal, tahu-tempe bacem, dan rempeyek.

"Nasi pecel kami spesial karena bumbunya mengandung banyak kencur supaya menyerupai rasa aslinya," kata Executive Chef Hotel Melawai Jakarta Agus Sjarif.

Benar saja, dalam satu piring, nasi pecel madiun disajikan secara komplet, lengkap dengan menu pendampingnya. Sama seperti nasi gudeg melawai yang disajikan secara lengkap dan berbeda.Kenapa berbeda? Karena opor ayam pada nasi gudeg yang biasa disajikan dengan bumbu putih, tetapi di Kenanga Coffee Shop Hotel Melawai, opor dibuat menggunakan bumbu kuning.

Selain itu, tahu bacem, tempe bacem, dan telur pindang yang menjadi menu pelengkap nasi khas Yogyakarta ini dimasak bersama dengan nangka. Alhasil, rasa yang dihasilkan pun sama.

"Rasa tempe, tahu, dan telur sama seperti nangkanya," imbuh Agus.

Bagi penyuka soto, di tempat ini juga ada menu soto lamongan. Isi soto ini sama seperti soto lamongan kebanyakan. Adapun yang membedakan adalah bumbu koyanya. Koya di sini dibuat menggunakan bahan baku kerupuk udang, kacang kedelai putih, bawang putih goreng, dan sedikit ebi goreng.

"Kalau koya diaduk di dalam kuah, kuah berubah jadi kental. Itu berkat adanya kacang kedelai dan kerupuk udang yang mengandung tepung," ujar Agus.

Soto lamongan disajikan lengkap dengan nasi,kerupuk, dan sambalnya. Seluruh menu dijadikan dan dihargai sebagai satu kesatuan.Tak ayal, menu ini kemudian dinamai soto lamongan lengkap. Lagi-lagi kata "lengkap" yang bersinonim dengan "komplet" disematkan pada nama menu.

Menurut Agus, konsep tersebut sengaja diusungnya lantaran mulai Mei mendatang, Hotel Melawai memang ingin mengedepankan penyajian menu-menu secara lengkap, bukan secara satuan.

"Tahun ini konsep penyajian kami akan berubah.Mulai Mei mendatang, dikonsepkan semua menu sudah ready on the plate. Kami membuat slogan, 'Many Dishes In One Plate', tapi tidak termasuk minuman. Jadi, tamu tidak harus meng-order bermacam-macam menu. Cukup satu menu, tapi isinya beragam masakan," tutur Agus.

Terkait dengan perubahan konsep itu, sejumlah menu baru juga ikut dimasukkan ke dalam daftar menu tetap. Menu baru yang dijadikan menu reguler di hotel ini merupakan hasil "seleksi" setelah sebelumnya dikedepankan dalam beberapa promosi rutin bulanan.

Menu yang mendapat respons baik dari konsumen dimasukkan sebagai sajian reguler, ditambah beberapa menu lama, namun masih sangat diminati dan menjadi unggulan Hotel Melawai. Menu-menu yang baru ingin dimasukkan antara lain soto lamongan dan pecel madiun yang disebutkan di awal tulisan.

Ada lagi menu baru sate campur yang memadukan sate ayam, kambing,dan sapi dalam satu piring, lengkap dengan nasi dan sambal kacangnya, juga nasi tongseng kambing.

Sementara, menu lama yang tetap dipertahankan, Agus menyebutkan, di antaranya nasi goreng melawai, nasi goreng buntut, sup konro, dan sup buntut.

"Bisa dibilang,kami menyajikan menu Nusantara secara komplet. Ada yang berbahan ikan, sapi, ayam, kambing, dan bebek," pungkas chef yang bercita-cita menjadikan salah satu menu di Hotel Melawai sebagai signature dish di ranah kuliner Tanah Air.(SINDO//nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: