Senin, 04 April 2011

“Radja Seafood, Menu Nikmat Harga Bersahabat” plus 2 more

“Radja Seafood, Menu Nikmat Harga Bersahabat” plus 2 more


Radja Seafood, Menu Nikmat Harga Bersahabat

Posted: 04 Apr 2011 01:15 AM PDT

BERLOKASI di Mal Artha Gading, Radja Seafood menjadi alternatif tempat makan plus nongkrong bersama kerabat dan teman. Di sini pengunjung bisa menikmati menu seafood dan menu nusantara, tanpa harus bayar mahal.
 
Nuansa tradisional langsung terasa begitu pengunjung memasuki restoran ini. Lihat saja bangku anyam khas Sunda dan dominasi warna hijau pada cat dindingnya. Sepertinya nuansa tradisional sengaja diciptakan untuk membuat pengunjung merasa nyaman bersantap di sini.
 
Berbagai menu spesial bisa dinikmati di resto ini. Tak heran bila menu di sini memiliki rasa istimewa. Pasalnya sang pemilik, H Risyad, menggunakan resep khusus yang diwarisi dari keluarganya. Sejak 1976, keluarga H Risyad sudah menjalankan bisnis restoran di Bandung.
 
"Bumbu yang kita pakai hasil racikan sendiri dari 21 jenis rempah-rempah dan ini rahasia. Jadi, Anda tidak bisa menemukan rasa yang sama di tempat lain," ujarnya.

Bumbu rahasia yang dikemas secara paketan dan diproduksi massal seminggu sekali ini bisa dibeli bagi siapa pun yang berminat. Hanya saja, komposisinya tidak akan diberi tahukan oleh H Risyad. Bumbu ini bisa digunakan untuk masakan apa saja, tidak hanya seafood.
 
Jenis masakan yang tersedia di Radja Seafood sangat banyak dan kombinasi antara seafood dan masakan nusantara. Jadi, buat yang tidak suka atau alergi seafood tenang saja karena masih bisa memesan menu seperti sup kaki, nasi goreng, dan ayam bekakak.
 
Bila kepala kakap dan kerapu biasa digulai, di sini Anda bisa menemukan dalam bentuk sup dan pesmol. Buat penggemar pedas, coba tumis teri pedas. Isinya teri medan, kulit melinjo, pete, dan telur puyuh. Dijamin tidak bisa berhenti walaupun keringat mengucur karena pedas luar biasa. Kedua menu ini termasuk andalan Radja Seafood.
 
Masakan seafood lainnya tinggal pilih saja. Mau lobster, cumi, udang, kepiting jantan, kepiting telur, kerang dara, kerang ijo, ikan nila, kakap, salem, bawal, kerapu, kuwe, patin, atau gurame. Pilihan masaknya, saus tiram, saus padang, rica-rica, atau asam manis. Di bagian sayuran,ada masakan kangkung, taoge, capcay, sayur asem, hingga ulukutek yaitu campuran leunca dan oncom.
 
Sekadar info, kepiting yang digunakan asal Balikpapan dan Makassar yang biasa diekspor karena dagingnya padat. Ikan kuwe yang dipakai jenis kuwe lilin mentega. Menurut H Risyad, semua ikan di restorannya adalah ikan segar hasil pancing nelayan harian.
 
Harga makanan di Radja Seafood cukup bersahabat dengan kantong. Berkisar dari Rp27.900 (udang, ikan nila, cumi) hingga Rp267.000 untuk lobster. Teh tawar panas/dingin, buah-buahan, air mineral, lalapan, dan sambal terasi juga tidak dihitung alias gratis.
(SINDO//tty)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Yuk, Mengenal Keju California!

Posted: 04 Apr 2011 12:28 AM PDT

ANDA mengaku penggemar keju? Jika ya, jangan sampai melewatkan keju yang satu ini! Pasalnya, keju yang biasanya digunakan untuk bahan baku pizza kini hadir di Jakarta. Adalah California Milk Advisory Board yang memperkenalkan California Cheese.

Selama ini keju selalu identik dengan Prancis atau Belgia. Keju Prancis yang diproduksi baik secara modern ataupun tradisional di negara Prancis merupakan segala jenis keju yang banyak digunakan untuk beragam masakan. Karenanya, keju yang berasal dari negara yang terletak di Eropa Barat ini begitu banyak variasi dan pilihan.

Padahal, keju buatan California juga tak kalah menarik. Selain memiliki banyak variasi dan pilihan, keju yang satu ini juga punya kelas-kelasnya. Lebih dari 250 varian dan gaya keju yang diproduksi di negara bagian Meksiko ini, serta sekira 100 varian bumbu dan aroma. Dengan ragam varian tersebut, pembuat pizza memiliki banyak pilihan untuk membuat topping yang sempurna.

Besarnya produksi keju California yang telah berlangsung sejak 1769 itu lantaran California merupakan produsen susu terbesar di Amerika Serikat (AS). Sebanyak 40 persen dari susu sapi California dijadikan bahan baku keju California, sehingga memeroleh sertifikasi dari Real California Cheese sebagai keju alami.

California menyumbang seperempat produksi keju di AS, dan mendominasi berbagai kategori penghargaan di tingkat domestik, seperti American Cheese Sociey, dan United States Championship Cheese Competitions. Tak terhitung pula jumlah penghargaan yang telah diraih dalam kompetisi keju internasional (World Cheese Awards).

"Bahkan keju California pernah memenangkan penghargaan internasional, di mana jurinya adalah orang Prancis. Saya senang sekali dengan kenyataan itu," kata Mark Todd, pakar kuliner untuk CMAB untuk program keju pizza, saat media reception di Rinjani Room, Grand Hyatt Jakarta, Kamis (31/3/2011) lalu.

Sebanyak 52,3 persen keju produksi California pada 2008 adalah Mozzarella, jenis keju pizza yang paling umum digunakan. Setelah itu baru Cheddar (17,8 persen), Monterey Jack (13,8), Hispanic (5,2 persen), Parmesan (2,9 persen), Provolone (3 persen), dan sisanya jenis keju lainnya (5 persen).

Varian keju dikelompokkan menurut kelembapannya, karena tingkat kelembapan dari berbagai keju itulah yang memengaruhi cita rasa, tekstur, dan penampilan pizza. Pengelompokan itu menghasilkan tingkatan-tingkatan kekerasan keju, seperti hard grating, hard, semi-soft, dan soft.

Semakin rendah tingkat kelembapannya, semakin padat kejunya. Semakin padat kejunya, semakin lambat matangnya, semakin selektif cita rasa dan aromanya, serta semakin lama daya tahannya.

Keju hard grating, paling rendah kelembapannya, dan dimasak dalam waktu lama untuk mendapatkan kelembapan dan cita rasa yang diinginkan. Kelembapan yang rendah pada keju hard grating dan hard memungkinkan penyimpanan hingga satu tahun atau lebih, sesuai kondisinya. Sedangkan keju semi-soft atau soft memiliki kelembapan tinggi dan lebih mudah rusak.

Keju dengan kelembapan tinggi memiliki tekstur yang lebih lembut di lidah daripada keju hard grating. Keju dengan lemak susu yang lebih tinggi juga cenderung lebih lunak, lebih lembut, dan terasa lebih creamy.

Pasalnya, lemak susu dalam keju itu mencair di bawah suhu tubuh. Lemak susu juga memengaruhi rasa di mulut, dengan memberikan rasa yang lembap dan tekstur yang lembut.(nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Sekali Gigit Pasti Ketagihan

Posted: 03 Apr 2011 11:08 PM PDT

"TE..sate!". Begitu cara seorang penjual sate Madura menjajakan jualannya. Mungkin Anda membayangkan seorang pria berpakaian khas Madura -kaus garis merah dan putih-, namun Anda salah! Penjual sate yang satu ini merupakan seorang wanita berpakaian kebaya serta kain batik tua.

Cara ibu penjaja sate ini membawakan dagangannya pun terbilang unik. Dengan membawanya di atas kepala atau istilah Madura-nya "So'on", mungkin jauh dari bayangan atas gambaran "tukang sate Madura" pada umumnya.

Dengan logat Madura yang kental, ibu Misrieyah, seorang pedagang sate Madura keliling menjelaskan kisahnya menjadi penjaja makanan khas Madura itu kepada okezone. Menggunakan bahasa Indonesia yang masih perlu diterjemahkan oleh seorang pembeli yang kebetulan makan di tempat.

Karena setiap hari harus berkeliling menjajakan sate, kulitnya hitam legam dengan rambut tampak berantakan di balik ciputnya. Untuk menjajakan dagangannya, Misrieyah memulai berjualan sejak pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, hingga akhirnya mangkal di depan kantor Pemda, Bangakalan, Madura.

"Anak saya 10, empat perempuan dan enam laki-laki. Kebetulan suami saya tidak bekerja, sehingga saya yang harus menghidupi keluarga. Saya mulai berjualan sate dari anak pertama saya berusia tujuh bulan hingga dia sekarang berusia 23 tahun, jadi dapat dikatakan saya telah berjualan selama 23 tahun," kata Misrieyah kepada okezone saat berkeliling tak jauh dari CV Pesona Batik Madura di acara "Cintaku Pada Batik Takkan Pernah Pudar" oleh Attack Batik Cleanr, Minggu (3/4/2011).

"Beruntung setiap saya mangkal di kantor Pemda saat jam makan siang, dagangan selalu habis. Tapi kalau mereka sedang mengadakan rapat, sate kurang laku maka saya terpaksa berjualan di kantor lain," sambungnya.

Lebih lanjut wanita berusia 50 tahun itu menjelaskan, awal berjualan dirinya hanya perlu mengeluarkan modal Rp100 ribu. Namun, karena saat ini semua bahan-bahan yang digunakan serbamahal, dia pun harus merogoh kocek lebih banyak, sedikitnya Rp400 ribu.

"Maklum, semua tidak sama dengan yang dulu, kini semua serbamahal. Setiap hari saya beli daging sapi 4 kg Rp240 ribu, kemudian kacang untuk bumbu 1 1/2 kg Rp30 ribu, kertas untuk membungkus satu bungkus Rp10 ribu, lalu tusuk sate satu ikat Rp5 ribu, belum lagi cabai kering 1 kg Rp30 ribu, dan bumbu petis udang terbaik satu bungkus Rp10 ribu," papar Misrieyah sambil mengipasi pesanan sate.

Misrieyah pun memberi bocoran cara membuat bumbu kacang sate Madura. Pertama-tama, kacang dibakar menggunakan tungku sambil diulek agar kulit kacang terkelupas, lalu kacang digiling, dicampurkan cabai dan air santan lalu direbus. Saat direbus, lanjut Misrieyah, sebaiknya jangan ditinggal karena bumbu harus terus diaduk hingga cukup mengental.

Saat menyiapkan semua bahan dagangannya, Misrieyah tidak sendirian. Anak-anaknya pun membantu menusukkan daging sapi di tusuk sate, karena dia harus menjajakan 300 tusuk sate per harinya.

"Satu porsi isi lima sate saya jual Rp10 ribu, sedangkan untuk 10 sate Rp16 ribu, keduanya sudah termasuk ketupat yang saya siapkan dari empat kg beras. Setiap hari, saya bisa dapat untung Rp100 ribu, dan jika ada pesanan bisa untung lebih banyak lagi," jelasnya.

Berkat kegigihannya selama 23 tahun berjualan sate Madura, Misrieyah kini telah memiliki sebuah rumah dan masih mampu menyekolahkan anak-anaknya.

"Awalnya saya membeli lahan tanah saat masih murah. Lambat laun saya dirikan rumah di atasnya. Biaya sekolah anak-anak juga masih sanggup saya lunasi," jelasnya bangga.

Kendala Misrieyah hanya satu, yaitu banyak persaingan.

"Sekarang ini sudah banyak sekali penjual sate Madura, saingan saya banyak. Apalagi di Bangkalan. Maka itu saya lebih memilih berkeliling dan mangkal di kantor Pemda," tutur Misrieyah.

Sate Madura ialah sate berpotongan daging sapi yang tebal dibakar di atas panggangan arang dan melepaskan aroma sedap menggiurkan. Setelah matang, sate disajikan bersama ketupat dan disiram bumbu kacang menghasilkan pemandangan yang mampu menggoyangkan lidah.

Saat menggigit, daging sapi memang terbilang cukup keras, namun saat dikunyah daging terbilang lembut. Ditambah bumbu kacang yang kental dan manis, serta sedikit cita rasa petis udang membuat okezone ketagihan untuk menggigitnya kembali.

Jika Anda pencinta pedas, bumbu kacang dapat ditambahkan cabai kering yang mampu memberikan sensasi pedas hingga Anda berkeringat.
(nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Libya and Oil.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: