Minggu, 15 Mei 2011

“Hari Pertama, Kampoeng Tempo Doeloe Dibanjiri Ribuan Pengunjung” plus 1 more

“Hari Pertama, Kampoeng Tempo Doeloe Dibanjiri Ribuan Pengunjung” plus 1 more


Hari Pertama, Kampoeng Tempo Doeloe Dibanjiri Ribuan Pengunjung

Posted: 15 May 2011 12:33 AM PDT

MENJADI bagian dari rangkaian acara Jakarta Fashion & Food Festival 2011 (JFFF), kehadiran Kampoeng Tempo Doeloe (KTD) di La Piazza, Kelapa Gading, kembali mendapat respon luar biasa. Di hari pertama, KTD didatangi ribuan pengunjung.

Tahun ini, KTD siap menggoyang lidah Anda dengan tema "Aneka Makanan Olahan Kelapa" dengan menyuguhkan berbagai jenis makanan yang diolah menggunakan kelapa. Anda dapat menjumpai sajian, seperti Gudeg Pejompongan, Empal Gentong Putra Mang Darma, Ketupat Sayur Rusmini, Nasi Padang Ulaanago, Soto Betawi Babeh, Soto Udang Mang Akwang, Tongseng Pak Budi Khas Solo, Kue Putu Bambu Medan, dan beragam jajanan tradisional yang menggugah selera, seperti Tahu Gejrot, Kue Rangi, Kerak Telor, Kue Cubit, Otak-otak Petojo An, Rujak Juhi Petojo, Selendang Mayang, Es Goyang dan masih banyak lagi.

Nuansa serta dekorasi tradisional ala perkampungan nelayan yang kental makin istimewa dengan hiburan layar tancap, topeng monyet, dan berbagai permainan untuk anak-anak seperti odong-odong dan hiburan tradisional lain.

Untuk dapat mencicipi ratusan makanan menggugah selera tersebut, Anda terlebih dulu harus menukarkan uang di kasir penjualan dengan kupon pembayaran bernominal Rp1 untuk Rp1.000, Rp5 untuk Rp5.000, Rp10 untuk Rp10 ribu, dan Rp20 untuk Rp20 ribu. KTD yang diselenggarakan mulai 14-29 Mei 2011 ini tentu akan menjadi destinasi menarik untuk Anda dan keluarga berburu kuliner lezat.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Menu Lezat & Sehat di Kuma Ramen

Posted: 15 May 2011 12:17 AM PDT

RAMEN adalah masakan khas Negeri Sakura yang sudah digemari masyarakatnya sejak zaman dulu. Namun, di Kuma Ramen, berbagai jenis mi diracik untuk menciptakan rasa sesuai dengan selera lidah orang Indonesia.

Berada di Jalan Cimanuk No 11 A, Kota Bandung, Kuma Ramen layak dicoba bagi Anda yang belum pernah berkunjung ke tempat ini. Tempatnya tidak pernah sepi pengunjung. Niku ramen, niku chicken katsu, tokyo ramen, dan niku udon merupakan menu populer di Kuma Ramen dan menjadi pilihan banyak pengunjung. Adapun minumannya bisa dengan segelas ocha.

"Untuk ocha-nya,kami impor langsung dari Jepang. Sementara, mi ramen dan udon, kami bikin hand made sendiri," kata pemilik Kuma Ramen, Kharisma Gandhi.

Niku ramenala Kuma Ramen disajikan dalam mangkuk putih dengan kuah miso yang gurih dan ramai dengan aneka topping, seperti tamago, irisan wortel, dan daun bawang. Ramennya yang kecil panjang bertekstur lentur dan kenyal sehingga membuat lidah ingin terus mengunyahnya.

"Sedangkan tokyo ramen adalah menu khusus untuk vegetarian. Disajikan dengan topping daging kepiting, chikuwa, dan konyaku atau jelly jepang. Jelly ini sangat bagus untuk pencernaan dan untuk Anda yang sedang diet," papar pria yang akrab disapa Gandhi itu.

Satu lagi si menu best seller, niku udon. Semangkuk udon yang mengepul hangat dipastikan dapat membangkitkan selera. Udon-nya yang putih tebal dan digenangi kuah kecokelatan semakin lezat dengan taburan topping berupa beef slice lembut, daun bawang, dan irisan wortel segar.

"Perbedaan ramen dan udon terletak pada jenis mi dan kaldunya. Ramen bentuk minya lebih tipis, berbeda dengan udon yang lebih tebal. Sementara kuahnya, untuk ramen rasanya lebih gurih dibandingkan udon yang memiliki cita rasa asin," sebutnya.

Tidak hanya menu ramen dan udon yang ditawarkan tempat makan dengan konsep warung tenda ini. Menu donburi seperti chicken katsu dan gyudon tak kalah komplet dan yummy. Namun, untuk menikmati semangkuk ramen, udon maupun donburi, Anda baru bisa datang sekiRA pukul 17.00 WIB. Sebab, makanan Jepang ini memang nikmat jika disantap menjelang malam hari.

"Esensi makan ramen di Jepang memang pada malam hari. Tidak cocok kalau disantap saat siang, apalagi dengan udara Bandung yang panas. Ini bisa menjadi pilihan makan malam atau ngemil saat udara dingin," ujar Gandhi, yang membuka restorannya tiap hari hingga pukul 22.00 WIB pada weekday, sementara weekend pukul 23.00 WIB.

Penyuka pedas, jangan tanggung-tanggung untuk menambahkan sensasi sambal pedasnya dalam menu ramen. Sebab, di sini Anda bisa memilih level pedas sesuai selera. Mulai level 1 dengan pedasnya yang cukup, level 2-5 kadar pedas biasa, dan 6 ke atas untuk penggila pedas.

"Nama sambal terpedas di sini adalah onikuma yang artinya sambal beruang setan. Jadi, orang yang memakan sambal ini, mukanya akan memerah seperti setan karena saking pedasnya," kata pria lulusan Ilmu Komputer Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) itu.

Hadir sejak 12 Juli 2010, Kuma Ramen menjadi incaran para pencinta kuliner Jepang. Keunggulannya, bahan dasar berupa mi yang disajikan di restoran ini adalah buatan Gandhi sendiri. Begitu pun dengan kuahnya, pria berpostur tambun ini mengkreasikannya sendiri.

"Sempat sih kursus masak, tapi sebagian besar yang diajarkan adalah cara memotong bahan masakan yang benar. Selebihnya, saya belajar sendiri dan rajin searching di internet soal makanan khas Jepang ini," ungkap Gandhi yang membuka Kuma Ramen bersama sahabatnya, Yakub Raditya.

Soal harga, tidak terlalu menguras kantong. Cukup mengeluarkan Rp20.000-Rp25.000, Anda bisa merasakan lezat dan sehatnya semangkuk ramen, udon, ataupun donburi. Kalau ingin mencicipi cita rasa autentik Jepang, tak ada salahnya mampir di sini.(Koran SI/Koran SI/ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: