Selasa, 03 Mei 2011

Yang Berkuah dari Solo pasti siip

Yang Berkuah dari Solo pasti siip


Yang Berkuah dari Solo

Posted: 02 May 2011 11:54 PM PDT

HIDANGAN berkuah selalu mampu membangkitkan selera makan. Apalagi jika yang disantap adalah sajian kuah khas Nusantara. Seperti masakan asal Solo yang lezat untuk disantap setiap saat.

Hidangan Nusantara tidak pernah membosankan untuk disantap. Selain memiliki banyak varian karena dapat diolah dengan berbagai cara, masakan Nusantara juga punya beragam cara penyajian. Masakan Solo misalnya. Ada banyak makanan khas sana yang penyajiannya menggunakan kuah.

Dari sekian banyak makanan tradisional asal kota di Jawa Tengah itu, satu yang tidak boleh dilewatkan untuk dicoba, terutama saat Anda berkunjung ke Kota Solo, yakni timlo. Menu ini memiliki kuah kaldu ayam kampung yang khas.

Timlo solo umumnya berkuah bening dan lazim disajikan bersama beragam jenis isian, seperti potongan sosis solo (sejenis lumpia dengan isi ayam), telur ayam pindang, plus irisan hati serta ampela ayam. Sebagai pelengkap, timlo solo menggunakan suun atau ada juga yang menggunakan jamur. Taburan bawang goreng dan nasi hangat akan menambah nikmatnya sajian ini.

Di Solo, rata-rata menu ini dijual di warung-warung sederhana pinggir jalan. Sama seperti hidangan khas daerah lain, timlo umumnya juga dijual dengan harga cukup murah, yaitu sekira Rp10 ribu.

Hidangan terkenal lain yang berkuah dan khas Solo yakni tengkleng. Makanan ini memiliki bahan dasar daging kambing, bahkan cenderung lebih banyak berisi tulang-tulang kambing yang mengandung sedikit daging. Hidangan satu ini benar-benar cocok untuk Anda pencinta masakan berbahan dasar kambing.

Selain itu, hidangan berkuah ini juga berisi jeroan kambing, mata, pipi, kuping, dan lainnya yang diolah seperti gulai serta bumbunya sangat terasa. Namun, yang membedakan tengkleng dengan gulai adalah, kuah gulai mengandung santan dan pekat, sedangkan kuah tengkleng dibuat tanpa santan sehingga lebih encer dan segar.

"Sensasi menyantap tengkleng justru ketika menggerogoti sedikit daging yang menempel di bagian tulang dan mengisap-isap isi tulangnya," kata Dwi Aryani, wanita asal Solo yang menyebut tengkleng sebagai makanan yang tak pernah absen untuk disantap saat berkunjung ke kota tersebut.

Jika Anda mengira hidangan berkuah hanya nikmat disantap saat hujan, beda dengan hidangan berkuah yang satu ini. Untuk hidangan yang bercita rasa manis, Solo juga punya makanan khas dan menjadi panganan yang sangat disukai, bukan hanya oleh warga Solo tapi juga penduduk Jakarta. Apalagi kalau bukan serabi solo yang bisa disantap kapan saja.

Menurut Executive Chef Hotel Park Lane Jakarta Deden Gumilar, serabi solo berbeda dengan serabi yang biasa ditemukan di daerah Bandung yang umumnya didominasi rasa asin. Di Solo, serabi ada yang disajikan dengan "kuah" berupa gula yang disebut kinca. Dengan tekstur yang legit dan lembut, serabi solo semakin lezat dipadukan dengan kinca yang manis.

"Kinca terbuat dari gula aren, ada sedikit santan dan pandannya juga. Pandan digunakan untuk memberi aroma wangi dan penambah kelezatan," ujar Deden.

Deden menuturkan, saat ini serabi solo telah mengalami inovasi dalam hal rasa. Untuk pelengkap, misalnya, kudapan yang berbentuk mirip mangkuk ini awalnya hanya menggunakan tambahan daun pandan pada kuah. Tapi, saat ini banyak yang menambahkannya dengan irisan nangka bahkan durian.

"Jadi, sekarang serabi solo sudah banyak macamnya. Bukan cuma kuah kinca saja," tandas Deden.

Menurut Deden, serabi solo termasuk kudapan yang lezat disantap kapan saja. Bisa untuk menu sarapan, teman minum teh di sore hari, bahkan bisa jadi makanan yang mengenyangkan di siang hari atau menjadi menu penutup.

Di Solo, serabi masih dijual dengan cara tradisional, yaitu dimasak menggunakan tungku kayu bakar di atas kuali kecil berbentuk mangkuk yang terbuat dari tanah liat.(SINDO//ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.



image

Tidak ada komentar: