Selasa, 07 Juni 2011

“Aneka Olahan Beras Khas Pontianak” plus 1 more

“Aneka Olahan Beras Khas Pontianak” plus 1 more


Aneka Olahan Beras Khas Pontianak

Posted: 07 Jun 2011 02:55 AM PDT

JIKA Anda mampir ke Kota Pontianak, jangan lupa cicipi aneka hidangannya yang unik. Bukan cuma lidah buaya yang bisa Anda coba. Aneka menu berbahan dasar beras seperti bubur pedas dan lemang pulut pun wajib Anda rasakan.


Seafood merupakan salah satu jenis hidangan yang banyak ditemukan di Pontianak. Ada banyak variannya, tapi yang paling khas adalah udang wangkang yang biasa diolah dengan beragam rasa.
 
Namun, tentu saja ibu kota Kalimantan Barat itu tak hanya punya seafood. Panganan berbahan dasar beras juga banyak ditemukan di sini. Selain dijadikan nasi, beras memang sering diolah menjadi hidangan lain oleh warga Pontianak.

Contohnya bubur pedas dan lemang pulut. Meski menyandang nama bubur pedas, namun sajian ini tidak memiliki cita rasa yang sesuai dengan nama tersebut. Hampir sama denga bubur manado, bubur pedas juga mengandung sayuran segar. Bahkan jenis sayuran yang digunakan lebih banyak ketimbang bubur manado. Konon, untuk bubur pedas orisional, sayuran yang digunakan ada 40 jenis. Sebagian kecilnya antara lain pakis, labu kuning, kacang panjang, kangkung, dan taoge. Semua sayuran dipotong kecil dan dicampur dalam olahan beras.
 
"Sebenarnya sayuran untuk campuran bubur pedas tergantung selera kita saja," kata Wikeu, salah seorang pegawai restoran khas Kalimantan Barat di Pontianak. Bubur pedas yang banyak dijual di pinggir jalan Kota Pontianak umumnya disajikan bersama kacang dan taburan ikan teri.
Agar sesuai dengan namanya, Anda boleh saja menambahkan sambal pada bubur ini. Jangan lupa pula untuk membubuhi perasan jeruk khas Pontianak supaya rasa bubur semakin lezat.
 
Adapun jenis beras yang digunakan untuk menu sehat ini adalah beras sangrai yang ditumbuk halus, kemudian dicampur dengan beragam bumbu seperti lengkuas, cabai, bawang merah, bawang putih, lada hitam, sereh, daun salam, dan tentu saja bumbu utama bubur pedas yakni daun kesum.

Jika dilihat sekilas, tampilan bubur ini juga mirip dengan bubur Manado. Hanya, bedanya rasa bubur pedas lebih legit dan kenikmatan beras sangrai begitu terasa pada sajian ini. Menurut cerita, bubur pedas pertama kali ditemukan oleh suku Melayu Sambas yang tinggal di pesisir pantai di kawasan Pontianak dan kemudian dipopulerkan sebagai makanan khas kota berjuluk seribu sungai itu.

Untuk oleh-oleh makanan, Pontianak juga menyediakan beragam pilihan. Hanya, buah tangan khas yang terbuat dari beras salah satunya lemang. Lemang merupakan panganan yang dimasak dengan bumbu khas. Di Pontianak, lemang disebut dengan lemang pulut. Lemang sendiri berarti ketan, sedangkan pulut artinya bambu. Jadi, lemang pulut bisa diartikan sebagai beras ketan yang dimasak dalam wadah, yaitu bambu.

Cara memasaknya, beras ketan terlebih dahulu dimasukkan ke dalam tabung bambu yang kemudian dibakar. Perlu diketahui bahwa cara membakar lemang bakal menentukan rasa akhirnya. Dalam proses pengolahan secara tradisional, lemang dibakar menggunakan sabut kelapa. Namun, jika diproses dengan cara modern, metode memasaknya bisa beragam. Boleh menggunakan oven, microwave, ataupun kompor gas.

"Lemang biasanya dimasak dengan santan," imbuh Wikeu. Karena mengandung santan, rasa lemang jadi lebih gurih. Di Pontianak, panganan ini biasanya disantap bersama tapai ketan hitam, namun terkadang juga dengan rendang daging atau ayam. Tidak ketinggalan, lemang juga biasa dipadukan dengan sambal. Suku Dayak umumnya menyajikan lemang dalam pesta-pesta adat mereka.
(SINDO//tty)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: You Cannot Kill An Ideology With A Gun.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Keripik Lidah Buaya untuk Penyakit Diabetes & Jantung

Posted: 07 Jun 2011 02:26 AM PDT

TANAMAN lidah buaya atau aloevera, tanaman berduri berasal dari Afrika ini tidak hanya indah di tanam halaman rumah. Di Surabaya, Jawa Timur, tanaman lidah buaya bisa diolah menjadi keripik yang enak dan gurih. Selain enak dikonsumsi, keripik lidah buaya ternyata juga berkhasiat untuk mengobati penyakit diabetes melitus dan jantung.

Keripik lidah buaya, memang terdengar sedikit aneh di telinga. Namun tak disangka, ternyata keripik yang terbuat dari tanaman berduri ini, mempunyai rasa yang khas, enak dan gurih.

Tidak hanya enak dimakan, ternyata keripik lidah buaya ini mampu mengobati penyakit diabetes melitus atau penyakit gula, juga mampu mengobati penyakit jantung.

Keripik lidah buaya ini diolah oleh empat mahasiswa kreatif dari jurusan Statistik ITS Surabaya. Awalnya mereka coba-coba membuat keripik dari lidah buaya ini, karena rasanya enak, akhirnya mereka keterusan dan sering membuat kripik lidah buaya untuk camilan saat santai dan menonton televisi.

Cara membuat keripik lidah buaya ini sangat mudah. Pertama lidah buaya dikupas dan diambil dagingnya, kemudian dicuci hingga bersih sampai lendirnya hilang dan kesat, lalu diblender hingga lembut.

Setelah itu larutan lidah buaya dicampur telur, terigu, dan minyak goreng, diaduk hingga mengental, kemudian didiamkan sekitar 15 menit, baru adonan tersebut digiling hingga berbentuk kotak kecil-kecil, dan digoreng hingga kering, setelah itu diberi penyedap rasa.

Menurut Waluyo, warga Pucang Adi, Surabaya mengaku, "Keripik lidah buaya ini rasanya beda dengan keripik lainya, keripik lidah buaya lebih gurih, dan rasanya lebih lengkap manis asam asin."

Sedangkan para pembuat keripik inovatif dari lidah buaya ini, Aziza, Desy, Any, dan Novy, mengungkapkan, keripik racikan mereka berkhasiat bagi kesehatan.

"Keripik lidah buaya ini berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit diabetes dan jantung," imbuh Novy.

Jangka panjang, empat mahasiswi ITS ini bercita-cita akan memproduksi secara masal keripik lidah buaya dengan mengerahkan ibu-ibu PKK di daerah Pucang Adi-Surabaya, dan dipasarkan ke supermarket.
(Nur Syafei/RCTI/nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: You Cannot Kill An Ideology With A Gun.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: