Sabtu, 18 Juni 2011

“Ikut Kelas Masak Ayah-Anak, Yuk!” plus 2 more

“Ikut Kelas Masak Ayah-Anak, Yuk!” plus 2 more


Ikut Kelas Masak Ayah-Anak, Yuk!

Posted: 16 Jun 2011 11:24 PM PDT

BANYAK cara efektif mendekatkan hubungan ayah dan anak. Salah satunya dengan memasak bersama.

Dalam rangka memeringati "Father's Day" yang jatuh pada Minggu (19/6), Hotel Indonesia Kempinski Jakarta untuk pertama kalinya menggelar acara menarik bertajuk "Bake For Dad". Ini adalah sebuah kelas memasak khusus ayah dan anak berusia 6-12 tahun.

Cukup membayar Rp480 ribu, Anda dan buah hati akan menikmati pengalaman menyenangkan memasak berdua yang dipandu oleh American Executive Pastry Chef, Kevin Curry dan putri tercintanya, Ivory (6).

"Saya dan putri saya akan mengajak peserta kelas memasak membuat chocolate cupcakes. Anak-anak akan sangat senang membuatnya. Bukan chocolate cupcakes biasa, melainkan terbuat dari resep nenek saya, dengan topping frosting yang sangat lezat," tutur Kevin kepada okezone di Kempi Deli, Grand Indonesia East Mall, Jakarta, Kamis (16/6/2011).

Peserta akan mendapatkan buku resep, celemek lucu untuk sang buah hati, serta sajian makan siang untuk dua orang. "Bake For Dad" akan dilaksanakan Sabtu, 18 Juni 2011 pukul 10.00-13.00 WIB bertempat di Function Room, Paulaner Brauhaus, Hotel Indonesia Kempinski. Bila berminat, Anda dapat mendaftar ke promo.jakarta@kempinski.com.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Yuk, Bijak Pilih Seafood

Posted: 16 Jun 2011 06:03 AM PDT

TIDAK hanya mengandung protein yang tinggi namun rendah kolesterol, ikan juga merupakan komoditas yang memiliki kandungan gizi yang baik bagi pertumbuhan tubuh dan otak. Di antaranya, ikan berpotensi sebagai sumber gizi lain seperti vitamin A, yodium, mineral, Ca, fosfor, Mg dan kalsium.

Tapi tahukah Anda, permintaan ikan yang tinggi di Indonesia menyebabkan status sumber daya perikanan Indonesia 55 persennya overexploited (terlalu banyak diambil)? Sebesar 24 persen termasuk dalam kategori moderate exploited, sementara sisanya sebesar 21 persen bahkan belum teridentifikasi?

Mengetahui krisis tersebut, World Wide Fund for Nature (WWF) berusaha membangun kesadaran masyarakat dengan menyosialisasikan 'Seafood Guide'. Sebuah buku saku panduan daftar spesies laut yang populasinya sudah terancam, aman, maupun semakin terbatas. Klasifikasi tersebut dibedakan menggunakan blok warna hijau, kuning dan merah yang diharapkan dapat menjadi referensi publik, dalam menentukan makanan laut apa yang masih aman dikonsumsi, dan sebaiknya dihindari. 'Seafood Guide' dapat didownload di www.wwf.or.id/seafoodguide atau www.panda.org.

"Kami tidak melarang penikmat seafood mengkonsumsi menu favoritnya, melainkan mengajak masyarakat semakin bijak memilih seafood agar ketersediaannya dalam jangka panjang tetap terjamin atau sustainable," papar Devy Suradji, Direktur dan Komunikasi WWF-Indonesia pada konfrensi pers "Bijak Memilih Seafood" di restoran Ninety-Nine, Grand Indonesia East Mall, Lower Ground, Kamis (16/6/2011).

Ditambahkan Imam Musthofa, Ketua Program Perikanan WWF-Indonesia, gaya hidup sehat masyarakat saat ini justru memprihatinkan bagi perikanan Indonesia.

"Demi demand konsumen terhadap sajian seafood, ikan-ikan berukuran besar ditangkapi dan menyebabkan musnahnya rantai makanan teratas. Sehingga pada tahun 2048 mendatang, ditakutkan ikan di dunia akan habis dan yang kita makan hanyalah plankton. Kalau kita tidak peduli dari sekarang, apa jadinya anak cucu kita nanti," sahutnya dijumpai di kesempatan yang sama.

Untuk mengetahui apakah sajian seafood yang kita konsumsi sustainable, WWF mengajak masyarakat untuk mengadaptasi kebiasaan bertanya; ikan apa, dari daerah mana, dan bagaimana cara menangkapnya, untuk kemudian melihat panduan di 'Seafood Guide'. Dengan begitu, semakin sadar bahwa populasi seafood tersebut langka (atau berada di blok merah), masyarakat dapat berhenti memesannya dan membantunya naik ke tingkat blok kuning atau bahkan hijau.

"Cara bijak lainnya ialah tidak mengkonsumsi ikan yang hampir punah dan masih anak-anak, setidaknya biarkan dia bertelur 1 kali agar sustainable. Kemudian menghindari ikan yang ditangkap dengan cara yang tidak aman yakni dengan bom atau potasium," jelas Imam.
Untuk ikut berpartisipasi dengan kampanye "Bijak Memilih Seafood" WWF mengundang Anda mengunjungi Central Park, Jakarta pada tanggal 18-27 Juni 2011. Disana, WWF menggelar rangkaian acara interaktiv diantaranya kuis 'Seafood Guide', pemaran foto esai, story telling, games edukasi lingkungan untuk anak-anak, serta pertunjukan dari Jamaica Cafe dan 3 in 1.(uky)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Mi Lontong Sambal Kecap

Posted: 14 Jun 2011 09:08 PM PDT

JIKA ingin merasakan kuliner tradisional, hidangan berikut sangat pas dicoba. Selain unik, perpaduan cita rasa pedas dan manis bikin lidah tak sabar untuk segera menikmatinya.


Bahan:
250 gr mi basah
6 bh lontong
8 bh tahu goreng, potong-potong
150 gr taoge, seduh air panas, tiriskan
2 bh mentimun, haluskan
3 sdm ebi, sangrai, haluskan
1 tangkai seledri, cincang halus

Sambal kecap:
6 bh cabai merah, iris halus
4 bh cabai rawit, iris halus
4 btr bawang merah, iris halus
4 sdm kecap manis
1 btr jeruk nipis, ambil airnya
250 ml air matang

Pelengkap:
Bawang goreng, untuk taburan
Emping goreng

Cara Membuat:
- Siram mi basah dengan air panas sebentar. Angkat, tiriskan. Potong-potong lontong bulat, sisihkan.
- Sambal: campur cabai merah, rawit, bawang merah, kecap manis, dan air jeruk. Aduk rata, sisihkan.
- Tata lontong dan mi dalam mangkuk. Tambahkan tahu goreng, taoge, dan mentimun. Siram dengan sambal kecap, lalu taburi dengan ebi, seledri, dan bawang goreng. Beri emping goreng.

Resep ini disarikan dari buku "Kitab Masakan Kumpulan Resep Sepanjang Masa" karya Tim Dapur Demedia.(tty)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: