Kamis, 23 Juni 2011

“JW Marriott Pesta Kuliner Betawi” plus 2 more

“JW Marriott Pesta Kuliner Betawi” plus 2 more


JW Marriott Pesta Kuliner Betawi

Posted: 23 Jun 2011 12:29 AM PDT

DALAM rangka merayakan ulang tahun Jakarta ke-484, Sailendra Restaurant di JW Marriott Hotel Jakarta membawa keceriaan bagi para tamu dengan menampilkan hidangan khas Betawi yang lezat dan sangat layak dicoba. Makanan tradisional, budaya, dan atmosfir akan nyata serta bisa dialami mulai 22-26 Juni 2011.

Jakarta, yang banyak dikenal sebagai Kota Durian menawarkan cita rasa yang eksotis dari setiap makanan tradisional yang kaya rasa. Hidangan tradisional Betawi juga kaya akan sejarahnya.

Hidangan tradisional Betawi mendapatkan banyak pengaruh dari luar negeri. Sejarahnya dimulai dari pelabuhan Sunda Kelapa, dikarenakan banyak sekali pedagang-pedagang dari Arab yang membawa makanan khas negeri masing-masing yang akhirnya berpengaruh terhadap makanan Jakarta pada umumnya.

Ditambah lagi, perdagangan rempah-rempah dari Portugis dan Belanda hingga menjadikan cita rasa berbeda pada setiap hidangan Betawi dengan keanekaragamannya. Tidak lupa juga pengaruh dari negeri China yang sekarang umum ditemukan di kota Jakarta.

Rasakan tidak hanya satu atau dua, melainkan banyak sekali hidangan khas Betawi yang lezat dan menggugah selera yang terinspirasi dari Jakarta tempo dulu yang akan dihidangkan di buffet Sailendra Restaurant. Hidangan-hidangan tersebut sudah pasti akan memanjakan lidah para tamu di lima hari perayaan dirgahayu kota Jakarta.

Menu-menu yang akan dihidangkan, anatara lain adalah pucung ikan gabus (ikan gabus yang digoreng yang disajikan dengan kuah semacam kuah rawon) dan pecak lele (hidangan ikan lele bersantan ) yang sangat sulit sekali ditemukan di Jakarta saat ini. Sailendra Restaurant juga akan menghidangkan hidangan khas Betawi, seperti soto betawi, ayam goreng betawi, asinan Jakarta, semur jengkol, kerak telor, nasi uduk lengkap, rujak juhi, dan masih banyak lagi.

Datang dan rayakan Dirgahayu Jakarta dengan hidangan betawi yang unik dan khas untuk makan siang dan makan malam dengan tawaran harga Rp208 ribu/orang.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Manis, Pedas, & Segarnya Rujak Es Krim

Posted: 22 Jun 2011 04:28 AM PDT

MAKANAN rujak dan es krim mempunyai karakter rasa yang berlawanan. Namun, bagaimana jika digabungkan menjadi satu? Rasanya sangat enak; pedas, manis, dan segar.

Rujak mempunyai merupakan makanan yang mempunyai ciri khas pedas sedangkan es krim mempunyai rasa manis dan segar. Namun jika digabungkan menjadi satu, rasanya pedas, manis, segar, rame rasanya. Makanan tersebut diberi nama rujak es krim.

Untuk membuat rujak es krim, pertama kali siapkan bumbu rujak; kacang, cabe rawit, gula merah, garam. Kemudian dihaluskan hingga lembut, siapkan buah yang akan di rujak, yakni mentimun, mangga, bengkoang, nanas, pepaya, dan buah-buahan lainya. Buah-buah tersebut diserut, kemudian dicampur bumbu rujak lalu diaduk hingga merata.

Setelah selesai, rujak dituangkan di dalam mangkuk, kemudian diberi es krim yang dibuat dengan gula, susu, yang kemudian diaduk hingga menjadi es krim yang segar. Rujak es krim pun siap dimakan.

Menurut Veny selaku penikmat rujak es krim, rasa rujak es krim enak sekal. Rasanya pedas, manis, dan segar. Beda dengan rujak yang lainya, gabungan rujak dan es krim mempunyai rasa tersendiri. Selain suka pedas, gabungan es krim yang berbahan dasar susu sangat lezat.

Sementara itu, menurut Indriati, penjual rujak es krim, ide menjual rujak es krim berawal dari coba-coba, menggabungkan makanan tersebut, setelah dicicipi ternyata rasanya enak. Rasa susu di dalam es krim membuat rasa rujak es krim beda.

Jika berminat, Anda bisa datang ke kawasan Jalan Arif Rahman Hakim, Surabaya. Dengan mengeluarkan kocek Rp5.000, Anda bisa menikmati lezatnya rujak es krim atau Anda bisa mencobanya membuat di rumah.(Rahmat Ilyasan/SUN TV/ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Kue Rangi, Riwayatmu Kini...

Posted: 22 Jun 2011 04:17 AM PDT

DARI kejauhan, aroma wangi kelapa yang dibakar menggelitik hidung. Penasaran? Yuk, kenali makanan khas Betawi ini.

Kue rangi ialah penganan khas Betawi yang terbuat dari campuran tepung tapioka dan kelapa parut yang dibakar di atas dua baris cetakan dengan lumuran gula merah di atasnya.

Begitu digigit, kue rangi begitu renyah dan manis. Tidak puas rasanya kalau hanya menghabiskan setengah tangkap..nyam!

Okezone pun mengajak ngobrol sang penjaja rangi. Adalah Rudi (28), warga Pasar Minggu yang telah berjualan kue rangi sejak tiga tahun lalu. Rudi biasa berkeliling di kawasan Buncit dan Mampang Prapatan dari pukul 08.00-21.00 WIB.

"Kalau sudah sore, saya mangkal tidak jauh dari koridor busway Pejaten. Dalam sehari, saya biasa menyediakan bahan dasar untuk 75 tangkap (2 baris cetakan ditempelkan menjadi 1-red) dan biasa laku hanya 50 tangkap yang saya jual Rp5.000 per porsi," tutur Rudi ketika ditemui di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada program Hidangan Betawi Tempo Doeloe, Rabu (22/6/2011).

Ditanyakan lebih lanjut alasan dagangannya tidak selalu habis, Rudi yang meneruskan usaha sang ayah, menjelaskan bahwa baru sedikit masyarakat yang tahu kelezatan kue rangi.

"Untuk persaingan, beruntung penjaja kue rangi masih jarang dalam satu wilayah yang sama. Mungkin warga belum tahu enaknya. Paling enak, makan kue rangi panas-panas. Kenapa? Soalnya kalau sudah dingin kurang gurih aja rasanya," tambah bapak 1 anak ini.

Saat dingin, kue akan mengeras karena terbuat dari sagu. Gula merahnya pun tidak selumer saat masih panas. Demi menjaga cita rasa khas kue rangi, kebanyakan penjaja menggunakan kayu bakar.

"Rasanya beda saja kalau pakai kayu bakar," tutup Rudi.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: