Jumat, 10 Juni 2011

“Maestro Keju Australia Bakal Kunjungi Jakarta” plus 2 more

“Maestro Keju Australia Bakal Kunjungi Jakarta” plus 2 more


Maestro Keju Australia Bakal Kunjungi Jakarta

Posted: 09 Jun 2011 11:40 PM PDT

MAESTRO pembuat keju Australia, Neil Willman, akan berkunjung ke Jakarta pekan ini. Ia bermaksud memperkenalkan berbagai macam keju segar Australia kepada konsumen Indonesia.

Neil telah berkarya selama 40 tahun di industri susu Australia dan merupakan pendidik keju terkemuka Australia. Ia bertindak sebagai juri spesialis selama 12 tahun terakhir di lomba produk susu Australia dan internasional serta telah melatih banyak pembuat, pemeringkat, dan juri keju Australia.

Selama di Jakarta, Neil akan berbicara tentang berbagai macam keju; bagaimana menghadirkan dan menghidangkannya, memadukan keju dengan hidangan dan anggur, dan apa yang membedakan keju Australia dengan keju dari berbagai belahan dunia.

Kunjungan Neil didukung oleh Austrade—lembaga pengembangan perdagangan dan investasi Australia—dan Dairy Australia. Beberapa acara yang dihelat, mencakup seminar, sesi perdagangan, dan uji rasa konsumen keju mutu tinggi yang dihasilkan oleh bebeberapa pembuat keju terbaik Australia.

Acara di Jakarta merupakan salah satu dari lima acara serupa di Bangkok, Kuala Lumpur, Singapura, dan Filipina. Hingga kini, ada sekira 30 perusahaan susu dan keju Australia yang hadir di lima pasar ini.

Leith Doody, Komisi Perdagangan dan Investasi Senior Regional mengatakan, "Australia kini memproduksi bahan makanan segar berkualitas tinggi. Konsumen di Indonesia menginginkan makanan sehat dan bergizi dan kami senang dapat memenuhi kebutuhan ini."

Saat meluncurkan program "Australian Cheese Please", Leith Doody berujar, "Mutu dan keanekaragaman keju Australia belum pernah sebaik ini. Kini, kami dapat memilih favorit harian seperti cheddar, hingga tingkat yang semakin tinggi dari keju spesialis, seperti brie, blues, dan washed rinds."

Australia memeroleh pengakuan internasional atas mutu keju spesialisnya. Penjualan keju Australia ke pasar ASEAN meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Keju Australia digemari karena mutu, cita rasa, dan inovasinya sebagai buah dari pembuatan keju terbaik. Pembuat keju Australia memanfaatkan ilmu pengetahuan dan pengalaman untuk menciptakan cita rasa dan karakter pada setiap keju yang dihasilkannya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Serunya Lepas Penat di Sailendra Restaurant

Posted: 09 Jun 2011 10:08 PM PDT

URUSAN melepas penat tak hanya dapat diluapkan dengan memanjakan tubuh. Lebih dari itu, kepenatan dapat meluruh lewat agenda memanjakan perut.


Penat ibu kota yang kian meninggi memang tak ditampik kerap melahirkan stres. Untuk mengatasinya, warga ibu kota pun melarikan diri pada berbagai hal, salah satunya berburu kuliner. Saat ini, banyak warga yang menjadikan restoran sebagai ruang untuk melepas penat di sela-sela kesibukan ataupun mengisi waktu luang mereka.
 
Tak heran, ragam restoran yang hadir memenuhi sudut ibu kota dan gedung bertingkat pun tak hanya mengedepankan cita rasa andalan lewat menu variatif, tapi juga menawarkan sisi desain yang menarik. Salah satu lokasi yang patut untuk dikunjungi adalah Sailendra Restaurant yang berada di Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta.
 
Di restoran yang mengambil nama dari salah satu dinasti kerajaan dari Jawa Tengah di abad ketujuh tersebut, para pengunjung dimanjakan dengan desain modern yang terasa "homey". Hal itu dapat terlihat dari keberadaan furnitur yang elegan, lantai marmer, serta meja granit yang membuat tampilan terlihat mewah dan tak menjemukan. Tak hanya itu, interior ruangan yang terkesan "homey" terlihat dengan kehadiran jendela yang lebar, sehingga membuat tampilan ruangan terkesan hangat berkat paduan pencahayaan tata ruang yang tepat.
 
Selain menjajakan kemewahan dan eleganitas interior yang memanjakan mata, Sailendra Restaurant pun menyimpan daya tarik yang sayang untuk dilewatkan. Di sini, pihak restoran sengaja memberikan keleluasaan pengunjung dalam menikmati hidangan lewat konsep "open kitchen" yang dihadirkan dalam restoran yang memiliki kapasitas 280 kursi tersebut.
 
"Kami ingin pengunjung merasa dekat dan bisa melihat langsung proses pengolahan serta kehigienisan makanan yang dipesannya. Tak hanya itu, kami pun ingin tamu yang hadir di sini merasa "homey" dan merasakan keintiman layaknya di dapur sendiri," ujar Yohanes Hutauruk selaku Assistant Marketing Communications Manager Hotel JW Marriott Jakarta pada okezone, Kamis (10/6/2011).
 
Dalam konsep "open kitchen" tersebut, pengunjung dimanjakan dengan tujuh ruang terbuka yang berbeda, di antaranya tandoori, satay, noodle, sushi, pizza, roast duck, pasta and Thai food, Western-Local combination kitchen, bakery and patisserie serta area wine yang cukup luas. Selain area menu utama, Sailendra Restaurant pun memiliki stand buffet untuk menu dessert. Di sini, Anda dapat menikmati kelezatan berbagai produk bermaterial cokelat, aneka crepes dan New Zealand ice cream. Hmm, menarik bukan.
 
Jika ingin menikmati semua kelezatan tersebut, Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp208.000 ++ per orang khusus untuk menu buffet saja, serta Rp248.000 ++ untuk buffet plus minuman nonalkohol.
(tty)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Mengulik Steak

Posted: 09 Jun 2011 09:41 PM PDT

SEPOTONG daging sapi berukuran cukup besar ditambah dengan kentang goreng dan sayuran di sebelahnya. Hmm… siapa yang tidak tergoda.

Apalagi di atas daging tersebut disiram saus pilihan yang membuatnya semakin lezat. Ya, itulah sepintas presentasi steak atau yang dikenal dengan sebutan bistik oleh orang Indonesia, yang diambil dari kata beef steak.

Daging yang digunakan tidak melulu daging sapi, bisa juga daging ayam ataupun ikan. Untuk ikan, biasanya menggunakan ikan salmon, gindara, ataupun dori. Kebanyakan daging steak dipotong tegak lurus dengan fiber otot. Inilah yang menambah kelegitan daging yang bisa dimasak dengan dipanggang ataupun digoreng dengan sedikit lemak atau minyak itu.

Waktu pemasakan steak umumnya bergantung selera perorangan. Pemasakan yang lebih cepat bakal menghasilkan daging yang lebih lembut dan bersari. Sebaliknya, proses pemasakan yang lebih lama mengurangi penampakan darah dan mengurangi isu mengenai penyakit yang mungkin disebabkan oleh daging yang kurang matang.

Makanya, ada beberapa ungkapan untuk menggambarkan kematangan steak. Seperti very rare yang berarti untuk 225 gram daging dimasak satu menit setiap sisinya. Alhasil, pada tingkat ini, bagian luar daging berubah warna, sedangkan dalamnya masih mentah. Mereka yang menyukai rasa daging yang masih sangat juicy umumnya akan memilih tingkat kematangan ini.

Sementara itu, rare masih sedikit lebih matang ketimbang very rare. Daging hanya dimasak dua menit untuk setiap sisinya dan warna permukaan daging masih merah muda. Bagian dalam pun masih mentah dan berdarah. Yang aman sebaiknya memilih medium, daging dimasak lebih lama, yakni tiga sampai empat menit sehingga bagian luarnya berwarna kecokelatan.Dalamnya memang masih terlihat merah muda, namun sudah hampir matang.

Bagi Anda yang menyukai steak matang, bisa memilih tingkat kematangan well done. Daging steak dimasak sampai lima menit, jadi dijamin kematangannya sempurna. Namun, justru tingkat kematangan seperti ini tidak disarankan. Sebab, daging akan kehilangan rasa gurih dan juicy-nya, bahkan teksturnya jadi agak alot. Apalagi jika tidak langsung disantap, melainkan didiamkan beberapa lama. Daging akan terasa keras.

Hidangan yang pertama kali diperkenalkan oleh tentara Inggris di Prancis setelah perang Waterloo ini memiliki beberapa varian. Sebut saja sirloin, tenderloin, t-bone,dan rib. Sirloin merupakan daging yang diambil dari bagian belakang, jadi teksturnya sedikit keras. Lain dengan tenderloin yang diambil di bagian depan sirloin dan di belakang tulang rusuk atau rib.

Sementara itu, t-bone adalah bagian tulang berbentuk huruf T yang dikelilingi daging pada kedua sisinya. Tulang rusuk –sesuai namanya– diambil dari daging yang berasal dari sekitar tulang rusuk. Steak rib disajikan bersama tulang rusuk, namun jika disediakan polos tanpa tulang, disebut rib eye steak.

Kebanyakan orang memilih daging impor untuk steak mereka, meskipun harganya lebih mahal dibandingkan daging sapi lokal. Pasalnya, daging sapi impor memiliki kualitas yang lebih bagus. Bagaimana tidak? Sapi-sapi ternak yang berasal dari Jepang, Amerika Serikat, Australia, ataupun Selandia Baru, itu diberi makan rumput yang berbeda sehingga memengaruhi kualitas daging serta susu yang dihasilkan.

Bahkan, konon sapi-sapi tersebut juga dipijat dan diperdengarkan musik sehingga dagingnya ketika sudah dipotong tidak liat. Daging boleh jadi yang menentukan kelezatan steak. Akan tetapi, ada unsur lain yang juga tidak kalah dalam membuat steak semakin tasty. Apalagi kalau bukan saus.

Sebelum dipanggang, biasanya daging lebih dulu dilumuri bumbu-bumbu seperti garam, merica, dan rempah lain serta diolesi minyak zaitun atau mentega. Setelah itu, barulah diberi saus yang membuat cita rasa daging lebih gurih. Pilihan saus tentu disesuaikan dengan keinginan sang pemesan. Di antaranya saus jamur, lada hitam, barbeque, brown, dan maitre' d butter.

Saus jamur terdiri atas irisan jamur champignon dan shitake yang terasa creamy plus sedikit manis. Saus brown juga manis, sebab ditambah dengan madu dan susu. Lain lagi dengan saus maitre' d butter yang berbentuk padat seperti lontong. Namun, saus akan segera meleleh begitu diletakkan di atas potongan daging sapi yang masih panas mengepul. Aroma mentega yang keluar bercampur parsley, bawang merah, lada, dan garam akan menggoda selera.

Perlu Anda ketahui, banyak hotel maupun restoran yang menggunakan red wine sebagai bahan untuk mengempukkan daging sekaligus memberi rasa pada daging yang sedang dibakar.

"Dengan cara ini, rasa dagingnya akan lebih keluar dan membuat daging jadi lebih gurih," kata Executive Chef Steak Lovers Waluyo.

Sebagian restoran menyiasati dengan menggunakan aneka rempah yang juga bisa membuat daging jadi gurih. Sebut saja lada hitam, thyme, daun parsley, serta minyak zaitun yang dioleskan ke bagian daging hingga merata.

Nah, steak bisa menjadi pilihan menu Anda hari ini. Atau Anda pun bisa membuat steak sendiri di rumah, sesuai dengan resep yang ada. Selamat mencoba!(SINDO//ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.



image

Tidak ada komentar: