Rabu, 22 Juni 2011

Nyok Wisata Kuliner Betawi pasti siip

Nyok Wisata Kuliner Betawi pasti siip


Nyok Wisata Kuliner Betawi

Posted: 21 Jun 2011 09:57 PM PDT

KANGEN dengan masakan khas Betawi? Datang saja ke Hotel Acacia yang menyajikan kuliner Betawi dalam rangka Hari Ulang Tahun DKI Jakarta. 


Anda yang tinggal di Jakarta dan mengaku warga kota ini, pasti sudah mencicipi aneka hidangan khas Tanah Betawi. Sayur asem dan semur jengkol hanyalah segelintir contoh makanan Betawi yang sering kita jumpai. Namun, makanan Betawi tidak terbatas pada dua menu tersebut ditambah kerak telor. Jika kita telusuri, Betawi juga kaya akan ragam makanan lain.
 
Sebut saja gurame kuah pucung. Gurame dengan daging yang tebal dan gurih ini diolah dengan bumbu khas Betawi dan kuahnya berwarna kehitaman. Apa yang membuat kuahnya menjadi hitam? Orang Jawa mengenalnya dengan sebutan kluwek, nah di Tanah Betawi orang menyebutnya pucung.
 
Kluwek yang hitam ini menjadikan hidangan semakin gurih. Jika diperhatikan, gurame kuah pucung mirip dengan masakan rawon. Selain gurame, ikan gabus dan patin juga biasa dibuat kuah pucung. Masakan ini ditambahkan kunyit dan belimbing wuluh ke dalamnya sehingga rasanya sedikit asam segar.
 
Sedikit tips dari Poniran, salah seorang chefThe Acacia Jakarta, masukan lebih dulu belimbing ke dalam masakan, menyusul bumbu dapur. "Beri jarak 10-15 menit. Sementara ikan digoreng setengah matang saja agar tidak hancur, baru tumis dengan bumbu," kata Poniran.
 
Meski digoreng setengah matang, hasilnya bumbu meresap sempurna ke dalam ikan. Ada pula ayam bakar kuning yang mirip dengan bumbu pesmol, tetapi lebih kental. Dalam kesempatan ini juga ada sate kikil dan semur telur ala Betawi. Menurut Poniran, semur telur khas Betawi di samping menggunakan kentang, telurnya tidak digoreng. Jadi, cukup direbus saja.
 
Agaknya tak salah bila Anda berkunjung ke hotel ini untuk mencicipi hidangan tempo dulu dari Betawi. Bahkan, di sini Anda bisa merasakan sayur yang populer di kalangan masyarakat Betawi, namun kini sudah sulit ditemukan, yakni sayur babanci yang mungkin hampir punah keberadaannya. Wajar saja mengingat bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan sayur babanci semakin sulit ditemukan di kota megapolitan ini. Sebut saja temu mangga, kedaung, bangle, adas, dan lempuyang. Namun, di beberapa daerah, sayur ini masih menyapa pencintanya pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.
 
Sayur yang menggunakan santan ini tidak jauh beda penampilannya dengan gulai. Kuah boleh kental, tapi cita rasa tetap segar. Konon karena sayur ini tidak jelas dikategorikan sayur atau gulai, maka disebutlah sayur babanci yang diambil dari kata "kebancibancian". Untuk sayurnya sendiri, isinya beragam seperti pokchoy, kol, dan ada juga jamur. Belum lagi potongan daging yang ikut ditambahkan. Rasa yang hadir ada manis dan sedikit asin. Pokoknya gurih.
 
Public Relations Manager The Acacia Jakarta Sidik Kadarsyah mengatakan, agar pengunjung tidak bosan dengan menu harian Betawi ini, maka setiap hari ditampilkan menu makanan yang berbeda untuk menghindari kemonotonan. Melengkapi hidangan utama, pihak hotel juga menyediakan jajanan pasar yang bisa dicicipi.
 
Ada kue cucur, putu mayang, lemper, dodol betawi, dan kue dongkal. Adapun kue dongkal adalah panganan yang terbuat dari tepung beras dan gula merah yang kehadirannya sudah amat langka. Padahal sebenarnya untuk membuatnya tidak terlalu rumit. Panganan ini disajikan dengan kelapa parut kukus yang dicampur sedikit garam. 
 
Dodol betawi sedikit berbeda dengan dodol garut. Ukurannya lebih lebar dan lebih keras daripada dodol asli Garut. Warnanya pun lebih gelap. Adapun untuk minuman, cobalah jali-jali yang menjadi mocktail pada bulan ini. Minuman ini perpaduan dari jus jambu, jeruk, whipping cream, dan simple syrup. Untuk penutup, asinan pengantin enak dijadikan dessert.
 
Program yang dinamakan Kampoeng Kite ini diselenggarakan pada 1-30 Juni 2011. "Berbeda dengan tahun lalu, ketika ulang tahun Jakarta bertepatan dengan World Cup, jadi kami menghadirkan nuansa sepak bola juga. Kalau sekarang murni ornamen khas Betawi yang dimunculkan," kata Sidik.
 
Di pintu masuk, pengunjung akan disambut dengan kehadiran ondel-ondel yang merupakan karya terbaik dari perajin yang memenangi juara pertama tingkat Provinsi DKI Jakarta dalam acara Festival Ondel-Ondel 2010. Sebagai hiburan, pengunjung disuguhkan aksi pencak silat dari Sanggar Silat Sabeni Tanah Abang. Selain itu ada pertunjukan tari Lenggang Nyai dan Topeng Gong. Untuk menikmati hidangan buffet, setiap orang hanya dikenakan biaya Rp138.800.
(SINDO//tty)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: