Jumat, 08 Juli 2011

“Abon Lele, Teman Nikmat Santap Siang” plus 2 more

“Abon Lele, Teman Nikmat Santap Siang” plus 2 more


Abon Lele, Teman Nikmat Santap Siang

Posted: 06 Jul 2011 10:06 PM PDT

IKAN lele ternyata tidak hanya bisa dimasak dengan cara digoreng atau dikukus. Di Desa Kemuning Tarik, Sidoarjo,  warga berhasil mengolah ikan lele menjadi abon lele yang nikmat dimakan sebagai lauk makan siang.

Dinilai dari rasanya, abon ikan lele tidak kalah rasanya dengan abon daging sapi. Selain gurih dan renyah, abon ikan lele juga memiliki rasa pedas berasal dari bumbu rempah yang diolah dengan garam dan gula.

Sayangnya, meski telah dikenal warga Sidoarjo, keberadaan makanan abon ikan lele masih jarang ditemui di pasaran. Karena keterbatasan dana, abon ikan lele hanya diproduksi warga berdasarkan pesanan.

Tahap pembuatan

Membuat abon ikan lele sebenarnya mudah, hanya dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran waktu untuk memroduksinya. Ada beberapa tahap untuk membuat abon ikan lele, dimulai dari tahap pengukusan di mana ikan lele yang telah dibersihkan kemudian dikukus di atas panci air panas.

Setelah dikukus, ikan lele kemudian dikupas kulitnya untuk diambil dagingnya. Daging ikan lele yang berhasil disisihkan kemudian digoreng, dihancurkan, dan dilembutkan di atas penggorengan.

Daging ikan lele yang telah dilembutkan di atas penggorengan kemudian diberi bumbu olahan yang terbuat dari bahan rempah, seperti bawang putih, bawang merah, cabe, lengkuas, dan sedikit merica. Setelah tercampur bumbu olahan, daging ikan lele kemudian digoreng hingga kering.

Produksi terbatas

Tidak mahal untuk mendapatkan abon ikan lele siap hidang yang dikemas dalam kemasan plastic ini. Warga mematok harga Rp5 ribu per kemasannya. Namun untuk mendapatkan abon ikan lele hasil produksi warga Desa Kemuning Tarik, Sidoarjo, pembeli harus memesan terlebih dahulu dengan minimal pemesanan 100 kemasan untuk sekali produksi.

Untuk sementara waktu, warga yang sebagian besar berprofesi sebagai peternak ikan lele ini hanya memproduksi makanan abon ikan lele untuk pesanan di sekitar wilayah kota Sidoarjo. Warga berharap, produksi makanan khas Sidoarjo ini mendapat perhatian dari pemerintah setempat sehingga warga bisa memasarkannya lebih luas ke berbagai daerah.(Pramono Putra/SUN TV/ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.



image

Betutu yang Istimewa

Posted: 04 Jul 2011 09:34 PM PDT

SIAPA yang tidak kenal dengan kelezatan ayam atau bebek betutu? Hidangan ini merupakan lauk yang terbuat dari ayam atau bebek utuh. Daging ayam atau bebek ini lalu dimasukkan bumbu ke dalamnya beserta sayuran. Selanjutnya, daging dipanggang dalam api sekam.
 
Betutu bukan hanya dikenal oleh masyarakat Bali. Masyarakat di daerah lain pun, terutama di Jakarta, sudah terbius dengan gurihnya daging betutu. Terbukti, tidak sedikit restoran khas Bali yang menyajikan hidangan ini untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Di Bali, tepatnya di Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, adalah salah satu produsen ayam betutu. Betutu juga merupakan makanan khas daerah Gilimanuk. Selain dijual, betutu juga digunakan sebagai sajian pada upacara keagamaan dan upacara adat. Penikmat betutu tidak hanya datang dari masyarakat lokal, juga para wisatawan asing.

 
Konon, dulu di Bali, sajian betutu kerap dimasak dengan cara khusus. Ayam atau bebek yang telah diberi bumbu, dibungkus daun pisang, kemudian ditanam di dalam tanah dan ditutup dengan bara api di atasnya. Memasaknya membutuhkan waktu antara 5-7 jam.
 
Dewasa ini, pengolahan ayam atau bebek betutu sudah lebih dipermudah untuk mempersingkat waktu dan lebih ringkas. Daging tersebut cukup dibungkus dengan daun pisang, lalu dikukus sekitar 45 menit. Selanjutnya tinggal memanggangnya sebentar di oven. Biasanya, sayuran seperti daun singkong, ikut dimasukkan ke dalam daging bersama bumbu. Anda bisa juga bereksperimen dengan menambahkan baby corn maupun buncis sehingga sajian ayam atau bebek betutu menjadi lebih kaya gizi.
(SINDO//tty)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.



image

Nikmatnya Nasi Campur Bali

Posted: 04 Jul 2011 09:21 PM PDT

TIAP daerah di Indonesia mempunyai nasi campur khas masing-masing, seperti nasi rames atau nasi gudeg. Begitu pun Bali dengan nasi campurnya. Apa keistimewaannya?


Berbicara Bali memang tak pernah ada habisnya. Segalanya yang berlabel made in Bali sepertinya mempunyai kekuatan "magis" yang mampu memikat banyak orang. Tak heran, sebagian kalangan suka menjadikan provinsi yang terkenal akan tari kecaknya ini sebagai rumah kedua mereka.

Di balik ragam sajian makanan orisinal Pulau Dewata, ada satu yang menjadi incaran banyak orang. Apalagi kalau bukan nasi campur bali. Rasanya belum lengkap kunjungan ke pulau ini bila belum mencicipi kuliner legendaris tersebut. Paket nasi campur komplet pada umumnya meliputi nasi putih, kacang goreng, sate tusuk, sate lilit, urab, lawar, tum ayam, pepes ikan, ayam sisit, udang bumbu bali, telur, ares, dan sambal matah.
 
Sambal matah yang menjadikan nasi campur ini terasa pedas. Melihat penampilannya saja sudah cukup menantang dan mengundang selera. Sambal ini terbuat dari cabai rawit merah yang dipotong kecil-kecil kemudian dicampur garam dan digoreng dengan minyak kelapa murni atau minyak sayur hingga cabai sedikit layu, tapi tetap segar saat digigit. Bahanbahan yang digunakan untuk membuat sambal ini tidak diulek, melainkan hanya diiris. Begitu pun dengan terasinya. Terasi digoreng, setelah matang tinggal dicampur dengan bahan lain dan diberi perasan limau. Ditambah dengan bawang merah dan putih yang membuatnya harumsertadaun jeruk dan sereh yang turut dicampur ke dalam sambal. Sebelum disajikan, sambal dicampur dengan bawang goreng. Mantap pedasnya.

Menurut Operational Manager Restoran Ayam Betutu Khas Gilimanuk Bali Ervita Marviani, dibandingkan daerah lain, masakan Bali memang lebih berani menyajikan rasa pedas.
 
"Masakan Bali menggunakan rawit merah. Beda dengan masakan Padang yang memakai cabai merah keriting," kata Ervita.
 
Bukan hanya soal tingkat kepedasan, soal bumbu pun masakan Bali terbilang lebih menggigit. Boleh dibilang, semua jenis rempah digunakan untuk membuat satu jenis masakan khas Bali.
Dan, rempah yang paling banyak dipakai adalah kencur. Untuk menghilangkan bau amis pada daging dan penambah rasa, itulah kegunaan kencur.
 
Di Bali, setiap restoran atau rumah makan yang menyediakan nasi campur mempunyai versi masing-masing. Rumah makan Nasi Campur Ayam Kampung Men Weti misalnya, yang terletak di Jalan Pantai Segara Sanur, Bali. Nasi campur besutan rumah makan ini terdiri atas bermacam lauk, di antaranya jukut urab, suwir ayam, ikan tuna pedas, ayam betutu, sate lilit, telur bumbu tomat pedas, kacang tanah goreng, serta kerupuk kulit ayam, dan tak lupa sambal matah yang akan membuat Anda ketagihan.

Lain lagi dengan nasi campur ala Warung Made di Jalan Raya Kuta, Bali. Untuk menemani sepiring nasi hangat yang disajikan, ada bermacam lauk yang bisa dipilih. Seperti sate lilit tuna, tempe goreng kering, tahu bumbu kuning, ikan asin, tahu dan tempe goreng, lengkap dengan parutan kelapa di atasnya.
 
Selain nasi campur, ada pula nasi ayam atau bebek betutu yang tidak kalah populer. Terdiri atas nasi putih, ayam atau bebek betutu, sate lilit, sambal matah, plecing kangkung, dan kacang goreng.

Betutu adalah ayam atau bebek yang sudah dimasukkan bumbu serta sayuran (biasanya daun singkong), dibungkus dengan daun pisang, baru kemudian dipanggang. Untuk mengolah makanan ini dibutuhkan waktu yang cukup lama. Sementara itu, sate lilit juga merupakan masakan kebanggaan masyarakat Bali. Untuk membuatnya, dibutuhkan daging ayam giling dan bahan-bahan seperti kelapa parut, lada hitam, gula merah, daun jeruk, dan bumbu dasar ayam.

"Semua bahan dicampur dan dililitkan pada tusuk sate atau batang sereh, kemudian dipanggang di atas api," kata Operational Manager Restoran Marengo Sally Marlina.
 
Perlu diketahui, untuk melilit adonan ini pada batang sereh ataupun tusuk sate, tidaklah semudah yang dibayangkan. Dibutuhkan perhatian yang ekstra. Plecing kangkung turut meramaikan nasi ayam atau bebek betutu.
 
Plecing kangkung adalah kangkung yang direbus dan disajikan dengan sambal tomat yang dibuat dari cabai rawit, terasi, serta tomat. Untuk menambah kesegaran, biasanya plecing kangkung diberi perasan jeruk limau. Ayam sisit yang bisa ditemukan pada nasi campur bali, sebenarnya adalah ayam suwir. Sebelumnya daging ayam dibumbui dengan bawang putih dan garam, kemudian dimasak menggunakan api kecil hingga matang. Kencur sudah pasti digunakan dalam pembuatan masakan ini. Daging lalu disuwir-suwir dan ditumis dengan bumbu halus bersama tomat hingga matang. Tak lupa perasan jeruk limau ditambahkan ke dalam masakan.
 
Untuk mencicipi nasi bali ini, Anda yang tinggal di luar Pulau Dewata tentu tak harus selalu terbang ke sana. Di Jakarta dan mungkin di kota-kota besar lain sudah dibuka banyak restoran yang menyediakan menu tersebut.
(SINDO//tty)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.



image

Tidak ada komentar: