Jumat, 22 Juli 2011

“Aman Simpan Seafood Segar dalam Kulkas” plus 2 more

“Aman Simpan Seafood Segar dalam Kulkas” plus 2 more


Aman Simpan Seafood Segar dalam Kulkas

Posted: 22 Jul 2011 04:33 AM PDT

DI masa lalu, masyarakat bingung bagaimana cara menyimpan seafood seperti ikan, kerang, cumi, atau udang di dalam lemari pendingin. Kini Anda tak perlu bingung lagi, karena lemari pendingin menjadi cara menyimpan seafood untuk ciptakan kesegaran.

Kondisi seafood berada di dalam lemari pendingin sangat baik, namun bagaimana caranya agar tetap segar? Untuk mengetahuinya, intip bagaimana cara menyimpan seafood dengan baik, seperti dilansir Ehow.

Potong seafood dengan pisau tajam

Buat permukaan ikan secara utuh atau dengan cara dipotong-potong di dalam plastik tapi perhatikan kondisinya jangan sampai lembap. untuk jenis kerang tidak harus dibuang kulitnya.

Pisahkan ikan atau kerang menjadi bagian yang akan dikonsumsi

Masukkan kerang ke dalam kantung plastik kecil, lalu buanglah setiap udara yang masuk. Bungkus ikan utuh atau fillet dalam bungkus plastik film.

Ikan atau kerang masukkan ke dalam kantung berukuran besar.

Untuk potongan ikan, pakailah kantung plastik yang berukuran agak besar agar air tidak masuk dalam plastik tersebut. Kondisi plastik yang baik akan mendistribusikan seluruh di seluruh permukaan dengan baik, tanpa membiarkan ada potongan untuk disentuh.

Petunjuk:

Bekukan dalam porsi masing-masing, bila lebih kecil. Porsi menyimpan seafood akan lebih cepat mencair ketika dikeluarkan dari lemari pendingin.(nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.



image

Kemewahan Jamur dalam Cappucino Di Fungi

Posted: 22 Jul 2011 02:53 AM PDT

BERKAITAN dengan jamur, Hotel Aryaduta Semanggi mempersembahkan masakan Italia dengan bahan dasar mushroom. Salah satunya, Cappuccino Di Fungi. Pengunjung yang ingin memulai santap siang atau malam dengan sup hangat bisa memesan Cappuccino Di Fungi.

Makanan khas Venezia, Italia ini biasanya disajikan untuk makanan rumahan. Dengan mengunggulkan cita rasa mushroom, Cappuccino Di Fungi yang merupakan makanan berjenis sup memiliki bentuk klasik sesuai dengan daerah asalnya.

"Cappuccino Di Fungi ini kita coba eksplorasi tapi tetap tidak menanggalkan rasa keasliannya," kata Radi Masrta Basri, Manager Restaurant & Banquet Hotel Aryaduta Semanggi, Jalan Gamisum Dalam No 8, Karet Semanggi, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (21/7/2011).

Untuk lebih mempercantik penampilan, sup yang satu ini dilengkapi dengan beberapa foam yang di-shake.

"Ada foam, creamy dipanasin dan kita shake, kita tempered dan menghasilkan foam. Itu yang kita inginkan agar terlihat indah oleh mata," papar Radi.

Untuk semakin menambah cita rasa gurih, kentang, bacon atau daging asam dimasukkan ke dalam mushroom tersebut.

"Biar menambah kelezatannya kita tambahkan kentang, bacon, serta mushroom-nya yang kita bentuk di tengahnya," tandasnya.

Cappuccino Di Fungi lebih mengutamakan rasa mushroom yang membuat masakan ini memiliki cita rasa khas.

"Sup agak creamy dan itu diblender, ada seledri, dan mushroom-nya, makanya warna agak cokelat. Masakan ini lebih menonjolkan rasa mushroom-nya yang kental biar masakan ini lebih khas," tutupnya.

Pada sentuhan akhir, Cappuccino Di Fungi dilengkapi telur puyuh setengah matang di atas toping kentang.(nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.



image

Mango Sago, Dessert Lezat JW Marriot

Posted: 22 Jul 2011 01:33 AM PDT

BUAH mangga menjadi santapan lezat bila kita tahu cara mengolahnya. Santapan lezat berbahan mangga disajikan Hotel JW Marriot lewat menu mango sago.

Mango sago adalah jenis makanan penutup alias dessert. Dengan kesegaran buah mangga yang digunakan, mango sango sangat cocok disajikan pada cuaca panas.

"Mango sago ini jenis dessert dan bahan utamanya adalah mangga," kata Chef Sumarsana saat ditemui di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta, Kamis (21/7/2011) malam.

Mangga yang dipilih adalah jenis mangga arum manis yang sesuai namanya mampu menciptakan aroma yang khas ketika disajikan.

"Mangga yang kita pilih adalah mangga arum manis agar saat disajikan terasa aroma mangganya," lanjutnya.

Cara pembuatan mango sago terbilang mudah. Bila Anda ingin menyajikan mangga untuk memanfaatkan rasa manisnya tapi tidak ingin menyajikannya secara utuh, Anda bisa mengolah mangga dengan cara diblender (puree). Namun, cara pengolahan ini akan menghadirkan rasa yang sangat berbeda.

"Buah mangga diblender seperti puree mango, tapi rasanya sangat beda, lebih nikmat kalau disajikan secara utuh," lanjutnya.

Biar dessert terasa lebih manis, Anda bisa menambahkan sirup gula merah atau es krim.

"Ada air gula biar lebih manis, bisa juga ditambah es krim biar lebih menambah aroma manis di dalamnya," tutupnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.



image

Tidak ada komentar: