Minggu, 31 Juli 2011

“Finger Food ala Asia Terrace” plus 2 more

“Finger Food ala Asia Terrace” plus 2 more


Finger Food ala Asia Terrace

Posted: 31 Jul 2011 12:55 AM PDT

UNTUK Anda yang hobi menyantap finger food, Asia Terrace bisa menjadi pilihan. Tempat makan yang belum lama dibuka ini menyajikan aneka finger food, lengkap dengan pemandangan Kota Jakarta.

Finger food secara harfiah diartikan sebagai makanan jari karena ukurannya sebesar jari, atau bisa juga dimaknai panganan berbentuk mungil yang umumnya bercita rasa gurih atau manis. Lantaran ukurannya itulah, finger food kerap disantap langsung atau sekali suap, atau dikonsumsi menggunakan tangan dan akan habis dalam sekali-dua kali suapan.

Selain disajikan untuk camilan keluarga sehari-hari atau sebagai hidangan pembuka pada acara jamuan makan, menu-menu finger food juga biasa dihidangkan pada jam-jam sebelum makan siang ataupun makan malam.

Sama halnya dengan aneka finger food yang menjadi pilihan di Asia Terrace, ekstension atau beranda luar Asia Restaurant yang ada di lantai lobi The Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta.

"Finger food di sini banyak dipesan setelah jam makan siang, sebelum jam makan malam, atau sekitar pukul 15.00-17.00," kata Director of Public Relations The Ritz Carlton Jakarta Hanny Gunawan.

Menurut Hanny, Asia Terrace yang punya kapasitas 30 orang bisa menjadi pilihan tempat hang out terbaru yang menyuguhkan pemandangan gedung pencakar langit Kota Jakarta. Menu-menu di sini tentu saja dapat dinikmati bersama keluarga, teman, dan rekan bisnis sambil bersantai.

Area teras Asia Restaurant yang diluncurkan pertengahan Juli lalu ini memberikan suasana yang sangat nyaman dan cocok dijadikan lokasi untuk mengobrol, sambil ditemani aneka pilihan finger food.

Chef de Cuisine Asia Restaurant Syaiful Bahri mengatakan, terdapat beragam menu finger food yang dapat Anda pilih di sini. Di antaranya aneka dim sum, sup, dan little bites dengan porsi yang cukup besar dan bisa di-sharing alias disantap bersama.

"Terdapat tiga menu finger food yang menjadi favorit di Asia Terrace, yaitu nachos with chili concaine, fried crispy calamari, dan barbeque chicken wing," kata Syaiful.

Nachos with chili concaine merupakan menu khas Meksiko yang wajib dicoba. Adapun yang membedakan keripik yang terbuat dari jagung ini dengan menu sejenis di tempat lain adalah chili concaine-nya, plus tiga varian hidangan yang dijadikan menu pendamping.

Taburan buah camole yang disajikan di atas nachos melengkapi sajian daging bolognaise di dalamnya. Sementara yang menjadi pendamping nachos adalah salsa yang berisi tomat, bawang bombai, daun ketumbar, dan dicampur dengan lemon juice. Ada juga gucamule, perpaduan alpukat california dengan lime juice yang diaduk jadi satu.

Berbicara tentang kuliner Meksiko, belum lengkap rasanya jika tidak menambahkan green chili atau jalapeno untuk disantap bersama nachos. Di sini, jalapeno yang digunakan merupakan hasil fermentasi sehingga berbentuk menyerupai acar. Rasanya asam dan sedikit pedas.

"Keripik jagungnya lembut sehingga jadi favorit dan berbeda daripada yang lain," imbuh Syaiful.

Tidak lengkap rasanya jika menyebut finger food tanpa menu barbeque chicken wing. Ya, kudapan yang memanfaatkan sayap ayam sebagai bahan dasar ini menggunakan home made barbeque sauce yang kemudian dibalur pada chicken wing dan didiamkan selama satu hari.

Untuk pengolahan akhir, chicken wing dioven dan disajikan bersama saus barbeque yang didominasi rasa manis. Hidangan laut juga melengkapi sajian finger food di Asia Terrace. Ada fried crispy calamari yang menggunakan cumi sebagai bahan dasar.

Menu ini diolah dengan gaya masakan China, yakni cumi lokal dibalut tepung san pan. Adapun yang unik, calamari yang digoreng crispy ini menggunakan garnish telur dadar.(SINDO//nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Kue Bulan Musim Semi

Posted: 30 Jul 2011 11:21 PM PDT

KUE bulan yang menjadi panganan tradisional khas Tionghoa merupakan sajian wajib pada perayaan festival musim gugur setiap tahun. Dalam rangka merayakan festival musim gugur, Hotel JW Marriott Jakarta menghadirkan ragam kue bulan yang melegenda.

Kue bulan yang dikenal dalam dialek Hokkian sebagai gwee pia atau tiong chiu pia merupakan kue dengan ciri berbentuk bulat. Menurut kebiasaan, kue bulan dihadirkan masyarakat Tionghoa tiap kali musim gugur tiba. Nah, dalam rangka merayakan festival musim semi pula, Hotel JW Marriott menghadirkan kembali kue bulan.

Kali ini kue tersebut tampil dengan varian rasa baru, yakni snow skin golden corn paste. "Kue bulan dengan rasa baru ini merupakan kue snow skin yang berisi jagung manis," kata Executive Chinese Chef Hotel JW Marriott Jakarta John Chu. Kelegitan rasa kue bulan sangat menggoda selera.

Adapun varian rasa kue ini yang dihadirkan di JW Marriott, antara lain teratai putih dengan satu atau dua kuning telur, teh hijau, kacang merah, wijen hitam dengan kuning telur, premium cokelat lindt, durian, dan kreasi terbaru dari Chef John Chu, yaitu jagung manis.

"Pearl Chinese Restaurant telah mempersiapkan kue bulan khas yang terdiri atas dua jenis, yaitu kue bulan panggang dan snow skin. Semuanya bisa dipesan sesuai selera," ujar sang chef.

Aneka kue yang diyakini sebagai pembawa keberuntungan ini dihadirkan sejak 18 Juli hingga 18 September 2011, dan dijual di lobi hotel pukul 10.00-22.00 WIB.

Dikenal sebagai tempat yang memproduksi kue bulan terbaik, JW Marriott mempersembahkan kue bulan yang dibuat dengan cara tradisional tanpa bahan pengawet, tanpa pewarna buatan, dan tanpa pemanis buatan.

Tidak hanya rasanya yang menggoda, kue bulan juga disajikan dengan presentasi kotak khusus yang stylish, menarik, bergengsi, dan sangat eksklusif. Kotak kue bulan ini dipercantik dengan gambar Chang Er (Dewi Bulan) di atasnya. Produk ini bisa menjadi hantaran atau hadiah yang menakjubkan untuk keluarga, teman, dan rekan kerja dalam menyemarakkan festival musim gugur.

Hotel JW Marriott menawarkan beragam paket, antara lain moon cake traditional baked big (terdiri atas empat kue bulan panggang besar) dengan harga Rp298.000++, moon cake traditional baked small (terdiri atas enam kue bulan panggang kecil) dengan harga Rp228.000++, dan moon cake snow skin small (terdiri atas enam kue bulan snow skin kecil) dengan harga Rp288.000++. Kue bulan tersebut juga dapat dibeli satuan.(SINDO//nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.



image

Farah Quinn Berbagi Pengalaman Memasak

Posted: 30 Jul 2011 09:27 PM PDT

SEBAGAI seorang chef dan host acara memasak di salah satu stasiun televisi, kiprah Farah Quinn di industri pangan semakin bersinar. Wanita berdarah Palembang ini pun kerap menjadi bintang tamu di berbagai cooking demo yang membuat banyak orang penasaran dengan beragam masakannya.

Menjawab kebutuhan tersebut, chef yang memopulerkan tagline "This is it!" itu meluncurkan buku resep makanan yang diberi judul 'Healthy Happy Family by Farah Quinn'.

"Akhirnya buku 'Healthy Happy Family' terbit juga setelah sekian lama terhambat karena kesibukan saya. Buku ini merupakan media saya untuk berbagi pengalaman pada kaum ibu, bagaimana memberikan anak makanan yang sehat sejak lepas dari ASI (air susu ibu)," kata Farah di Tupperware Home, Jl Tirtayasa, Jakarta, Sabtu (30/7/2011).

Buku setebal 198 halaman ini terdiri atas informasi dan pengalaman Farah memberikan makan yang benar untuk sang buah hati Armand sejak berusia empat bulan. Begitu juga dengan informasi resep makanan sehat bagi seluruh anggota keluarga.

"Sejak lepas dari ASI, banyak moms yang langsung memberikan sang buah hati bubur instan yang banyak dijual di pasaran. Padahal bubur instan itu belum tentu sehat karena banyak mengandung gula pasir untuk membuat rasanya lebih enak. Itulah mengapa saat besar sang anak menjadi begitu menyukai makanan manis seperti permen dan tidak ingin mengonsumsi sayur," jelas istri Carson Quinn ini. 

Selain proses pembuatan yang kurang sehat karena melalui tahap bleaching, penambahan gula pasir, membuat bubur tersebut hilang kandungan gizinya. Gula pasir begitu cepat diserap tubuh, tapi juga cepat dilepaskan tubuh sehingga membuat anak lebih mudah lelah.

"Konsumsi gula pasir berlebih akan membuat anak hiperaktif karena merasakan tambahan energi. Tapi tak lama, sang anak akan mengantuk dan cepat lelah, kasian bukan? Maka sebaiknya moms meminimalisir penggunaan gula pasir dan pilih yang lebih alami seperti pure maple syrup," tutupnya.(nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: