Sabtu, 23 Juli 2011

“The Food Hall Pamerkan Burger Terbesar” plus 2 more

“The Food Hall Pamerkan Burger Terbesar” plus 2 more


The Food Hall Pamerkan Burger Terbesar

Posted: 23 Jul 2011 04:19 AM PDT

JAKARTA- Satu lagi hasil karya anak bangsa berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori burger terbesar.

Burger berdiameter 89 meter dengan tinggi 38 cm ini diciptakan The Food Hall dan dipamerkan di Grand Indonesia, Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (23/7/2011).

Budi Susanto selaku general manager The Food Hall mengatakan, jika pihaknya ingin membuat sesuatu yang fun.

"Datang dari kami, kita ingin membuat yang fun. Burger adalah perpaduan yang komplit dan ini satu cara untuk mengetahui masyarakat ada ciri khas dari Food Hall. Kita selalu memunculkan ide-ide yang kreatif," paparnya.

Dalam membuat burger terbesar ini, pihaknya butuh waktu 7 hingga 8 minggu untuk merencanakan pembuatan burger tersebut. Selain itu dalam pembuatan burgernya pun perlu membutuhkan proses tiga kali pembuatan rotinya.

"Kita buat rotinya saja sampai tiga kali proses karena kita ingin benar-benar total dalam pembuatan rotinya," imbuhnya.

Selain itu, dikatakannya lagi mengapa pihaknya membutuhkan banyak daging sebagai pelengkap burger tersebut bukan satu daging besar saja.

"Kalau dagingnya cuma satu dan ukurannya besar, proses pematangannya itu akan susah," tandasnya.

Burger terbesar ini juga akan tetap dipajang sampai jam 19.00 WIB.

"Jika para konsumen mau datang melihat silahkan saja. Burger ini akan kami pajang sampai jam 7 malam dan juga burger ini silahkan dinikmatin," pungkasnya.

Perlu diketahui, jika bahan dasar yang digunakan untuk membuat burger terbesar ini adalah Onion (10 kg), Lettuced head (10 kg), Selada kering (10 kg), Tomat (15 kg, Pickles (2 kg), Mayonnaise (1 gallon), Tomato sauce (1 gallon), Lean perrin sauce (10 kg), Bread crumb (10 kg), Beef (100 kg), Tepung terigu (10 kg).(nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Ade Namnung Pantang Makan Kambing

Posted: 23 Jul 2011 02:46 AM PDT

JAKARTA- Artis Ade Namnung tergolong orang penyuka makanan. Tetapi ada satu jenis makanan yang tidak pernah disantap selama hidupnya, yaitu daging kambing.

"Aku itu termasuk orang yang suka makan tapi kalau disuruh makan daging kambing, aku enggak mau," tegas Ade Namnung saat ditemui di The Food Hall, Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (23/7/2011).

Pemilik nama asli Syamsul Effendi ini tidak mau mengkonsumsi daging kambing karena bau kambing yang khas dan tidak bisa diterima olehnya.

"Bau kambingnya itu mas yang aku ogah banget. Makanya aku enggak mau makan daging kambing," tandasnya.

Diakuinya, sejak kecil dirinya sudah tidak mengkonsumsi daging kambing.

"Aku memang dari kecil sudah tidak makan kambing, dulu pernah ayah saya motong kambing di pekarangan rumah, nah pas saya cium bau kulit kambingnya langsung terdoktrin di otak saya untuk tidak makan kambing," lugasnya.

Lebih lanjut, pria kelahiran tahun 1977 ini mengatakan, dirinya pun pernah mencoba daging kambing tersebut tapi entah kenapa tetap tidak bisa menerimanya.

"Aku pernah coba makan daging kambing, itu juga karena sahabat saya Peppy. Dia pernah suruh saya coba daging kambing tapi enggak tahu kenapa rasa kambingnya itu nggak aku bisa terima banget," tukasnya. (rik)
(nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Rengginang, Camilan Nikmat Ruhut Sitompul

Posted: 22 Jul 2011 08:38 PM PDT

TIDAK hanya makanan berat, tapi Ruhut Sitompul pun suka mencicipi camilan ringan. Terbukti, di mobil politisi Partai Demokrat ini banyak ditemukan camilan. Apa saja?

 
"Saya memang tipe suka makan. Sampai di mobil saya pun banyak camilan. Kadang saya bawa kacang, kerupuk kulit, dan rengginang yang sangat nikmat rasanya. Kadang saya juga bawa tempe mendoan," cerita Ruhut Sitompul saat dihubungi okezone melalui telepon selulernya, belum lama ini.
 
Alasan membawa camilan, kata Ruhut, untuk menggajal perut saat lapar.
 
"Saya di rumah saja suka masak. Pembantu saya minta eksperimen resep makanan yang saya dapatkan selama berkeliling Nusantara. Kalau kurang ini dan itu saya bilang. Tapi kalau sudah lapar, saya biasanya makan tempe goreng," tambah Ruhut.    
 
Ruhut beruntung tidak ada masalah dengan kesehatannya, sehingga bebas mencicipi berbagai jenis makanan.
 
"Mau makan jeroan, bersantan, atau apa saja tak masalah. Tapi saya imbangi dengan olahraga, seperti jalan kaki dan berenang," tutup Ruhut yang tiga kali seminggu berenang di rumah.
(tty)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: Ten Years Of Media Lens - Our Problem With Mainstream Dissidents.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: