Jumat, 12 Agustus 2011

“Cara Olah Daging Kerbau yang Lezat” plus 2 more

“Cara Olah Daging Kerbau yang Lezat” plus 2 more


Cara Olah Daging Kerbau yang Lezat

Posted: 12 Aug 2011 12:45 AM PDT

DAGING kerbau termasuk daging yang lama diolah lantaran teksturnya yang keras daripada daging sapi. Adalah tantangan bagi Anda untuk menjadikan daging kerbau empuk dalam sebuah menu yang lezat.

Diakui pakar budaya Betawi Indra Sutisna, mengolah daging kerbau membutuhkan kesabaran tinggi. Lamanya proses pengolahan terutama pada tahap perebusan.

"Daging kerbau bisa direbus terlebih dahulu untuk mendapatkan rasa keempukannya. Daging kerbau yang direbus menjadi lebih enak dan gampang dikunyah," jelasnya ketika ditemui okezone di acara "Bango Kenduri Semur Nusantara" di Restoran Rempah-Rempah, Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (10/8/2011).

Namun ditambahkan Indra, daging kerbau boleh-boleh saja tidak direbus untuk menjaga rasa aslinya. Selain itu, rasa yang dihasilkan akan lebih baik lantaran bumbu bila lebih meresap ke dalam daging ketimbang direbus terlebih dahulu.

"Kalau daging kerbau tidak direbus, maka rasa dagingnya lebih menyatu dan meresap dengan bumbu, tapi memang serat-seratnya menjadi lebih keras," lanjutnya.

Indra memaparkan, mengolah daging kerbau bisa dilakukan dengan dua cara. "Pertama untuk yang tidak ditumis; daging dimasukkan ke wadah, masukkan bumbu, diremas-remas, lalu dimasak sekitar hitungan menit. kedua dengan ditumis; bumbu ditumis, lalu dimasukkan ke daging yang telah ditempatkan dalam satu wadah. Atau bisa juga, bumbu ditumis sampai matang baru dimasukkan daging," tutupnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Ikan Bakar & Sambal Dabu-Dabu, Menu Favorit Nola

Posted: 11 Aug 2011 11:44 PM PDT

DALAM menyantap makanan, Nola 'B3' selalu ingin ada menu ikan. Bahan makanan tinggi protein ini telah disukainya sejak kecil.

"Aku kalau makan, yang aku cari pasti ikan," ucapnya kepada okezone di sela acara "ABC Dapur Peduli" di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Wanita kelahiran 1978 ini sangat menyukai ikan karena tekstur tubuh ikan sangat lembut dan rasanya gurih, terutama bila disajikan dengan cara dibakar. Ditanya lebih lanjut olahan ikan yang disukai, Nola mengatakan ikan bakar, sayur daun papaya ataupun pare, serta sambal dabu-dabu khas Sulawesi Utara.

"Aku paling suka menu ikan khas Sulawesi. Enggak tahu kenapa, mungkin lidah aku cocok banget sama makanan ini," imbuhnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

Kaya Bumbu, Nola 'B3' Cinta Makanan Nusantara

Posted: 11 Aug 2011 10:10 PM PDT

SERING menjajal makanan Barat tidak lantas menjadikan Nola 'B3' jatuh cinta dengan makanan Indonesia. Rempah-rempah asli Nusantara adalah alasannya jatuh cinta.

"Kalau ditanya makanan kesukaan, aku lebih suka makanan Indonesia daripada Western," katanya kepada okezone di sela acara "ABC Dapur Peduli" di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Bagi pemilik nama asli Riafinola Ifani Sari ini, makanan Indonesia kaya akan rempah-rempahnya ketimbang makanan internasional. "Buat saya, makanan Indonesia itu kaya akan gizi, terlebih bumbu-bumbu rempahnya yang begitu banyak. Rasa atau taste-nya berasa banget di lidah," imbuh ibu tiga anak ini.

Makanan Indonesia, mulai dari daerah Sumatera, Jawa, hingga Sulawesi sangat disukainya. Selain kaya bumbunya, makanan Indonesia diakui Nola punya beragam bentuk penyajian.

Namun, istri Baldy Mulya Putra ini tetap harus menambahkan tingkat kepedasan makanan yang disantapnya. Maklum, ia memang penggemar cabai.

"Semua makanan khususnya Indonesia, aku suka semua. Cuma, aku kalau makan itu harus ada rasa pedasnya, mungkin karena aku suka sekali cabai," tutupnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: