Minggu, 07 Agustus 2011

“Es Pisang Ijo ala Warung Bravo” plus 2 more

“Es Pisang Ijo ala Warung Bravo” plus 2 more


Es Pisang Ijo ala Warung Bravo

Posted: 07 Aug 2011 03:10 AM PDT

ADA pisang warna hijau, tapi dimakan orang. Idih, apa itu langsung dimakan tanpa mengupas kulitnya ya?

Hanya ada di Makassar. Bukan, bukannya dimakan tanpa mengupas kulitnya. Sebatang pisang matang dibalut tepung beras dibubuhi aroma pandan. Tepung beras direbus pandan itulah yang membalut pisang dengan warna hijau.

Buah pisang menjadi salah satu buah-buahan yang paling banyak dimanfaatkan orang sebagai bahan dasar makanan di Makassar. Memakai bahan baku pisang, dapat dibikin berbagai panganan.

Dua macam kuliner dicampur jadi satu yang suka diincar penggemar es sekaligus pelahap buah pisang, tidak salah lagi: es pisang ijo! Tempat makan favorit yang menawarkan menu khas tradisional ini, Warung Bravo. Posisinya, di Jalan Andalas no 154, Makassar.

"Kami buka dari pukul 8 pagi sampai 9 malam," kata Sri (27) pelayan di Warung Bravo kepada okezone, Minggu (7/8/2011).

"Sudah sejak kecil dulu saya sering makan di sini, yang paling suka saya pesan es pisang ijo karena sedapnya," ujar salah seorang pelanggan, Fitriyani (34), warga Jalan Gunung Latimojong, Makasaar.

Mencicipi rasa sedap es pisang ijo yang terasa dingin-dingin-manis dari salah satu kekayaan kuliner ala Indonesia. Disajikan dalam wadah piring ceper. Ditemani satu porsi dari dua jenis penganan selingan ringan lain, jalangkote dan lumpia. Kesederhanaan cara penyajiannya mengundang selera penikmatnya untuk memuaskan dahaga.

Es pisang ijo dibuat dari satu batang pisang raja yang matang dibalut selimut hijau terbuat dari tepung beras yang menebarkan semerbak aroma daun suji. Diberi tambahan tepung terigu rebus nan kenyal berlaburan, yang disiram sirop warna merah, dan dilelehkan dengan tambahan cairan susu kental. Setumpuk es berbentuk kotak-kotak kecil serupa gunungan menjadi pelengkap hidangan.

Sensasi yang dikecap lidah terasa begitu ramainya. Mengecap rasa manis sirop warna kesumba nan bernuansa dingin gunung es. Menggigit kenyalnya tepung terigu dan tepung beras. Menikmati enaknya buah pisang itu sendiri.

"Pisang itu bahan dasar makanan yang mudah didapati dalam panganan khas Makassar. Selain es pisang ijo, kemudian ada juga es palubutung, pisang epe, dan banyak lagi. Semua itu bahan dasarnya pisang," kata Fitriyani.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Asyiknya Bersantap Sekaligus Bersantai

Posted: 07 Aug 2011 02:40 AM PDT

COZY dan homey. Kesan tersebut melekat pada restoran yang baru beroperasi ini. Menu yang ditawarkan pun relatif bervariasi. Pas untuk bersantap maupun sebagai teman bersantai. Hidangan grill menjadi menu yang ditonjolkan.

Kendati baru beroperasi, restoran yang berlokasi di Jalan KH Achamad Dahlan, Kebayoran Baru, ini cukup percaya diri menonjolkan hidangan panggang sebagai menu yang dibanggakan. Seperti barbeque beef ribs yang katanya best seller.

Rupanya dalam satu porsi hidangan ini, terdapat dua buah iga yang ranum dengan saus kecokelatan. Tambahan pula salad dengan porsi yang cukup banyak, ada brokoli, selada, paprika, dan tomat. Sehat sekaligus mengenyangkan. Selain kentang goreng, ditambahkan pula jagung manis yang sudah dipanggang dan dilumuri saus. Mantap!

Seluruh menu grill yang disajikan restoran ini menggunakan daging sapi impor dari Australia maupun Amerika. Sang pemilik sengaja menjadikan grill sebagai menu jagoan walaupun jika diperhatikan sepanjang Jalan Achmad Dahlan hingga Radio Dalam tampak berjejer restoran steak di kanan-kiri jalan.

"Kuncinya terletak pada proses pelayuan yang menjadikan daging lebih empuk," tutur pemilik Young Society Grill Cafe & Resto Michael Triangto yang berprofesi sebagai spesialis kedokteran olahraga.

Michael menyebutkan, daging sebelumnya sudah melewati proses pelayuan, yakni didiamkan beberapa lama di dalam freezer.Tujuannya agar urat-urat daging tidak keras sehingga ketika diolah, tekstur daging menjadi empuk dan masih juicy. Inilah yang sekaligus menjadi kelebihan restoran ini.

Konsep dapur terbuka yang diusung restoran ini lengkap dengan tempat pemanggangan yang diberi ornamen batu volcano, semakin menguatkan kesan grill. Ya,begitu masuk tamu akan langsung disambut dengan pemandangan para koki yang tengah sibuk menyiapkan pesanan.

Ada grilled salmon yang diberi saus teriyaki dan taburan wijen di atasnya. Hidangan Jepang lain ada beef yakitori, ternyata ini semacam sate daging sapi. Yang membuat spesial adalah daging sapi yang digulung padat tersebut diselipkan potongan batang daun bawang dan lagilagi disiram dengan saus teriyaki. Two thumbs up.

Namun, kalau ingin mendongkrak selera makan, ada baiknya memesan classic caesar salad atau mushroom soup lengkap dengan garlic bread. Restoran ini juga menyediakan pilihan nasi goreng. Adapun yang paling diminati adalah nasi goreng rempah. Tak jauh meleset dari namanya, nasi goreng ini kaya rempah yang menjadikannya gurih. Apalagi dengan adanya potongan udang yang ikut dimasak bersama nasi.

Ada juga pizza dengan berbagai varian. Di antaranya margharita, veggie, hawaian, dan barbeque chicken. Namun, Michael merekomendasikan beef eater, pizza seperti apa?

"Topping-nya macam-macam daging, ada smoked beef, bacon, sosis, dan dilumuri dengan saus barbeque," sebutnya.

Hot chocolate melt menjadi penutup santapan pada hari itu. Tidak seperti di restoran lain, di sini cake cokelat tersebut ditempatkan di hot plate. Bukan itu saja, saus cokelatnya selain terdapat di bagian dalam cake, juga disediakan saus cokelat untuk dituang sendiri oleh tamu.

Pelayan mengantarkan cake ini selagi masih hangat dan begitu dituang sausnya, akan menghasilkan bunyi mendesis dan lumer di hot plate. Sebagai pelepas dahaga, ada  young mojito. Minuman ini perpaduan gula merah, dengan perasan jeruk nipis,dan soda.

Ada lagi society punch yang ini lebih segar karena isinya nanas, stroberi, kiwi,dan grenadine syrup. Meski namanya Young Society, bukan berarti ditujukan hanya bagi kalangan muda.

"Nama itu dipilih untuk menyasar orang-orang yang berjiwa muda. Termasuk mereka yang merasa sudah berumur tapi punya spirit muda," beber Michael.

Restoran yang mengangkat tema fun untuk desain interiornya ini didominasi kayu dan bahan rustic. Terdapat juga beberapa sofa yang menjadikan restoran tampak nyaman. Pilih tempat di luar juga sama asyiknya. Pasalnya, area luar dipenuhi oleh pohon dan tanaman rindang sehingga nongkrong di tempat pada siang hari sekalipun tidak khawatir kepanasan.

"Kami sengaja memilih kawasan Jakarta Selatan karena masih banyak pepohonan, apalagi di sepanjang Jalan Achmad Dahlan ini. Jadi, tamu tetap enjoy duduk di luar yang banyak angin dan tidak panas," ujar Antonius yang merancang interior restoran tersebut.

Rencananya, ada hiburan berupa band di tempat ini setiap akhir pekan. "Kami akan mendatangkan Ireng Maulana untuk perform setiap Jumat malam," kata Antonius lagi.

Untuk akhir pekan, restoran bahkan buka hingga pukul 02.00 WIB. Untuk menikmati santapan di tempat ini, rata-rata untuk seorang pengunjung bisa mengeluarkan Rp60.000- Rp100.000. Dengan harga tersebut, tamu sudah puas makan maupun minum.

Selama bulan Ramadan, restoran yang mampu menampung 200 orang ini menyediakan set menu untuk berbuka puasa dengan takjil cuma-cuma yang menunya berbeda setiap hari. Potongan harga sebesar 30 persen pun diberikan hingga 21 Agustus mendatang.(Koran SI/Koran SI/ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

Sate Afrika, Padukan Daging Domba & Pisang

Posted: 07 Aug 2011 01:54 AM PDT

BUAH pisang biasanya disajikan dengan es krim seperti dalam menu banana split. Namun kali ini, pisang dihidangkan bersama daging domba. Bagaimana rasanya?

Ya, itulah makanan khas Afrika Barat, khususnya negara Mali. Menurut Mei, salah seorang penjual sate Afrika, buah pisang bagi penduduk benua Afrika dianggap sebagai pengganti nasi jika sudah malam hari.

"Memang khasnya seperti ini. Khasnya lagi Afrika Barat, khususnya di negara Mali, makan daging domba dengan pisang," ucap Mei saat ditemui okezone di Arabian Night Foodfest di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara, belum lama ini.

Selain penyajiannya dengan pisang yang telah diolah sedemikan sedapnya, makanan inipun dibentuk dengan penyajian paling sederhana.

"Bentuknya, ya kayak gini. Tinggal ditaruh daging domba yang telah dibakar dan dipotong besar-besar, lalu dikasih bawang bombay mentah, buah pisang, dan sambal," jelasnya.

Rasa yang keluar dari masakan pun berbagai ragam, ada manis, gurih, dan pedas. Perlu diketahui, rasa dan aroma pedas bukanlah keluar dari cita rasa sambal, melainkan bawang bombay.

"Rasanya otomatis, dagingnya empuk banget. Ada rasa pedasnya, bukan dari sambal, melainkan bawang bombay," imbuhnya.

Di Arabian Night FoodFest, sate Afrika ditawarkan dengan harga Rp30 ribu seporsi. Penasaran mencoba?(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: