Sabtu, 20 Agustus 2011

“Minum Kopi, Cara Iis Dahlia Hilangkan Bau Petai” plus 2 more

“Minum Kopi, Cara Iis Dahlia Hilangkan Bau Petai” plus 2 more


Minum Kopi, Cara Iis Dahlia Hilangkan Bau Petai

Posted: 20 Aug 2011 04:18 AM PDT

ANDA termasuk penyuka makanan petai dan masih bingung menghilangkan bau tidak enak sehabis mengonsumsinya? Mungkin Anda harus mencoba trik dari penyanyi dangdut Iis Dahlia.

"Saya kalau ada petai, makannya bisa habis dua piring, apalagi saya kan orang Jawa Barat, pasti suka sama petai," kata Iis Dahlia saat berbincang dengan okezone usai buka puasa bersama Yayasan Jiwa Ramah milik Jenny Rachman di Hotel Crowne, Jakarta belum lama ini.

Wanita berdarah Indramayu ini punya cara ampuh guna menghilangkan bau yang melekat seusai mengonsumsi petai. "Makan petai sama jengkol, hilangkan baunya dengan minum vitamin B kompleks sikat gigi dan berkumur," paparnya.

Pemilik lagu Tamu Tak Diundang ini menambahkan, bila mengonsumsi vitamin B kompleks belum juga ampuh, hilangkan dengan meminum segelas kopi. Menurutnya, mengonsumsi vitamin B kompleks dengan kopi sepatutnya diberi jarak, sekira dua jam.

"Minum vitaminnya dulu baru minum kopi, jedanya dua jam. Kalau enggak dikasih jeda, ya enggak akan pengaruh lah," tambahnya.

Istri Satrio Dewandono ini pun mengaku jika ia tidak akan menyantap petai apabila sedang menerima pekerjaan.

"Kalau minum kopi, buang air kecilnya kan bau kopi, sama kayak kita mengonsumsi petai. Setelah itu kita sikat gigi, kumur-kumur, tapi kalau dapat job, saya enggak makan petai," tutupnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Agni Pratistha Cinta Pempek

Posted: 20 Aug 2011 03:17 AM PDT

KESEGARAN kuah pempek rupanya membuat Agni Pratistha jatuh cinta. Kini, ia mengaku sangat cintai makanan khas Palembang, Sumatera Selatan tersebut.

"Kalau ditanya makanan kesukaan, aku pasti jawab pempek. Aku cinta banget sama makanan itu," ucapnya saat ngobrol dengan okezone usai acara buka puasa di Hotel Crown, Jakarta, belum lama ini.

Rasa pedas ditambah segarnya kuah pempek adalah alasan yang membuat adik kandung artis Sigi Wimala ini sangat menyukai pempek.

"Aku suka perpaduan warna yang kontras dan suka ada isinya, sesuatu yang pedas dan segar, saya suka," lanjutnya.

Walaupun menyukai pedas, Agni tidak ingin takaran pedas yang terlalu. Rasa yang sangat pedas diakuinya justru mengurangi kenikmatan makan karena harus terus minum untuk menguranginya.

Pemilik nama lengkap Agni Pratistha Arkadewi Kuswardono ini bahkan sampai tahu membedakan pempek mana yang enak atau tidak. "Pempek itu kita harus pintar memilih ikannya. Kalau tidak, nanti akan berpengaruh di pempeknya, apalagi kalau ikannya tidak baik, berpengaruh banget," tutupnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

Sate Kuda Sejati, Spicy Abis!

Posted: 20 Aug 2011 01:45 AM PDT

DAGING kuda memang sangat keras bila Anda tidak jago mengolahnya. Namun pernahkah Anda mencoba Sate Kuda Sejati?

Pertama kali mencoba, dijamin Anda akan ketagihan. Sebab, selain empuk, Sate Kuda Sejati juga terasa sangat pedas.

"Sate kuda yang kita jual di sini sangat empuk banget, lalu spicy-nya berasa banget, apalagi saat terkena di lidah. Dijamin enak deh!," ucap Amelia, penjual Sate Kuda Sejati saat berbincang dengan okezone di Arabian Night FoodFest, La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara, baru-baru ini.

Untuk mendapatkan kelembutan daging kuda saat disantap, menurutnya daging kuda harus terlebih dahulu direndam dengan bumbu dan rempah. Ini juga bertujuan memberi aroma pada daging kuda.

"Kita rendam pakai bumbu, seperti cabe, bawang merah, bawang putih, ketumbar, gula merah, ditambah kemiri, setelah itu baru dibakar," bebernya.

Selain itu, pemilihan daging kuda pun harus benar-benar diperhatikan dengan baik. Daging kuda yang dipilih sebaiknya bagian daging has dalam alias tenderloin.

"Selain ternderloin, bisa saja menggunakan daging bagian lain, tetapi pasti keras dan tidak bisa dikonsumsi. Sebenarnya sih bisa juga cuma pas digigit keras, biar lembut harus direndam pakai nanas tapi bisa mengubah rasa," tegasnya.

Selain spicy dan gurih, daging kuda menurut Amelia punya banyak manfaat kesehatan. "Daging kuda itu manfaatnya banyak, yaitu bisa menyembuhkan asma dan gatal-gatal," tukasnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: