Rabu, 24 Agustus 2011

“Ogah Vetsin, Jenny Rachman Pilih Gula” plus 2 more

“Ogah Vetsin, Jenny Rachman Pilih Gula” plus 2 more


Ogah Vetsin, Jenny Rachman Pilih Gula

Posted: 24 Aug 2011 05:08 AM PDT

USIA sudah tidak lagi muda, artis senior Jenny Rachman tidak mau menggunakan vestin. Ia menggantinya dengan gula sebagai penyedap dalam makanannya.

"Saya memang tidak suka MSG, apalagi usia saya sudah mulai tua, paling saya ganti sama gula," katanya saat berbincang dengan okezone di Hotel Crown, Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Aroma vetsin di dalam makanan membuat Jenny mual hingga nafsu makannya menjadi drop. Selain tidak mau menggunakan vetsin, makanan yang disantapnya juga makanan sehat.

"Usia saya kan sudah tidak muda lagi. Saya sekarang lebih memilih makanan yang sehat, kalau dulu saya tidak pernah pilah-pilih makanan," tuturnya.

Dengan perubahan pola makan, perempuan yang melejit lewat film "Ita si Anak Pungut" inipun membuat Jenny lebih sehat.

"Kolesterol saya awalnya tinggi, dalam setahun saya lakoni pola makan baru, saya juga rajin olahraga. Sekarang, saya lebih sehat, badan lebih ringan," tutupnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Cara Kenali Unggas Segar

Posted: 24 Aug 2011 03:49 AM PDT

SEBAGAI jenis unggas ayam, bebek, atau kalkun paling aman disantap jika berada pada tingkat kesegaran yang benar. Untuk itu, perlu pengetahuan yang memadai bagaimana memilih unggas segar.

Bila Anda memasak daging unggas yang belum disimpan dengan benar, atau tanggal kedaluwarsa sudah lewat, akan membuat Anda sakit. Pasalnya, infeksi bawaan pada makanan seperti salmonella dan E-coli umum terdapat pada unggas.

Infeksi ini lebih banyak terjadi pada daging yang telah membusuk. Bakteri tersebut tidak dapat dideteksi kasat mata, hanya dengan melihat atau menciumnya melalui hidung.

Berikut cara mengetahui jenis unggas yang baik, seperti dilansir situs Ehow.

1. Periksa kulit unggas dan daging. Kulit unggas seharusnya berwarna kebiruan-putih atau agak kuning krem.

2. Sentuh kulit unggas. Kulit pada unggas harus terasa dan teksturnya pun tidak lembek atau berlendir.

3. Unggas harus memiliki aroma yang segar, tidak berdarah, atau beraroma busuk. Jika ayam mulai beraroma tak sedap saat dimasak maka segeralah untuk membuangnya.(nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Bola Ikan Cokelat ala Chef Irvan

Posted: 24 Aug 2011 03:36 AM PDT

BOLA di lapangan hijau menjadi alat permainan untuk ditendang. Namun bola yang satu ini dimakan orang. Namanya, bola ikan (fish meatball).
 
Bola ikan merupakan makanan umum di China Selatan dan digemari masyarakat China perantauan. Namun, tak perlu berkunjung ke China Selatan untuk mengudapnya. Cukup menyambangi Resto Djuku di Wisma Kalla, Lantai Satu, Jalan Dr Ratulangi 8-10, Makassar.
 
Makanan ini terbuat dari daging ikan tuna yang digiling. Dengan proses menghaluskan daging secara digiling, membuat makanan ini lebih terasa sedapnya hingga ke dalam tekstur daging.
 
"Ikannya segar dan sehat, tapi proses gilingnya pun harus pas supaya teksturnya tergiling tidak terlalu halus serta bumbunya langsung cepat meresap. Rasa asli ikan dijamin enak dinikmati," kata Chef Irvan Kurnia, Kepala Chef Resto Djuku kepada okezone, Rabu (24/8/2011).
 
Cita rasa bumbu yang kuat membalut kulit bola daging ikan. Nuansa sedikit berbeda jika melihat ke sisi luar bulatan daging. Racikan remah-remah roti, parmesan, bubuk kayu manis, dan lada hitam membaluri sisi luar bulatan daging. Sedangkan daun peterseli cincang dan telur meresap di bagian dalam. Penggabungan cita rasa itu memberikan sensasi tersendiri.

Bonusnya yang tak kalah nikmat ialah rasa cokelat yang dioles sebagai pemanis bola. Cokelat yang tampak sembarangan disapukan di permukaan daging bola ikan. Seperti menyapukan cat dengan kuas di kanvas lukisan karya maestro dari zaman Renaissance.
 
Bola ikan cocok disantap sebagai sajian untuk menggugah selera setelah menyantap menu pembuka dan sebelum masuk ke hidangan utama.

"Ini ikan rasa cokelat," kata Aisyah, salah seorang pengunjung yang menikmati bola ikan.(nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: