Selasa, 30 Agustus 2011

“Pintar Memilih Semangka” plus 2 more

“Pintar Memilih Semangka” plus 2 more


Pintar Memilih Semangka

Posted: 29 Aug 2011 09:07 PM PDT

BUAH semangka yang kaya air senantiasa menjadi pencuci mulut yang pas disuguhkan dalam setiap santap makan. Beragam semangka dengan warna yang menarik perhatian menjadi menu pelengkap yang pas di lidah.

Dengan bentuk yang bervariasi, semangka memiliki warna kuning atau merah. Selain dilengkapi dengan biji, ada pula buah semangka yang tanpa biji.

Namun kadang Anda susah membedakan buah semangka yang layak dikonsumsi atau tidak. Untuk memudahkan Anda membeli semangka, berikut tip yang dilansir Ehow:

1. Lihat bentuknya secara keseluruhan

Kendati memiliki bentuk yang beragam, namun bentuk semangka yang berkualitas adalah simetis.

2. Perhatikan warnanya

Agar mendapat semangka yang matang dan segar, Anda harus memilih warna kulitnya yang sedikit kusam. Kondisi itu menunjukkan semangka lebih matang.

3. Cari semangka dengan titik cahaya di satu sisi. Itu juga untuk mengetahui tingkat kematangannya.

4. Cium aroma semangka

Buah semangka memiliki vitamin A yang cukup tinggi, sehingga memiliki aroma bunga ketika sedang berada pada tingkat kematangan yang pas.

5. Bandingkan semangka dengan ukuran yang sama, lalu tahan buah semangka di tangan Anda. Dari dua buah yang ada, pilih salah satu yang ukurannya lebih berat karena untuk mendapatkan serta memiliki kadar buah yang tinggi.(nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

Opor Ayam & Oseng Hati Tradisi Lebaran Pangky Suwito

Posted: 29 Aug 2011 06:51 PM PDT

LEBARAN telah tiba. Setiap keluarga memiliki kebiasaan sambut Idul Fitri, pun demikian dengan artis senior Pangky Suwito. Sama seperti Lebaran tahun-tahun sebelumnya, Pangky selalu menyediakan opor ayam dan oseng-oseng hati sebagai lauk pelengkap ketupat.

"Lebaran kita selalu menyediakan oseng-oseng hati dan opor ayam. Tidak lupa pasti kita juga ada ketupat. Pokoknya itu sudah tradisi keluarga kita, dan itu wajib ada," kata Pangky Suwito saat berbincang dengan okezone di hotel Crown, Sudirman, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Lantaran telah menjadi tradisi, suami Yati Octavia ini mengaku Lebaran terasa tak lengkap tanpa kedua masakan tersebut.

"Bagi saya dan keluarga, kalau makanan itu enggak ada kayaknya aneh saja. Seperti tidak Lebaran," paparnya.

Selain opor ayam dan oseng-oseng hati, bintang "Gadis Berdarah Dingin" ini pun senantiasa menyiapkan gulai kambing.

"Selain oseng-oseng hati, kita juga buat gulai kambing. Biar lebih seru dan lengkap saja pas Lebaran nanti," tandasnya.(nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Opor Ayam Berliana Febrianti Jadi Santapan Sahur

Posted: 29 Aug 2011 06:29 PM PDT

JAKARTA - Meskipun tidak jadi berlebaran, tidak membuat artis cantik Berliana Febrianti putus asa terhadap makanan yang telah dibuatnya. Makanannya pun dijadikannya untuk santapan sahur bersama keluarga.

"Karena, Lebaran baru Rabu jadinya makanannya saya jadikan makanan sahur bareng sama keluarga saja," ungkap Berliana Febrianti saat dihubungi okezone, Senin (29/8/2011).

Tidak hanya makanan yang telah dibuatnya sejak tadi pagi, akan tetapi makanan kiriman dari sang orangtuanya pun juga telah datang.

"Tadi itu, Ibu saya datang mengirimi kita makanan. Tapi ya, bagaimana lagi. Lebarannya harus ditunda jadi kita nikmati saja," pungkasnya.

Lia sapaan akrabnya ini pun tak mempersoalkan batalnya untuk menyantap makanan opor ayam bersama keluarga di hari Lebaran. Walau diakuinya santapan opor ayam memang sudah menjadi tradisi makanan di setiap Lebaran.

"Tidak apa-apa, semua harus dinikmati saja. Padahal saya sudah siapkan makanan opor ayam, agar bisa disantap bareng keluarga, karena makanan opor ayam tradisi kami di keluarga, yang penting buat saya bisa menikmatin bareng," tutupnya.(uky)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: