Selasa, 16 Agustus 2011

“Tiap Pagi, Warga Singapura Santap Nasi Padang” plus 2 more

“Tiap Pagi, Warga Singapura Santap Nasi Padang” plus 2 more


Tiap Pagi, Warga Singapura Santap Nasi Padang

Posted: 16 Aug 2011 05:08 AM PDT

NASI padang masuk daftar 40 makanan Indonesia terbaik di Singapura. Bukan sesuatu yang mengherankan sebab warga Singapura menyantap makanan ini sebelum berangkat menuju ke kantor.

Masakan Padang selalu dipenuhi dengan berbagai menu, mulai dari yang rasanya pedas, gurih, hingga manis, semua rasa menjadi satu pada makanan tersebut. Dilansir dari situs CNNGo, Selasa (15/8/2011), masakan Padang memiliki lebih dari 30 hidangan, seperti terdapat di Sinar Pagi Nasi Padang yang terletak di Jalan 13 Circular Road, tepat di belakang boat quay, Singapura.

Nasi padang pun sangat cocok disantap bersama teman-teman, bahkan bila Anda ingin sendirian, makanan ini menjadi pilihan untuk disantap. Dijelaskan pula, bila ingin menyantap nasi padang, Anda harus rela mengantre karena banyaknya pengunjung yang tak sabar ingin segera menikmati makanan dari ranah Minang ini.

Warung nasi Padang Sinar Pagi pun dilengkapi AC, dan bila Anda ingin mencari tempat tersebut, sangatlah mudah. Terdapat plang bergambar rumah adat khas Sumatera Barat dengan ukiran warna merah yang terletak di bagian depan.

Berbagai pilihan makanan tersedia, mulai dari perkedel, rendang, ayam gulai, dendeng balado, telor sambal pedas, ayam goreng, sambal telur puyuh pun juga ada. Tak heran bila kebanyakan warga Singapura selalu mencari masakan Padang sebelum tiba di kantor. Mereka akan menyempatkan waktu untuk sarapan di Rumah Makan Nasi Padang Sinar Pagi.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Rendang Nikmat ala Dorce Gamalama

Posted: 16 Aug 2011 04:43 AM PDT

DI balik reputasi makanan terbaik di dunia, rendang memiliki rahasia lezat. Rahasia kelezatannya seperti diutarakan Dorce Gamalama, artis asal Sumatera Barat sebagai kotanya rendang.

"Semua orang suka banget rendang dan orang tidak akan menolak bila makan rendang. Rendang itu datang dari Sumatera Barat, walaupun banyak jenis rendang," katanya saat berbincang dengan okezone usai acara buka puasa bersama Yayasan Jiwa Ramah di Hotel Crown, Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Senin (15/8/2011).

Demi mendapatkan rendang yang enak, Dorce menjelaskan perbandingan daging sapi dan kelapa. Bila daging sapi yang digunakan 1 kg, maka kelapa yang dibutuhkan sekira 6 buah. Dan untuk mendapatkan rendang yang tahan lama 1-3 bulan, rendang harus sering diaduk selama dimasak.

Diakuinya lagi, pemilihan kelapa pun menjadi faktor penting dalam mengolah rendang. Kelapa yang digunakan adalah kelapa tua. "Kalau ada kacang merah dan ampas kelapa, itu yang bikin enak. Tidak boleh pakai gula, kalau bisa pilih kelapa yang tua banget dan yang kulit bagian dalamnya warna hitam," bebernya.

Selain itu, proses pemarutan kelapa diusahakan menggunakan tangan sebab akan berpengaruh diolah bersama daging sapi.

"Jangan diparut pakai alat, tetapi harus diparut sendiri pakai tangan agar nantinya rasa yang keluar akan lebih manis dan aromanya juga lebih harum," ujarnya.

Menurutnya, membuat rendang dibutuhkan proses pengolahan hingga 6 jam untuk mendapatkan minyak yang kering dari kelapa tersebut.

"Pengolahan kelapa, terutama, kita berusaha menghilangkan minyak yang keluar dari kelapa tersebut, sebab prosesnya harus dibuat minyak terlebih dahulu baru dari situ diproses lagi jadi kotoran kelapa dan diambil kotorannya. Minyaknya kita olah sampai kering banget dan dari minyak yang sudah kering itulah jadi rendang paling enak," katanya lagi.

Dijelaskannya lagi, jika pembakarannya pun lebih baik menggunakan kayu bakar bukan menggunakan kompor sebab tingkat kematangan pada kelapa dan daging kurang gurih, aromanya pun juga terasa beda.

"Ada rendang kayak gulai, kalau memang mau benar-benar membuat rendang sampai hitam dan tahan lama, membuatnya pun tidak boleh pakai kompor karena baunya tidak sedap dan bakarnya di atas kayu. Aroma yang keluar juga beda, kalau di kompor atau pakai gas, pembakarannya pun juga beda, tidak meresap ke dalam saat diolah diatas kompor. Rendang itu tidak boleh diberikan minyak lagi, sebab minyaknya itu sudah ada dari pengolahan kelapa," tutupnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Asam & Pedas Tongkol Sampade

Posted: 16 Aug 2011 01:53 AM PDT

SELAIN jago akting, tarik suara, dan pemandu acara, Dorce Gamalama pun jago memasak. Ia mengaku suka mengolah ikan tongkol menjadi sampade, makanan khas Sumatera Barat, daerah asalnya.

"Aku suka banget ikan tongkol, terutama masakan nenek saya, namanya sampade. Karena nenek saya sudah meninggal, mau enggak mau saya harus membuatnya," tuturnya kepada okezone usai acara buka puasa bersama Yayasan Jiwa Ramah di Hotel Crown, Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Senin (15/8/2011).

Dan seperti kebanyakan masakan Padang, sampade juga memiliki rasa pedas. Dan, yang tak kalah menonjol adalah rasa asamnya. Rasa asam didapat dari jeruk khas Padang.

"Karena saya orang Padang, otomatis sampade juga pedas. Pedasnya sampade terkenal banget di daerah saya. Biar lebih pas, tambahkan asam dari jeruk khas Padang. Aroma yang keluar sangat beda, tajam asamnya lebih berasa," imbuhnya seraya mengatakan proses memasak sampade butuh waktu sekira 2 jam agar bumbu-bumbu yang digunakan bisa meresap baik.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

1 komentar:

Michael Jayavo mengatakan...

Emang mantap nasi padang kita!