Selasa, 20 September 2011

“1 Tahun, Batas Ketahanan Wine” plus 2 more

“1 Tahun, Batas Ketahanan Wine” plus 2 more


1 Tahun, Batas Ketahanan Wine

Posted: 20 Sep 2011 04:58 AM PDT

BANYAK yang bilang bila wine bisa bertahan lama. Nyatanya, wine hanya bisa bertahan selama satu tahun.

 
"Anggur semakin lama akan tidak enak dan makin mahal. Paling lama 1 tahun dan harus habis paling lama 5 hari kalau sudah dibuka," kata Jeremy Blezynski selaku Marketing Executive Wine Bali saat berbincang dengan okezone di "ASEAN Plus Culinary Festival" 2011 di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara, belum lama ini.
 
Menurutnya, yang menjadikan wine tidak bertahan lama adalah faktor buah anggur yang menjadi unggulan dari wine.
 
"Buah semakin didiamkan akan busuk, makanya kalau ada yang bilang wine itu bisa bertahan lama, itu tidak benar," paparnya.
 
Dijelaskan lagi, wine yang sudah dibuka akan mudah rusak alias rasanya berubah. "Lebih baik, pas setahun sudah dibuka. Kalau sudah dibuka harus segera diminum karena angin yang masuk bisa membuat wine jadi tidak enak dan rusak," tambahnya.
 
Proses pembuatan wine cukup sederhana dan hanya menggunakan proses manual tanpa menggunakan bahan pengawet dan alat sedikitpun. Sementara itu, soal wine Indonesia, daerah Singaraja, Bali, menjadi sentra pembuatan wine.
 
"Karena iklimnya bagus. Di Singaraja memang sudah besar dan terkenal sebagai penghasil buah anggur, apalagi wine ini sudah ada dari 1994," tutupnya. (ftr)
(tty)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Aroma Kaldu Prime Rib Menggoda

Posted: 20 Sep 2011 04:15 AM PDT

SUDAH pernah mencoba makan steak, tapi menggunakan rasa kaldu? Bila belum, Anda bisa merasakan kenikmatan prime rib di Resto Outback Steakhouse.

"Di prime rib, kita ada kaldu yang didapat dari daging yang dimasak selama 4 jam. Dagingnya akan menetes dan kaldunya kita taruh di wadah. Kaldunya sedikit di tuang ke daging karena akan mengeluarkan rasa asli," jelas Edo Afrianto selaku Managing Partner Resto Outback Steakhouse kepada okezone di Ratu Plaza, Sudirman, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Daging sapi yang dipilih adalah bagian punggung karena inilah bagian sapi yang terkenal dengan empuk. "Bagian paling empuk di sapi, bagian rusuk lebih dekat ke punggung. Dagingnya tebal dan ini iganya sudah dicabut, daging rib ini paling empuk tapi punya flavour rasa," tuturnya.

Edo pun memaparkan bahwa selain mempunyai daging sapi yang tebal, rasa empuk dari daging, di bagian daging sapi tersebut juga lemaknya sangat sedikit.

"Dibanding tenderloin maupun sirloin, paling empuk di sapi bagian punggung. Tidak ada lemaknya," paparnya seraya mengatakan bahwa daging sapi yang digunakan berumur 32 bulan atau sapi muda.

Soal lama memasak, tergantung pesanan, biasanya 2-6 menit (medium well). Daging bisa cepat empuk karena sebelumnya sudah dipanggang selama 4 jam. Cara ini juga agar lemak bisa menyerap ke seluruh serat daging.

"Lemaknya sudah matang saat di-oven selama 4 jam sehingga lemaknya sudah breakdown," tutupnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Wine Unik dari Bali

Posted: 20 Sep 2011 03:55 AM PDT

MINUMAN wine biasanya berasal dari daratan benua Eropa, namun Bali pun memiliki wine yang tak kalah nikmat. Wine dari provinsi yang terkenal dengan tarian Leak-nya itu sangat terkenal dengan rasa buahnya.

"Wine dari Bali ini lebih ke fruity, ada rasa rose, alexandria, agawhite, dan yang twiline dari anggur Australia," kata Jeremy Blezynski selaku Marketing Executive Wine Bali saat berbincang dengan okezone di "ASEAN Plus Culinary Festival" 2011 di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta Utara, belum lama ini.

Selain memiliki kekuatan dari buah tersebut, kandungan anggur yang menjadi rasa wine Bali hidup selama 120 hari.

"Wine dari Bali ini cuma anggur dan hebatnya anggur ini hanya bisa hidup di Singaraja, Bali selama 120 hari," paparnya.

Buah anggur menjadi keunikan dari wine Bali. "Meskipun anggurnya telah kita olah, tapi rasa alami dari buah anggur tersebut tidak pernah hilang, selalu terus menyatu," imbuhnya.

Buah anggur yang diolah menjadi wine tidak boleh sembarang, semua rasanya pun harus dipilih sesuai dengan rasa yang akan dihasilkan.
 
"Untuk membuat wine dari buah anggur, bukan sembarang memilih saja. Kita harus tahu buah anggur mana yang pas untuk dijadikan minuman wine," tutupnya.
(nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: