Minggu, 25 September 2011

“Bakso, si Bundar yang Menjanjikan Banyak Rasa” plus 2 more

“Bakso, si Bundar yang Menjanjikan Banyak Rasa” plus 2 more


Bakso, si Bundar yang Menjanjikan Banyak Rasa

Posted: 25 Sep 2011 05:46 AM PDT

HAMPIR sebagian besar orang menyukai bakso. Paling sering, bakso diolah menggunakan daging sapi yang sengaja dibuat berbentuk bundar, lalu direbus agar lembut dan matang merata.

 
Tingginya minat terhadap bakso, memunculkan beragam inovasi bakso isi sampai bakso goreng. Salah satu restoran yang memiliki menu bakso goreng ialah Kampung Bakso yang terletak di Jalan Setiabudi, Bandung, Jawa Barat.
 
Aneka menu bakso dengan kuah hangat bisa menjadi penyeimbang daya tahan tubuh lantaran cuaca di Kota Kembang yang dingin. Karena terlihat ramai, okezone penasaran memesan beberapa menu bakso di sini, di antaranya bakso goreng, bakso gepeng, dan bakso ikan isi ayam.
 
Bakso goreng ialah tiga buah bakso yang digoreng garing dengan "cocolan" cabai ulek. Begitu digigit, terasa gurih campuran udang dengan ayam kampung. Sementara bakso gepeng ialah bakso sapi lembut yang sengaja dipipihkan, dan satu porsi terdiri dari 5 buah dengan kuah gurih yang pas.
 
Lain lagi bakso ikan isi ayam. Dari penampilan mirip bakso ikan biasa, tapi begitu tengahnya dibelah, ayam cincang yang "juicy" meleleh keluar dan menyuguhkan rasa yang bikin ketagihan.
 
Di lokasi ini juga menonjolkan suasana alam yang asri dengan sawah mini, kebun stroberi, dan permainan anak yang menjadikan pengalaman makan cukup menyenangkan. Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau. Untuk seporsi bakso goreng, Anda cukup membayar Rp18 ribu, bakso gepeng Rp12 ribu, dan bakso ikan isi ayam Rp15 ribu.
(tty)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Rahasia Orang Arab Sehat meski Makan Daging

Posted: 24 Sep 2011 09:34 PM PDT

BANYAK kuliner Arab menggunakan daging ketimbang sayuran. Hebatnya, mereka jauh lebih sehat meski setiap hari mengonsumsi daging. Apa Rahasianya?

Masyarakat Arab sering mengonsumsi daging, seperti domba, kambing, dan unta. Namun, mereka pintar dalam mengolah makanan daging menjadi makanan sehat.

"Makanan Arab itu lebih kepada bumbu kering dan itu dominan karena rempah-rempah lebih banyak digunakan yang kering. Aroma rempah kering lebih 'strong'," kata Chef Kelana saat berbincang dengan okezone, Sabtu (24/9/2011).

Selain menjadikan aroma masakan lebih kuat, rempah-rempah yang dimiliki negara Arab pun memberikan manfaat bagi kesehatan manusia ketika disantap. Chef Kelana menyebutkan, salah satunya memperlancar peredaran darah dengan penggunaan jinten hitam.

"Jinten hitam juga baik untuk ginjal dan hati. Makanan Arab baik untuk pengobatan. Bumbu-bumbunya seperti herbal, tapi ini mereka pakai untuk bumbu masakan," jelasnya.

Bumbu lainnya adalah kapulaga yang bermanfaat memudahkan pencernaan dan merilekskan otot tubuh yang tegang. "Makanya, orang Arab sehat padahal mereka jarang makan sayur. Perut kita membutuhkan rempah-rempah untuk melancarkan pencernaan dan menghancurkan daging yang kita makan," tukasnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Warga Arab Doyan Daging Kambing Muda

Posted: 24 Sep 2011 07:28 PM PDT

SELAIN punya kekuatan pada rempah-rempah, negara Arab juga tidak asal menggunakan daging yang akan diolahnya. Daging yang dipilihnya adalah daging muda.

Karena faktor cuaca yang sangat panas dan kering, binatang yang bisa bertahan hidup di dataran Arab hanyalah unta, kambing, dan domba. Walaupun demikian, Chef Kelana menuturkan bahwa kualitas daging yang dihasilkan cenderung rendah, hanya 20 persen dalam setiap binatang.

"Pakai daging muda karena kadar fat-nya cuma 20 persen, selain itu kalorinya sangat rendah," ungkapnya kepada okezone, Minggu (24/9/2011).

Daging yang digunakan pun tidak semuanya dikonsumsi, hanya bagian paha dan dada. Karena daging muda yang digunakan, maka tingkat kolesterol masih rendah. Paha dan dada diambil karena banyak mengandung daging.

Menurut Chef Kelana, ini sangat berbeda dengan warga Indonesia yang lebih banyak menggunakan tetelan dengan lemak tinggi ketimbang daging.

"Indonesia lebih banyak tetelan, bukan daging yang dikasih, isi perut juga dipakai. Arab justru lebih banyak daging. Mereka murni daging," imbuhnya.

"Selama makan, mereka juga konsumsi minuman rendah kalori sehingga pencernaan bisa berjalan lancar, ditambah rempah-rempah untuk semakin melancarkan pencernaan," tutupnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: