Selasa, 27 September 2011

“Di Mekkah, Fahmi Idris Pasti Cari Roti” plus 2 more

“Di Mekkah, Fahmi Idris Pasti Cari Roti” plus 2 more


Di Mekkah, Fahmi Idris Pasti Cari Roti

Posted: 27 Sep 2011 05:54 AM PDT

SELAIN fokus menunaikan ibadah haji, mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris selalu mencari roti sebagai santapan utamanya. Apalagi, roti memang menjadi makanan pokok warga Mekkah.

"Saya itu hanya fokus ibadah haji kalau di Mekkah. Saya sama istri biasanya hanya mencari roti untuk makan di dalam hotel," katanya saat dihubungi okezone, Selasa (27/9/2011).

Pria 68 tahun ini mengaku bila rasa roti khas Arab membuatnya gemar mengonsumsi. Roti Arab menurutnya sangat lembut.

"Pas dimakan, juga terasa enak dan gurih. Jadi, pas dikunyah juga enak," ujarnya.

Beruntung, Fahmi bukan tipe pemilih makanan. Jadi meski berada di negeri orang, ia tetap bisa menelan makanan khas tempat tersebut.

"Saya itu termasuk orang yang gampang dalam mencari makanan. Enggak terlalu repot, apa yang ada pasti saya makan," pungkasnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Roti & Kari, Perut Dijamin Kenyang

Posted: 27 Sep 2011 05:15 AM PDT

INDONESIA punya nasi sebagai makanan pokok. Namun bagi masyarakat Arab, roti menjadi makanan pokok yang tidak boleh ketinggalan dalam setiap kali bersantap.

Roti merupakan jenis makanan yang terbuat dari tepung terigu dan air yang telah difermentasikan oleh ragi. Roti juga diolah dari berbagai bahan utama, seperti mentega, minyak, garam, dan telur.

Biasanya, orang menyantap roti sebagai sarapan pagi karena teksturnya yang lembut sebelum mengonsumsi makanan berat. Tetapi berbeda dengan negara Arab, roti sangat mendominasi.

"Mereka lebih banyak makan roti, pola makannya pun berbeda," kata Chef Edwin Lau, healthy chef saat berbincang dengan okezone, belum lama ini.

Chef Edwin menambahkan, masyarakat Arab biasa menyantap roti bersama kari. Alhasil, roti yang rasanya sedikit hambar bisa lebih lezat berkat cocolan kari.

"Kebanyakan orang Arab mengonsumsi roti dengan kuah kari. Aroma keduanya tercampur sehingga saat disantap, rasa gurih dari roti dan kari lebih terasa di lidah," tukasnya.

Tak hanya itu, di dalam kari pun terdapat beberapa potongan daging. Roti yang tebal ditambah daging, dijamin Anda akan merasa kenyang.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Makan Risol Setan, Pasti Teriak!

Posted: 27 Sep 2011 03:31 AM PDT

PERNAH coba sensasi pedas risol setan? Kudapan khas Betawi ini mempunyai rasa sungguh fantastis. Ketika mencobanya, Anda dijamin berteriak.

Bentuk dari risol setan hampir mirip dengan risol pada umumnya, hanya lebih kecil. Meski kecil, rasanya enak dan gurih, apalagi di dalamnya terdapat isian daging, kentang, wortel, dan telur.

Lalu, mengapa kudapan tersebut dinamakan risol setan? Joko selaku penjual risol setan mengatakan bila sensasi "setan" terletak pada sambalnya.

"Pedas banget dan itu kekuatannya. Ketika orang coba, pasti teriak abis makan," tuturnya kepada okezone di Festival Kuliner Serpong di Summarecon Mal Serpong, Tangerang, belum lama ini.

Diakuinya, sambal setan merupakan olahan cabe rawit merah mentah dan kacang tanah goreng. Sensasi nikmat akan didapat setelah kulit risol yang digoreng renyah bersentuhan dengan sambal setan.

"Digoreng renyah, prosesnya cuma sekitar 5 menit. Biasanya agak lama dalam pembuatan isi karena daging harus dihaluskan dulu," pungkasnya.

Joko menambahkan, pemberian nama setan di belakang risol lantaran ia ingin memberikan efek kejut ketika orang mendengar pertama kali dan penasaran menjajalnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: