Rabu, 21 September 2011

“"Indonesia Harus Inventarisi Rendang, Bukan Mematenkan"” plus 2 more

“"Indonesia Harus Inventarisi Rendang, Bukan Mematenkan"” plus 2 more


"Indonesia Harus Inventarisi Rendang, Bukan Mematenkan"

Posted: 21 Sep 2011 05:57 AM PDT

ISU mematenkan rendang mulai santer sejak makanan khas Sumatera Barat itu diakui Malaysia. Sebagian kalangan memandang Indonesia tidak perlu tergesa-gesa untuk mematenkan rendang.

Secara perlahan, kita bisa mengetahui asal muasal rendang sebagai makanan asli Padang, Sumatera Barat. Nyatanya, rendang merupakan tradisi Melayu yang dikenal secara turun-temurun.

"Rendang itu bagian dari tradisi Melayu, Malaysia pun bagian tradisi melayu," kata JJ Rizal, sejarawan UI pada "Diskusi Kuliner Nusantara dan Kebudayaan" di Auditorium Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (21/9/2011).

Kesamaan ras inilah yang menghilangkan batasan rendang merupakan milik salah satu negara, Indonesia atau Malaysia. Ia memandang, Indonesia tak perlu mematenkan rendang.

"Kita harus menginventarisasi, bukan mematenkan. Kita harus tahu apakah rendang sudah diinvetarisasikan atau belum," ujarnya.

JJ Rizal mengungkap, rendang pada dasarnya berasal dari daerah Minang yang kemudian diperkenalkan ke berbagai daerah di Indonesia, melanglang buana ke Negeri Jiran, hingga kini terkenal di dunia dan menjadi makanan terbaik versi situs CNNGo.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Dodol Bisa Tahan 5 Bulan

Posted: 21 Sep 2011 05:39 AM PDT

MAKANAN khas Indonesia bukan hanya rendang yang bisa bertahan lama. Dodol pun bisa bertahan lama hingga 5 bulan.

"Dodol itu bisa tahan lama 3 sampai 5 bulan," ucap JJ Rizal selaku pakar kebudayaan saat ditemui usai acara "Diskusi Kuliner Nusantara dan Kebudayaan" di Auditorium Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (21/9/2011).

Rahasia dodol bisa bertahan lama terletak pada proses pembuatannya yang lama, seperti halnya rendang yang butuh waktu berjam-jam untuk memasaknya. Sementara untuk penyajiannya, dodol bisa digoreng menggunakan telur lalu dicocol bersama gula.

"Itu enak banget," ujarnya.

Bukan cuma itu, dodol bisa membuat perut cepat kenyang lantaran rasanya yang manis. Jadi, minum teh manis dan makan beberapa potong dodol, tentu sudah cukup menjawab rasa lapar Anda.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Pakai Boraks, Ikan Asin Disukai Banyak Orang

Posted: 21 Sep 2011 05:10 AM PDT

BANYAK orang menyukai ikan asin, baik diolah dengan cara digoreng maupun diberi cabai untuk rasa pedas. Nyatanya, berbagai olahan ikan asin tetap saja mengenakkan.

Menurut JJ Rizal selaku sejarawan UI, sekira 95 persen orang Indonesia suka makan ikan asin meski kenyataannya mengandung pengawet berupa boraks.

"Hampir semua orang suka ikan asin, sekira 95 persen. Mereka suka walaupun sering sekali dibilang ikan asin itu banyak kandungan boraks, tapi mereka tak perduli," katanya pada "Diskusi Kuliner Nusantara dan Kebudayaan" di Auditorium Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (21/9/2011).

Diakuinya, faktor harga sangat memengaruhi hingga ikan asin sangat disukai banyak warga Indonesia. Alasannya, ikan asin dapat dibeli dengan harga murah.

"Apalagi, kebanyakan yang mengonsumsi ikan asin adalah kaum menengah ke bawah," ujarnya.

Meski asin dan mengalami proses pengawetan alami dengan dijemur, ikan asin tetap disukai banyak orang. Menurutnya, inilah kekuatan ikan asin di mata penggemarnya.

"Ikan asin itu punya rasa yang khas, meskipun kadar garamnya lebih banyak. Itu merupakan kekuatan dari ikan asin," tutupnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: