Kamis, 15 September 2011

“Lezatnya Steak dengan Roti Gandum & Madu” plus 2 more

“Lezatnya Steak dengan Roti Gandum & Madu” plus 2 more


Lezatnya Steak dengan Roti Gandum & Madu

Posted: 15 Sep 2011 03:39 AM PDT

MAKAN roti di pagi hari merupakan hal biasa. Namun mengudap roti untuk teman makan daging steak, tentu jadi hal yang patut dicoba. Ini dapat Anda peroleh di restoran Outback Steakhouse Indonesia.

"Dasarnya adalah gandum, dan ada campuran madu yang bikin berbeda dari rasanya. Kita membuat roti ini memang disamakan dengan spesifikan dengan roti di Amerika, dan di sana kalau mau makan steak harus makan roti ini terlebih dahulu," kata marketing manager Outback Steackhouse Indonesia Selitanthi Rachmat di Outback Steakhouse Ratu Plaza, Sudirman, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Gandum menjadi elemen penting dalam bushman bread agar mempunyai sejuta rasa yang menyehatkan untuk tubuh manusia.

"Kita selalu berusaha menyajikan para konsumen makanan yang menyehatkan, makanya seperti di bushman bread dominasi gandum lebih terasa sekali," tandasnya.

Selain penambahan gandum, madu melengkapi kelezatan Bushman Bread.

"Seperti gandum rasanya, di makanan ini ada rasa tasty manisnya yang berasal dari madu," tuturnya.

Warna cokelat di bushman bread ini juga disesuaikan dengan keaslian rasa Outback Steakhouse, namun tetap disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.

"Kalau ditanya kenapa cokelat warna rotinya, karena kita mengikuti keaslian dari negaranya. Dan pengolahannya cukup cepat yaitu sekira dua menit saja," tutupnya.(nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Rendang Minang, Pertama di Indonesia!

Posted: 15 Sep 2011 03:03 AM PDT

BILA ditelusuri lebih dalam, rendang Minang ternyata cikal bakal olahan rendang lainnya yang ada di Indonesia. Ketahui cara mengolahnya dengan baik.

"Rendang adalah masakan ynag sudah sejak zaman dahulu. Rendang ada berbagai macam dari berbagai daerah, tapi rendang Minang adalah awalnya," ucap Chef Tatang kepada okezone usai USDA Council of Chef Amazing Cuisine di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2011).

Chef Tatang menjelaskan, setelah hadir di daerah Minang, barulah rendang mulai menyebar ke daerah-daerah lain di Indonesia, bahkan hingga ke luar Indonesia. Rendang mampu melanglangbuana berkat proses akulturasi budaya.

"Rendang sudah mulai menyebar ke negara sebelah. Dalam aplikasinya, misal ada rendang jawa, aplikasi tergantung dari setiap tempatnya," bebernya.

Dalam pengolahan rendang, yang sangat diutamakan adalah proses pengadukan santan yang harus dilakukan terus-menerus. Nantinya akan didapat rendang lezat dengan warna kehitaman.

"Masak rendang tidak boleh ditinggal, harus diaduk terus dengan api kecil. Rendang juga tidak boleh diambil sebelum matang, memang begitu kenyataannya," tukasnya.

Dengan konsistensi mengaduk selama masak, santan tidak akan "pecah" yang biasanya menjadi penyebab santan tidak bisa kering.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Serbasegar Santapan Khas Sunda

Posted: 15 Sep 2011 02:53 AM PDT

MAKANAN Sunda, Jawa Barat merupakan makanan yang dicari kebanyakan orang karena kelezatannya. Sebenarnya, apa rahasia kelezatan makanan Sunda?

"Makanan Sunda identik dengan alam, spicy-nya sangat beraroma, pakai sambal, lalapan, dan itu lebih dominan ditonjolkan, kaya akan rempah-rempah yang alami," ucap Poeloeng selaku Chef Hotel Intercontinental kepada okezone di Jalan Sudirman, Jakarta, belum lama ini.

Selain identik dengan ciri alami, makanan Sunda juga menampilkan makanan yang serbasegar, bukan direbus yang membuat vitamin dalam sayuran hilang.

"Kalau mau panjang umur harus makan yang lebih alami," ujarnya.

Ia pun menjelaskan, makanan khas Sunda tidak banyak menggunakan bumbu dan rempah sebagai kekuatannya, misalnya cabai dipetik lalu dibuat sambal. Tidak hanya sayuran yang serba alami, pilihan ikannya juga ikan tawar.

"Sunda itu kan daerah yang sangat jauh dari laut, tapi lebih dekat dengan kawasan pertanian serta perkebunan. Makanya, lebih banyak masyarakat Jawa Barat yang membuat empang untuk membudidayakan ikan air tawar, ditambah sayuran yang ditanam di dekatnya," katanya.

Proses pengolahannya pun bisa dibilang cukup sederhana. Pasalnya, masakan Sunda lebih didominasi pengolahan dengan cara dibakar dan digoreng.

"Mereka tidak mau merepotkan diri dan semua serba-alami; dibakar agar rasa alaminya lebih terasa dan ada rasa tersendiri dari kayu bakar. Proses pembakarannya menggunakan arang dari batok kelapa, jadi pembakarannya bisa benar-benar panas dan cepat," tutupnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: