Jumat, 30 September 2011

“Pakai Tangan, Gaya Makan Indonesia” plus 2 more

“Pakai Tangan, Gaya Makan Indonesia” plus 2 more


Pakai Tangan, Gaya Makan Indonesia

Posted: 30 Sep 2011 06:12 AM PDT

BILA China identik dengan masyarakat yang selalu mengonsumsi makanan dengan sumpit, Indonesia berbeda. Indonesia menggunakan tangan.

 
"Makan pakai tangan itu merupakan kultur dan budaya dari Indonesia yang tak akan pernah hilang," kata Chef Ragil Imam Wibowo saat ditemui usai "Diskusi Budaya Kuliner Indonesia Bersama Bango dan Obrolan Langsat" (Obsat) di Rumah Langsat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, belum lama ini.
 
Bagi Chef Ragil, mengonsumsi makanan di Indonesia dengan menggunakan tangan, itu lebih pada bentuk wujud mensyukuri. Namun, pastikan tangan dicuci bersih sebelum digunakan untuk makan.
 
Selain menggunakan tangan, masyarakat Indonesia juga menggunakan daun dari pepohonan untuk pengganti sendok.
 
"Zaman dahulu karena tidak ada sendok dan garpu, mereka kalau konsumsi makanan yang berkuah, pakai daun," tutupnya. (ftr)
(tty)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Rempah-Rempah Kering Kekuatan Makanan Arab

Posted: 30 Sep 2011 05:53 AM PDT

MAKANAN Arab lebih kepada penyajian makanan menggunakan daging serta aroma kari. Ternyata, di dalam makanan tersebut terdapat banyak rempah-rempah kering dan itulah kunci kelezatan makanan Arab.

 
"Mereka banyak bermain di bumbu kering, seperti jinten, pala, cengkeh, dan kapulaga. Kalau kita lebih pada bumbu basah," kata Chef Ragil Imam Wibowo saat ditemui usai "Diskusi Budaya Kuliner Indonesia Bersama Bango dan Obrolan Langsat" (Obsat) di Rumah Langsat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
 
Ini berbeda dengan Indonesia yang menyatukan jenis rempah-rempah kering dan basah sehingga rasanya lebih kuat.
 
"Mereka tidak mencampur dengan bumbu seperti kita, kayak cabai, merica, kemiri, bawang merah, dan itu rasa 'light' pada makanan Arab," tambahnya.
 
Bukan hanya itu, warga Arab juga mengolah makanan dengan seimbang, berbeda dengan Indonesia yang kurang peduli dengan kesehatan.
 
"Kalau dalam segi kolesterol, makanan mereka lebih tinggi. Arab lebih seimbang, Indonesia seimbang tapi ada yang hilang. Semua makanan ada Yin dan Yang, dan itu kurang dipikirkan dengan baik di Indonesia," tegasnya.
 
Chef Ragil pun memaparkan selain kekuatan pada rempah-rempah kering, Arab juga lebih condong mengolah makanan dalam jumlah besar.
 
"Lebih pada rempah-rempah dan masak dalam bentuk yang besar, masak di dalam oven, mereka jarang masak dengan jumlah sedikit," tutupnya.
(tty)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Gula Merah Bagus untuk Camilan Naik Haji

Posted: 30 Sep 2011 05:43 AM PDT

DALAM melangsungkan ibadah haji, energi Anda pasti banyak terkuras. Guna menjaga stamina, disarankan untuk mengonsumsi gula merah.

 
"Gula merah bagus saat pergi haji karena tingkat kalorinya cukup tinggi," kata Chef Ragil Imam Wibowo usai Diskusi Budaya Kuliner Indonesia bersama Bango dan Obrolan Langsat (Obsat) di Rumah Langsat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, belum lama ini.
 
Selain bagus untuk penambah kalori dan tenaga, gula merah juga baik untuk pengganti cokelat. Gula merah atau gula batu, menurutnya bisa dikonsumsi sebagai pengganti cokelat yang juga berfungsi menambah kalori. Dengan mengonsumsi gula merah, secara otomatis tenaga akan bertambah alami.
 
"Mengonsumsi gula merah itu sangat baik buat tubuh. Kalau makan gula pasir kan cukup repot, akan tetapi mengonsumsi gula merah juga ada batasannya, cukup satu kali sehari saja," imbuhnya.
 
Selain gula merah, buah-buahan juga bagus dikonsumsi karena mengandung kadar serat yang tinggi. Bawalah buah yang bisa dibekukan, tapi yang kadar gulanya rendah, seperti pepaya.
 
"Boleh dikasih gula, tapi sedikit, manisan tapi airnya dibuang," tutupnya. (ftr)
(tty)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

Tidak ada komentar: