Selasa, 13 September 2011

“Saat Menyeruput Kopi Tak Lagi Terhalang Lokasi” plus 2 more

“Saat Menyeruput Kopi Tak Lagi Terhalang Lokasi” plus 2 more


Saat Menyeruput Kopi Tak Lagi Terhalang Lokasi

Posted: 13 Sep 2011 03:51 AM PDT

MENIKMATI kopi hitam kini takkan terhalang lokasi. Kehadiran Starbucks VIA Ready Brew siap menemani kerinduan Anda menyeruput secangkir kopi dimanapun Anda berada.

Bagi pecinta kopi, minuman pekat tersebut mungkin ibarat soulmate yang setia menemaninya kemanapun dan kapanpun. Sayangnya, banyak orang kerap kesulitan menikmati kehangatannya karena gerai kopi tak selalu ditemuinya di setiap titik perjalanan mereka. Alhasil, acara ngopi pun jadi batal.

Namun, dengan kehadiran Starbucks VIA Ready Brew sepertinya bakal menjawab kegelisahan tersebut. Kemasannya yang praktis dalam bentuk sachet mungil membuat kenyamanan dalam menikmati momen terbaik bersama minuman pekat tersebut takkan lagi terlewatkan.

"Kehadiran VIA memang ditujukan bagi para pecinta kopi agar dapat menikmati minuman itu dimanapun dia berada," ujar Sari Siswarni selaku Category Manager Starbucks Indonesia kepada okezone usai launching Starbucks VIA Ready Brew di Upper Room, Annex Building, Jakarta pada Selasa (13/9).

Sari mencontohkan, banyak orang misalnya ketika di bandara dan ingin berpergian kerap kesulitan mencari gerai Starbucks untuk mencicip segelas kopi. "Dengan adanya Starbucks Via Ready Brew ini, maka acara menikmati kopi pun tak lagi menjadi kendala. Orang tinggal seduh kapanpun dia mau," lanjutnya.

Selain kemasannya yang praktis, pencinta kopi pun tak dikhawatirkan dengan keaslian cita rasa kopi yang ditawarkan Starbucks VIA Ready Brew karena produk ini menggunakan 100 persen natural roasted biji kopi Arabika untuk membuat minuman kopi yang terbuat dari microground. Hasilnya, secangkir minuman ini pun tak kalah rasanya dengan racikan award-winning kopi Starbucks yang baru diseduh.

Jika ingin mencobanya, ada dua varian yang ditawarkan dari produk terbaru Starbucks ini, yakni Starbucks Italian Roast dan Starbucks Colombia. "Untuk Anda yang suka cita rasa kental dari kopi, Italian Roast menjadi varian yang dapat dipilih. Sementara untuk Anda yang suka dengan citarasa kopi yang medium maka Colombia menjadi pilihannya," sarannya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

Kopi Indonesia Lebih Segar & Banyak Varian

Posted: 13 Sep 2011 02:01 AM PDT

KOPI memang sangat enak untuk dikonsumsi di banyak kesempatan. Namun bila Anda berada di negara Korea, jangan harap Anda bisa mendapatkan kualitas kopi terbaik dari kopi Indonesia.

"Kopi Indonesia itu lebih segar. Korea cuma ada satu macam kopi, tapi Indonesia punya banyak macam, makanya saya suka kopi Indonesia," kata Choi, penikmat kopi asal Seoul, Korea Selatan, kepada okezone usai uji coba jenis kopi luwak di Cafe La Tazza, Electronic City, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (13/9/2011).

Wanita paruh baya ini mengaku, sangat sulit mendapatkan bahan dasar kopi di negaranya. "Kalau di Korea, untuk dapatkan bahan mentah kopi itu susah karena kopi di Korea semuanya lewat jalur impor," tambahnya.

Faktor cuaca pun turut menjadi penghalang bagi tumbuhnya tanaman kopi. Indonesia sendiri merupakan negara dengan dua musim, yaitu musim panas dan hujan. Sementara, Korea memiliki empat musim.

Belum lagi harga harga kopi mentah di Korea yang sangat mahal. "Di Indonesia, harga kopi sangat murah dibanding Korea. Meskipun di Korea banyak penjual kopi, tapi semuanya impor," tutupnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Mengolah Daging Kambing

Posted: 13 Sep 2011 01:42 AM PDT

MENGOLAH daging kambing tidak semudah daging sapi. Hal ini disebabkan daging kambing mempunyai bau prengus yang dapat membuat orang kehilangan selera. Daging ini juga alot.

Simak tip berikut untuk mengatasinya:

Bau Prengus:

1. Jangan cuci daging kambing. Pencucian malah membuat aroma prengus semakin terasa. Lumuri saja dengan air jeruk limau atau air jeruk nipis. Biarkan sebentar.

2. Masak dengan berbagai rempah.

Alot:

1. Usahakan mengolah daging kambing dalam masakan yang proses memasaknya memang lama. Misalkan gulai.

2. Kalau ingin diolah sebentar, buat masakan yang dibuat dari daging giling, bukan daging utuh, hingga saat matang daging sudah empuk.

3. Kalau ingin dibuat sate, rendam kambing dalam campuran bumbu yang diberi sedikit baking powder.

4. Selain baking powder, daging kambing bisa juga diempukkan dengan bubuk papain (enzim hidrolase sistein protease yang ada pada pepaya) yang dijual dalam kemasan botol plastik. Atau bungkus daging dalam parutan nanas atau daun pepaya. Simpan daging yang sudah dibungkus ini di lemari es dalam wadah tertutup.(SINDO//ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: