Kamis, 01 September 2011

“Tak Suka Sayuran, Donita Makan 10 Buah” plus 1 more

“Tak Suka Sayuran, Donita Makan 10 Buah” plus 1 more


Tak Suka Sayuran, Donita Makan 10 Buah

Posted: 31 Aug 2011 09:07 PM PDT

UNTUK memenuhi makan empat sehat lima sempurna, sayuran dibutuhkan dalam setiap makanan yang dikudap. Namun tidak semua orang menggemari sayuran, seperti aktris cantik Donita.

Hingga saat ini, bintang "Cinta Fitri" itu tidak bisa mengonsumsi sayuran. Parahnya jika melihat atau mencium aroma sayuran pun Donita tidak bisa, karena akan membuatnya muntah.

"Semua makanan saya suka, kecuali sayuran, karena saya benar-benar enggak bisa makan sayuran. Dan kalau aku lihat atau sampai mencium bau sayuran, aku langsung muntah," kata Donita saat bertemu okezone di Hotel Sultan, Sudirman, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Guna melengkapi unsur serat, pemilik nama lengkap Noni Anissa Ramadhani ini pun mengganti sayuran dengan buah-buahan.

"Aku makan buah saja untuk pengganti sayuran, enam sampai 10 macam buah," paparnya.

Tidak menggemari sayur telah dialami bintang sinetron "Makin Sayang" ini sejak kecil.

"Dari kecil sudah tidak suka sayur. Dari kecil pernah dipaksa pilih makan sayur atau pilih enggak makan, jadi di rumah cuma ada sayuran saja sampai akhirnya tidak makan. Dan akhirnya aku makan nasi sama kerupuk saja," jelas wanita bertubuh langsing itu.

Aroma sayuran merupakan faktor penyebab dia tidak menyukai sayuran.

"Aku tidak suka sama sayuran. Baunya bikin aku tidak suka dan baunya enggak enak, bisa bikin aku mual," tutupnya.(nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Terkenal hingga Jepang & Australia, Sii Juu Gugah Selera

Posted: 31 Aug 2011 07:04 PM PDT

SELAMA ini, singkong lebih dikenal sebagai jenis makanan kelas menengah ke bawah. Namun di tangan Gatot Paristiwahono, owner Sii Juu, singkong dapat berubah jadi lebih eksklusif dengan rasa yang menggugah selera.

Mencoba mengeksplorasi singkong dengan cita rasa original dan terasa kelembutannya, Sii Juu telah hadir di Indonesia memenuhi selera pencinta makanan.

"Sebetulnya singkong selalu dianggap makanan kelas bawah. Dikombinasikan dengan keju dan untuk menggaet anak muda, kita kasih barbeque, balado, dan lainnya," kata Gatot Paristiwahono saat berbincang dengan okezone di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, belum lama ini

Berbeda dengan singkong keju lainnya, singkong Sii Juu berasal dari varietas khusus, yang menjadi ciri khas kudapan ini.

"Varietas khusus dan tidak ada di pasar. Singkongnya juga mekar, dalam satu gorengan tidak mekar kita sortir lagi. Karena singkong yang kita jual harus punya varietas berkualitas, jadi singkongnya harus mekar, empuk, dan putih," imbuhnya.

Untuk menghasilkan singkong yang berkualitas, maka dalam pengolahannya pun dibutuhkan proses menggoreng hingga dua kali.

"Pengolahan sudah ada SOP (standart operational procedur), gorengannya harus benar, singkong harus dikupas, dikerok, lalu dipotong dan digoreng lalu direndam satu menit baru disortir lagi. Yang mekar kita goreng, yang tidak kita pisahkan baru dijual ke konsumen," jelasnya.

Proses pengolahannya pun dibutuhkan dua kali penggorengan. Itu dilakukan untuk memeroleh singkong yang empuk dan mekar.

"Pertama 20 menit, singkong dari keras harus dibuat dengan cara seempuk mungkin supaya lembek. Sebelum matang betul harus dimasukkan ke dalam bumbu agar mengetahui apakah singkong tersebut mekar atau tidak, dan dikerok agar pori-pori singkong yang licin bisa ditembus oleh bumbu," paparnya.

Terkenal dengan kelembutannya, Sii Juu tersohor hingga ke Negeri Sakura Jepang dan Australia.

"Setelah digoreng dimasukkan dalam box, dikasih mentega baru dikasih bumbu. Bumbunya terserah pelanggan, baru dikasih keju. Pertama, bumbu rendaman, singkong sudah enak, atau dimakan original saja sudah enak. Singkong ini sudah terkenal sampai Jepang dan Australia," tutupnya.

Untuk Anda yang ingin mencicipi Sii Juu, silakan merogoh kocek Rp10 ribu per box.(nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: