Minggu, 02 Oktober 2011

“4 Makanan Indonesia Bakal Mendunia” plus 2 more

“4 Makanan Indonesia Bakal Mendunia” plus 2 more


4 Makanan Indonesia Bakal Mendunia

Posted: 02 Oct 2011 04:36 AM PDT

SEBELUMNYA, rendang diakui sebagai makanan terlezat di dunia. Empat makanan
akan mengikuti jejak kuliner asal Padang, Sumatera Barat tersebut.

"Semur, gado-gado, sop buntut, dan gulai kepala ikan, bagi saya keempat makanan tersebut bisa menjadi makanan yang disukai di dunia international," ucap Chef Ragil Imam Wibowo usai Diskusi Budaya Kuliner Indonesia bersama Bango dan Obrolan Langsat (Obsat) di Rumah Langsat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru-baru ini

Tak hanya itu, chef Ragil pun yakin bahwa masakan khas Menado dan Bali akan mendunia, dilihat dari segi rasa serta penyajiannya. Syaratnya, rasa kuliner tersebut harus disesuaikan dengan lidah orang asing.

"Agar makanan tersebut bisa diterima dunia internasional dan mendunia seperti rendang, kadar rasanya (bumbu-red) harus sedikit dikurangi. Lidah mereka senang rasa yang tidak terlalu kuat, tapi lebih ke bahan yang alami," paparnya.

Bila hal tersebut telah dilakukan, Chef Ragil menyarankan adanya dukungan pemerintah demi memajukan kuliner Indonesia. "Bukan cuma dari makanan, tetapi pihak pemerintah juga harus ada. Tanpa promosi dari pemerintah untuk dikenalkan ke dunia, maka kuliner kita enggak akan maju," tutupnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Asal Mula Prasmanan Muncul di Indonesia

Posted: 02 Oct 2011 03:20 AM PDT

PERLAHAN, kita mulai tahu bagaimana kuliner Indonesia berkembang pesat. Padahal awalnya, budaya makan di Indonesia hanya dilakukan sebagai bagian dari ritual.

"Sebanyak 90 persen masyarakat kita melihat makanan untuk keperluan hidup dan ritual, seperti untuk sesajen, selametan, dan kematian," kata Chef Ragil Imam Wibowo usai Diskusi Budaya Kuliner Indonesia bersama Bango dan Obrolan Langsat (Obsat) di Rumah Langsat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Budaya makan masyarakat disesuaikan dengan situasi yang berkembang, misalnya zaman kemerdekaan ketika masyarakat masih berjuang memenuhi kebutuhan fisiknya. Situasi ini menjadikan budaya makan tidak berkembang dengan baik.

Pergeseran budaya makan di Indonesia terjadi mulai 1980, yakni ketika bangsa penjajah mengenalkan budaya makan prasmanan. Inipun awalnya hanya dinikmati kalangan penguasa.

Budaya semakin bergeser perlahan sesuai perkembangan zaman yang terus berubah menjadi tingkatan yang menuju gaya hidup individual. "Saat ini, hampir 95 persen masyarakat indonesia melihat makanan baru sebatas kebutuhan hidup, tetapi kebiasaan itu perlahan menghilang karena perubahan gaya hidup individu," tutupnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Trik 'Bertempur' dengan Bumbu Dapur

Posted: 02 Oct 2011 02:40 AM PDT

BEGITU banyak bumbu dapur yang harus digunakan pada berbagai santapan Nusantara. Anda tentu harus mengenal hingga nantinya terbiasa dengan bumbu dapur.

Simak beberapa bumbu dapur serta cara memperlakukannya:

Bawang merah

Siapa yang tak kenal dengan bawang jenis ini. Si pembuat cita rasa masakan menjadi lezat mempunyai cirri khas kulit berlapis. Nah, agar mata tak menjadi perih saat mengiris atau mengupasnya, berikut cara menaklukkannya:
- Rendam bawang merah dalam air selama 5 menit. Lalu, gosokkan bawang-bawang tersebut. Maka, kulit bawang akan mengelupas sendiri dan bawang siap dipakai.
- Lindungi mata Anda dengan kacamata agar terhindar dari uap bawang merah.
- Bila Anda sering menggunakan bawang merah, potonglah dalam jumlah banyak. Dan simpanlah dalam wadah kedap air dan letakkan dalam kulkas.

Bawang putih

Tentu Anda tidak asing dengan bumbu yang berfungsi sebagai penyedap masakan, sekaligus sebagai obat ini. Namun sayang, tiap kali mengolahnya, kerap meninggalkan bau yang kurang sedap di tangan. Ingin tahu cara menghilangkan bau? Simak tip berikut:
- Gosokkan kedua tangan dengan alat, seperti sendok atau garpu berbahan stainless steel di bawah air mengalir.
- Atau cara lain, gosoklah tangan dengan perasan jeruk limau yang telah dicampur garam. Bisa juga, rendam sebentar tangan ke dalam bubuk kopi dan bilaslah.

Kunyit

Acapkali saat mengolah kunyit, warna kuning menempel dan susah hilang. Nah, ada cara mutakhir menghilangkannya:
- Ambillah sedikit abu gosok dan campurkan dengan detergen. Kemudian gosoklah campuran itu menggunakan karet busa yang kasar. Maka lambat laun, noda kunyit menghilang.
- Cara lainnya, parutlah lengkuas. Gosoklah tangan dengan parutan lengkuas, lalu bilaslah dengan air bersih.

Cabai

Bagi penyuka masakan pedas, tentu cabai menjadi yang utama. Sayang, saat mengolahnya, cabai membuat tangan menjadi panas. Sebelum mengolah cabai, oleskan terlebih dulu tangan dengan minyak goreng secara merata pada kedua telapak tangan. Setelah itu, segera bilas dengan air bersih. (Sumber: Tabloid Mom & Kiddie)(//ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: