“Dibandingkan Bagian Lain, Bahu Kambing Termahal” plus 2 more |
- Dibandingkan Bagian Lain, Bahu Kambing Termahal
- Kepala hingga Buntut Kambing Enak Dimakan
- Makan Kambing Pilih Daging Muda, Salah Besar!
| Dibandingkan Bagian Lain, Bahu Kambing Termahal Posted: 23 Oct 2011 02:08 AM PDT MULAI dari kepala hingga buntut kambing bisa diolah menjadi makanan yang lezat dan nikmat. Namun, tahukah Anda bagian kambing yang paling mahal dibeli? Usut punya usut, ternyata bagian bahu kambing memiliki nilai jual tinggi serta empuk usai diolah. Demikian pendapat Chef Haryo Pramoe kepada okezone di Rumah Marocco, Menteng, Jakarta Pusat, belum lama ini. Menurut Chef Haryo, setiap bagian kambing bisa diolah dalam cita rasa masakan yang berbeda-beda. Misalnya, bagian kaki depan kambing cocok untuk diolah masakan semur. "Kalau bagian kaki depan kambing sangat keras karena semua ototnya terbentuk, sehingga untuk pengolahannya membutuhkan waktu lama," jelasnya. Berbeda dengan leher kambing, katanya sangat baik diolah karena jarang bergerak. Leher merupakan daging terbaik selain sirloin dan tenderloin. Ada juga daging kambing has luar dan dalam yang dikenal empuk. "Tidak hanya daging sapi saja yang punya sirloin dan tenderloin. Kambing pun punya dan empuk untuk dikunyah," pungkasnya. (tty) This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens. |
| Kepala hingga Buntut Kambing Enak Dimakan Posted: 23 Oct 2011 01:45 AM PDT TIDAK semua daging hewan yang aman dikonsumsi bisa dimakan secara keseluruhan, kecuali kambing. Buktikan saja! "Kambing itu bisa dimakan semuanya, mulai dari kepala, badan, kaki hingga buntut. Rasanya pun sangat enak sekali," kata Chef Haryo Pramoe di Rumah Marocco, Menteng, Jakarta Pusat, belum lama ini. Menurutnya, tradisi mengonsumsi kambing secara keseluruhan itu akibat faktor budaya yang terus berkembang. "Bisa jadi orang Indonesia mengikuti tradisi budaya Eropa, seperti Prancis dan Italia," tutupnya. (tty) This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens. This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now |
| Makan Kambing Pilih Daging Muda, Salah Besar! Posted: 23 Oct 2011 01:29 AM PDT INGIN mengonsumsi daging kambing? Tidak perlu memilih daging kambing yang terlalu muda karena rasanya juga lezat dan nikmat. "Kalau makan daging kambing, carilah yang usianya satu tahun, jangan di bawah 5 bulan," kata Chef Haryo Pramoe di Rumah Marocco, Menteng, Jakarta Pusat, belum lama ini. Menurutnya, daging kambing muda memang empuk dan tidak mudah putus, tapi terasa kenyal saat dimakan. "Selain kenyal, daging kambing muda pun juga belum membentuk otot dengan sempurna. Secara konsumsi kambing di bawah 5 bulan, ototnya belum sempurna dan tidak mapan," terangnya. Lalu, bagaimana cita rasa daging kambing tua? "Serat dagingnya lebih terlihat dan terasa saat dimakan. Kalau mau empuk, tinggal diolah saja dengan proses pengolahan daging," tutupnya. (tty) This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens. This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now |
| You are subscribed to email updates from Add Images to any RSS Feed To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
0 komentar:
Poskan Komentar