Sabtu, 01 Oktober 2011

“Enaknya Pasta Homemade” plus 2 more

“Enaknya Pasta Homemade” plus 2 more


Enaknya Pasta Homemade

Posted: 01 Oct 2011 03:02 AM PDT

PASTA merupakan makanan asal negara Italia yang sudah termasyhur di dunia, karena kelezatan rasanya.

Pasta berbahan dasar tepung terigu, air, telur dan garam, dibentuk menjadi adonan dengan berbagai variasi ukuran dan bentuk. Cara mengolahnya pun harus dilakukan dengan cara direbus. Namun pernah kah Anda tahu apa yang membuat pasta itu menjadi makanan yang mengenakkan?

"Membuat pasta yang enak itu harus dibuat sendiri, karena kalau homemade atau buat sendiri itu tidak ada kadar pengawetnya," kata Prima Perdana Adithya selaku pemilik resto La Mia Kitchen saat berbincang dengan okezone di La Mia Kitchen, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2011)

Menurutnya, bila pasta dibuat dengan cara homemade maka, rasa, aroma pada pasta akan terasa enak terlebih pada saat dikonsumsi. "Kalau dibuat pakai homemade, rasa sesungguhnya pasta akan terasa enak. Apalagi ketika Anda kunyah," tukasnya

Selain itu dalam membuat pasta, banyak yang harus diperhatikan. Terutama, teknik dalam membuat pasta, harus dilakukan dengan benar.

"Membuat pasta itu simple, tidak susah kok. Yang penting tekniknya harus tahu, cuma itu saja," paparnya.

Bukan hanya itu saja, selain harus diketahui teknik yang baik, Anda pun juga harus tahu takaran dalam membuat adonan untuk dijadikan pasta.

"Adonannya harus tepat, standarnya 1 banding satu, semua cukup simple, 100 gram telur dan satu telur itu sudah cukup dan kekuatannya hanya di telur, tepung, garam dan air," tutupnya. 

(rhs)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Sensasi Raviolli Rendang!

Posted: 30 Sep 2011 11:38 PM PDT

RENDANG memang makanan yang nikmat. Saking lezatnya, makanan asal Padang, Sumatera Barat ini, sampai diakui sebagai makanan terenak di dunia oleh situs CNNGO beberapa pekan lalu.
Ternyata makanan rendang tidak hanya bisa disantap sebagai makanan utama saja. Namun, juga bisa dijadikan kudapan nikmat, yakni raviolli rendang. Menu yang satu ini memang berbeda dengan rendang pada umumnya, karena memadukan rasa western dan Asia.
"Awalnya kita diminta untuk membuat sesuatu yang unik dari western dan Asia. Kenapa kita pilih rendang, karena itu makanan favorit Indonesia. Di sini kita juga menambahkan rasa rempah di dalamnya," tukas Prima Perdana Adithya selaku pemilik resto La Mia Kitchen saat berbincang dengan okezone di La Mia Kitchen, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2011).

Sensasi makanan tersebut terletak pada olahan daging rendang yang dibikin sedemikian cantik, agar tidak terlihat secara kasat mata. Selain itu, bumbu rendangnya dibuat sebagai drezelles atau sebagai topping yang menyelimuti raviolli.
"Di sini kita bikin unik. Dagingnya kita taruh di dalam raviolli. Sementara bumbunya sebagai drezells di luar," paparnya.


Demi tidak menghilangkan rasa keaslian dari rendang, pihaknya mencoba mengolah makanan tersebut agar saat disantap aroma dan rasa dari rendang tidak hilang.
"Kita tetap menggunakan daging sapi. Namun daging sapinya sudah dibikin rendang terlebih dahulu, baru kita buat makanan ini. Kita hancurkan dulu dagingnya, supaya terasa saat dimakan. Kalau masih utuh akan terasa kurang enak, sehingga harus kita hancurkan," bebernya.


Untuk kulit raviolli, Prima sengaja mengolahnya sendiri tanpa bahan pengawetnya. "Itu kita buat dengan cara home made, adonan pasta dengan pasta reguler. Di situ kita buat dengan tepung terigu, telur, air dan garam. Cuma itu saja," tegasnya. 

Kemudian raviolli direbus dengan garam. Sehingga taste pasta dan rasa rendangnya dapat terpadu. "Kita harus nge-blend agar dua rasa di luar dan di dalam terasa. Makanya rasa rendang kita bikin manis,"  tukasnya.

Tak dipungkiri olehnya bila makanan tersebut sangat didominasi oleh rasa manis dan gurih. "Indonesia banget di sini rasanya, karena kita ingin menonjolkan rendang dibanding raviollinya. Ada rasa manisnya, dan itu yang buat jadi gurih," tutupnya.

(rhs)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Uniknya Rujak Kolam Medan

Posted: 30 Sep 2011 10:15 PM PDT

ADA yang unik dari rujak kolam Medan. Kuliner khas Sumatera Utara ini berbeda dengan rujak kebanyakan, terutama pada bumbu.

"Kalau rujak yang lain cuma pakai cabai, bawang putih, sama terasi, sedangkan kita pakai pisang batu sama kacang, cabai juga terasi," jelas Wanara selaku penjual rujak kolam Medan saat ditemui di Kawasan Serpong, Tangerang belum lama ini.

Dijelaskannya lagi nama rujak kolam Medan awalnya karena rujak dijual di depan kolam sang pemilik. "Bumbu kacang dan bahannya beda. Kita pakai pisang batu sama terasi, dan dulunya jualan di Kota Medan. Nah pas jualan rujak, yang punya sengaja menjualnya di dekat kolam karena biar ada sensasi yang lain," paparnya.

Pada rujak kolam Medan, hampir seluruh buah dipakai termasuk jeruk bali. Fungsinya, menambah kesegaran rasa rujak.

Lebih lanjut, Wanara menjelaskan bahwa pisang batu yang digunakan bukanlah yang matang karena akan mengubah keaslian rasanya.

"Pisang batu paling enak, sedikit kesat dan memang dipilih muda, kalau matang tidak bisa dipakai," tutupnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: