Jumat, 28 Oktober 2011

“"Jangan Tunggu Klaim Semur, Baru Gerak!"” plus 2 more

“"Jangan Tunggu Klaim Semur, Baru Gerak!"” plus 2 more


"Jangan Tunggu Klaim Semur, Baru Gerak!"

Posted: 28 Oct 2011 04:21 AM PDT

BEBERAPA kuliner Indonesia perlahan diklaim Malaysia sebagai kuliner miliknya. Masyarakat diharapkan melakukan tindakan nyata guna menjaga kuliner Nusantara.

"Bagaimana kita menghargai milik kita dan mengakuinya, jangan tunggu diklaim dulu lah. Kita harus menjaganya bersama. Ini sudah warning buat negara kita," kata Arie Parikesit selaku pakar kuliner kepada okezone, Jumat (28/10/2011).

Semur merupakan kuliner yang dimiliki hampir seluruh daerah di Indonesia. Variannya banyak, mulai dari semur kering, berkuah, dan santan.

Meski diklaim lewat dua buku terbitan Malaysia berjudul "Flavour of Malaysia" dan "Complete Asian Cookbook", tidak serta merta pemerintah menambahkan nama daerah di belakang kuliner khas Nusantara.

"Enggak perlu lah seperti itu. Kita lihat saja negara Jepang, orang makan sushi sudah pasti tahu kalau makanan itu punya Jepang," tutupnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.



image

Semur Populer di Buku Kuliner Malaysia

Posted: 28 Oct 2011 02:55 AM PDT

SEBELUMNYA, rendang serta bubur sambas diklaim milik Malaysia. Kini, yang kena getahnya adalah semur.

Secara perlahan, makanan asli Indonesia mulai diperkenalkan kepada dunia melalui dua buku resep masakan milik Malaysia berjudul "Flavour of Malaysia" dan "Complete Asian Cookbook". Menurut pengakuan Arie Parikesit selaku pakar kuliner, secara tidak langsung Malaysia sudah mengakui semur merupakan kuliner khas mereka.

"Ada dua buku resep masak di buku milik Malaysia, secara tidak langsung semur adalah makanan mereka," katanya kepada okezone, Jumat (28/10/2011).

Arie mengaku sangat menyesalkan pemerintah Indonesia yang tidak menjaga kuliner sebagai identitas dan kekayaan bangsa. "Seharusnya kita bisa mendokumentasikan kuliner di Indonesia bahwa semur memang milik Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa semur yang terdapat dalam buku resep karya Chairmane Solomon adalah semur berkuah. Buku itu resep Malaysia dan di dalamnya olahan semur dari daging sapi biasa yang berkuah," tutupnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Pedasnya Lawa dalam Gurihnya Dange

Posted: 28 Oct 2011 01:50 AM PDT

TANAH Luwu sepanjang garis pesisir timur Sulawesi Selatan yang dulu merupakan wilayah kedatuan ternyata menyimpan khasanah kuliner khas yang beraneka ragam. Salah satu ragamnya dange dan lawa.

Dange terbuat dari sagu. Bentuknya pipih persegipanjang tipis datar bewarna putih dengan corak agak totol. Dange terasa gurih meski sedikit hambar dan cukup keras.

Kudapan ini sekilas mirip dengan kue sagon. Fungsinya disajikan sebagai makanan berat pengganti nasi.

Sementara, lawat dibuat dari ikan laut segar yang disajikan mirip sushi kudapan tradisional khas asal Jepang. Kemiripan terletak pada proses pembuatannya, yakni hanya ikan laut segar yang mentah, sama sekali tidak dimasak.

Pembuatan lawa hanya membutuhkan serangkaian cara, yakni bersihkan dan dipisahkan dari tulang, hancurkan, lalu dibulatkan menyerupai bola. Campuran rasanya terdiri cuka belanda, sedikit tuangan minyak zaitun, irisan cabai yang diserpihkan, kelapa goreng, ditambah perasan air jeruk nipis.

Menyantap campuran kedua kudapan ini sederhana saja, cuil dange dengan tangan lalu taburkan lawa di atas cuilan kemudian lipatlah dange. Tampaknya akan terlihat seperti hamburger di mana sekerat daging dan sayur terjepit dalam lapisan roti.

Seketika sensasi pun menyentuh ujung lidah sebelum terasa menggelegak ketika tegukan pertama menyambar sekujur saluran tenggorokan. Rasa asam pedas dari lawa bergumul dengan gurihnya dange. Jangan lupa pula, harus disantap cepat karena itu praktis.

Di Tanah Luwu, Dange dan Lawa merupakan hidangan yang lazim disajikan kepada para tamu kehormatan. Sedapnya, tak usah ditanya!(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: