Kamis, 20 Oktober 2011

“Java Paragon Buka SHO Japanese Resto” plus 2 more

“Java Paragon Buka SHO Japanese Resto” plus 2 more


Java Paragon Buka SHO Japanese Resto

Posted: 20 Oct 2011 03:24 AM PDT

RESTORAN Jepang tampaknya tengah menjadi primadona. Tak hanya jumlah restorannya saja yang makin berjamuran, namun di hotel-hotel pun kini Japanese restaurant tumbuh subur. Salah satunya, Paragon Hotel yang terletak di Surabaya.

Java Paragon Hotel terus mengembangkan sensasi kuliner di hotel tersebut. Setelah resto Indonesian Food, Western Food, dan Chinese Food, kali ini hotel di Jalan Mayjend Sungkono menambah resto yang menyajikan Japanese food. Resto dengan menu-menu khas negara Jepang ini di bernama SHO Japanese Food Calligraphy.

Reynaldo Wenas selaku Deputi Java Paragon Hotel pembukaan resto ini untuk melengkapi fasilitas hotel. Selain itu, mengingat jumlah restoran Jepang di Surabaya jumlahnya masih sedikit.

"Tentunya untuk Japanese Resto masih memiliki peluang bisnis. Selain itu untuk menambah kelengkapan Hotel Java Paragon," kata Reynaldo di sela-sela pembukaan SHO Japanese Food Calligraphy, Kamis (20/10/2011).

Dia menjamin semua menu yang ada di SHO ini dijamin keasliannya. Bahkan beberapa bahan dasar yang digunakan sengaja diekspor dari Negeri Matahari Terbit itu.

Untuk menjaga keasliannya, sekira 90 persen bahan dan bumbu semua menu didatangkan dari Jepang. Sebanyak 100 menu disediakan di hotel ini.

Menurut Reynaldo, nama SHO diadaptasi dari bahasa Jepang yang berarti panjang umur. Sedangkan Kaligrafi identik dengan keindahan yang mengandung kebaikan yang tertuang melalui karakter-karakter yang ditulis dengan satu kali coretan.

SHO di Hotel Java Paragon ini menonjolkan suatu budaya dan seni. Begitu juga menganggap memasak itu membutuhkan detail, ketelitian, serta keahlian khusus sehingga menghasilkan rasa yang lezat, sekaligus tampak indah.

Di tempat yang sama, Sonny Sugiarto selaku Chief SHO Japanese Food Calligraphy mengatakan, seperti halnya restoran Jepang yang lain, di SHO ini juga mengunggulkan Sushi. Makanan yang berbahan dasar nasi dengan ikan salmon.

"Nasi dengan rasa masam yang lembut karena dibumbui campuran cuka beras, garam dan gula. Di sini terdapat 50 jenis sushi," papar Sonny.

Di samping itu, terdapat pula menu-menu lain yang tentunya juga menjadi favorit pencinta masakan Jepang. Seperti Canadian Lobster Sashimi, Lobater Mutiara, Sushi Ala Carte, serta aneka menu appetizer, soup dan salad.
(nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Kenali 5 Jenis Kambing Indonesia

Posted: 20 Oct 2011 03:10 AM PDT

KENDATI memiliki tekstur daging dan aroma yang khas, namun daging kambing enak untuk disantap. Daging yang dalam proses pengolahannya tidak mudah ini pun memiliki jenis beragam. Yuk, kenali satu per satu!

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai jenis-jenis kambing di Indonesia, Chef Hary Pramoe memberi pemaparannya:

Kambing kacang

Kambing kacang merupakan kambing asli Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Di usia 15-18 bulan, kambing ini sudah dapat menghasilkan keturunan. Kambing jenis ini merupakan penghasil daging dan kulit.

Kambing kacang bersifat prolifik (sering melahirkan anak kembar dua atau tiga), lincah, dan tahan terhadap berbagai kondisi, serta mampu beradaptasi dengan baik di berbagai lingkungan berbeda. Bulu kambing kacang cukup pendek dan berwarna hitam, cokelat, putih, atau campuran ketiga warna tersebut.

Kambing peranakan ettawa (PE)

Kambing PE persilangan antara kambing ettawa (asal India) dengan kambing kacang. Kambing PE penghasil daging dan susu (perah).

Penampilan kambing PE mirip dengan kambing ettawa, tubuhnya lebih kecil. Peranakan yang penampilannya mirip kambing kacang disebut bligon atau jawarandu, yang merupakan tipe pedaging.

Karakteristik kambing PE, antara lain bentuk muka cembung melengkung dan dagu berjanggut, terdapat gelambir di bawah leher yang tumbuh dari sudut janggut, telinga panjang, lembek, menggantung, dan ujungnya agak berlipat.

Ujung tanduk agak melengkung, tubuh tinggi, pipih, bentuk garis punggung mengombak ke belakang sedangkan bulu tumbuh panjang di bagian leher, pundak, punggung, dan paha. Kambing ini juga memiliki bulu paha panjang dan tebal.

Kambing gembrong

Kambing gembrong merupakan keturunan kambing angora yang sudah menjadi ras tersendiri di Bali. Kambing ini berwarna putih, jantan dan betinanya bertanduk, telinga rebah, serta bulunya lebat dan panjang (terkenal dengan istilah mohar).

Berat kambing gembrong bisa mencapai 32-45 kg/ekor. Pemeliharaan dilakukan semi-intensif dengan melepasnya di pekarangan dan malam hari tidur di kandang.

Kambing anglo nubian

Kambing anglo nubian berasal dari daerah Nubia di Timur Laut Afrika. Ciri-ciri kambing ini yaitu bobot tubuh cukup besar, telinga menggantung, dan ambing besar.

Bulunya berwarna hitam, merah, cokelat, putih, atau kombinasi warna-warna tersebut. Bobot badan kambing jantan mencapai 90 kg dan kambing betina 70 kg. Produksi susu 700 kg per periode laktasi.

Kambing boer

Kambing boer berasal dari Afrika Selatan dan telah masuk ke Indonesia sejak 65 tahun lalu. Kambing boer adalah kambing pedaging terbaik di dunia. Pada usia lima sampai enam bulan, berat badan kambing ini sudah mencapai 35-45 kg dan sudah siap untuk dipasarkan. Namun jika dibiarkan sampai usia dewasa (dua sampai tiga tahun), bobot badan kambing jantan bisa mencapai 120 kg.

Kambing boer bertubuh panjang dan lebar, keempat kaki sangat pendek, warna kulit cokelat, berbulu putih, berkaki pendek, berhidung cembung, bertelinga panjang menggantung, serta kepala berwarna cokelat kemerahan atau cokelat muda hingga cokelat tua.

Beberapa kambing boer memiliki garis putih ke bawah di wajahnya. Kambing ini mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, dan memiliki daya tahan tubuh yang sangat bagus.

Kambing boer yang ada di Indonesia sudah banyak mengalami persilangan dengan kambing lokal Indonesia. Istilah "kambing boer bangsa murni" akan digunakan oleh registrasi kambing boer Indonesia jika seekor kambing sudah mencapai paling tidak generasi kelima baik dari sisi induk maupun pejantan, berdasarkan catatan silsilahnya.

Salah satu contoh hasil persilangan kambing boer adalah boerka yang merupakan hasil persilangan dengan kambing kacang.
(nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

William Wongso: Tak Perlu Patenkan Rendang

Posted: 19 Oct 2011 10:11 PM PDT

SELAIN ragam budaya, kuliner Tanah Air telah diklaim negara tetangga Malaysia. Salah satunya, rendang. Namun pakar kuliner Indonesia, William Wongso justru mengimbau agar rendang tak perlu dipatenkan.

"Makanan bangsa mana ada yang dipatenkan, tempe, tahu, dan lainnya mana ada yang dipatenkan. Kalau itu dipatenkan, kita tidak bisa bikin tempe. Tidak ada (kuliner) yang bisa dipatenkan," kata William saat ditemui okezone di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Menurut pria berkacamata ini, makanan bukanlah sebuah merek karenanya tidak akan bisa dipatenkan.

"Makanan mana ada yang dipatenkan, kecuali makanan itu merek, nah ini makanan. Misalnya rendang, kita harus sebutkan, rendang itu darimana? Rendang berasal dari Sumatera Barat, dan begitu keluar dari Padang nama makanannya cuma rendang. Contohnya Malaysia, mereka tidak pernah menyebutkan di mata dunia rendang Padang," jelasnya.

Lebih lanjut William menuturkan, sebagai bangsa Indonesia, tak perlu mencemaskan soal klaim kuliner.

"Gimana mau maju karena takut dibajak terus- menerus. Mana ada makanan bisa dibajak? Misalnya peking duck, pemerintah China tidak pernah ribut, atau misalnya sushi, tempura, pemerintah Jepang tidak ribut. Tapi ketika sebut sushi, pasti tahu itu dari Jepang," tutupnya.(nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: