Jumat, 21 Oktober 2011

“Panggul, Bagian Terbaik dari Sate Kambing” plus 2 more

“Panggul, Bagian Terbaik dari Sate Kambing” plus 2 more


Panggul, Bagian Terbaik dari Sate Kambing

Posted: 21 Oct 2011 03:57 AM PDT

SATE kambing banyak digemari semua kalangan. Namun untuk membuat sate kambing yang nikmat, Anda harus memerhatikan bagian dagingnya.

"Kalau mau buat sate, Anda harus menggunakan bagian panggul kambing atau lamb leg," kata Chef Haryo Pramoe, usai acara berbagi kehangatan masakan kambing Bango terhadap perayaan Idul Adha di Rumah Marocco, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/10/2011).

Bagian panggul dari kambing yang membuat sate jadi enak. Selama ini, banyak orang berpersepsi bila usia daging khas momen Idul Adha ini enak untuk diolah.

"Kata siapa bikin sate kambing harus menggunakan daging kambing muda? Kambing yang berusia di atas 12 bulan atau sudah mencapai dua tahun itu juga enak kok dibikin sate," paparnya.

Lain halnya bila Anda mengolahnya dengan kuah. Anda disarankan menggunakan bagian iga atau rib daging kambing.

"Pemilihan bagian kambing juga sangat menentukan kenikmatan dalam masakan, iga atau rib itu memiliki tekstur lebih empuk dan biasa disajikan dalam bentuk dibakar atau dibuat sup," imbuhnya.

Agar daging yang sedang Anda olah lebih meresap, tumislah terlebih dahulu bumbu-bumbu yang digunakan. Baru setelah itu masukkan daging kambing.

"Jika daging kambing ingin diolah sebagai masakan berkuah, sebaiknya daging kambing dimasukkan setelah bumbu ditumis. Lalu olah sampai matang hingga bumbu meresap, dan daging terasa empuk," tutupnya.(nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Baja Putih, Pisau Terbaik untuk Masak

Posted: 21 Oct 2011 03:32 AM PDT

PISAU merupakan salah satu alat utama untuk menghasilkan masakan enak. Pasalnya, teknik pemotongan dapat membantu masakan yang dihasilkan terasa lebih nikmat. Untuk mewujudkannya, jenis pisau yang dipilih pun harus terbaik.

"Kalau mau beli pisau, usahakan pisau dari baja putih, itu sangat bagus," kata Chef Haryo Pramoe saat ditemui usai acara "Berbagi Kehangatan Masakan Kambing Jelang Perayaan Idul Adha" di Rumah Marocco, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/10/2011).

Kebanyakan penjual pisau menyediakan pisau dari besi, karena itu raba dahulu pisau yang akan dibeli.

"Saat membeli pisau, Anda harus merabanya karena kebanyakan yang dijual pisau dari besi," imbuhnya.

Tak hanya itu, Haryo juga mengimbau agar pisau jangan terlalu banyak diasah.

"Kalau pisau Anda sudah tidak tajam lagi, boleh saja Anda mengasahnya. Tapi cukup sampai tiga kali mengasah, kalau lebih maka akan muncul bakteri dan bakteri itupun tidak akan hilang dan selalu menempel di pisau," tandasnya.

Agar membeli pisau baja putih yang tepat, Anda bisa datang langsung ke tempat pembuatan pisau.

"Pisau baja putih itu cuma ada di Sukabumi, bedanya sangat jelas kalau dilihat kasat mata, karena tajamnya pisau dari baja putih sangat terasa. Dan Anda dijamin langsung kebelet bila menyentuh di bagian tajam pisau," tutupnya.(nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Lunak, Daging Kambing Jangan Langsung Diolah

Posted: 21 Oct 2011 02:06 AM PDT

KAMBING identik mempunyai tekstur daging yang keras. Namun bila Anda tahu bagaimana cara mengolahnya, daging yang dihasilkan lunak.

"Bila Anda membeli daging kambing mentah, jangan langsung dibuat setelah disembelih," kata Chef Haryo Pramoe, usai acara berbagi kehangatan masakan kambing Bango terhadap perayaan Idul Adha di Rumah Marocco, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/10/2011).

Proses pembersihan daging kambing yang salah juga membuat daging kambing jadi keras.

"Daging kambing boleh dibersihkan dengan air untuk dihilangkan kotorannya. Boleh saja menggunakan air hangat namun itu sebatas pembilasan saja. Sesudah itu Anda harus cepat-cepat membersihkan sisa air pada daging kambing dengan mengenakan kain lap," tandasnya.

Tak hanya keras, daging kambing juga memiliki aroma khas yang kuat.

"Jika tidak bisa mengolahnya dengan benar, maka daging kambing bisa menimbulkan bau prengus yang merusak citarasa sajian Anda," imbuhnya.

Aroma prengus yang keluar dari daging kambing itu disebabkan feromon dari tubuh kambing.

"Ada kelenjar atau enzim di dalam kambing, dan itu berasal dari tanduknya sehingga bisa merusak nafsu makan Anda," tutupnya.(nsa)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: