Senin, 10 Oktober 2011

“Putih Telur untuk Lem & Kaya Protein” plus 2 more

“Putih Telur untuk Lem & Kaya Protein” plus 2 more


Putih Telur untuk Lem & Kaya Protein

Posted: 10 Oct 2011 05:58 AM PDT

ANDA kini bisa memanfaatkan putih telur untuk lem. Salah satunya untuk membuat kerak telur Betawi.
 
"Untuk bisa menempel, kita biasanya gunakan putih telur," kata Indra Sutisna selaku pakar masyarakat Betawi saat ditemui okezone di Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan, Ciganjur, Jakarta Selatan, belum lama ini
 
Indra mengatakan, zaman dahulu belum ada lem sehingga dipakailah putih telur.
 
"Tradisi kita dulu untuk menempelkan kaca pasti menggunakan putih telur. Hasilnya sangat kuat sekali," tambahnya.
 
Menurutnya, putih telur yang digunakan adalah telur ayam atau telur bebek karena lebih kuat ketimbang putih telur ayam kampung.
 
"Dulu telur ayam kampung digunakan hanya untuk kesehatan, selain itu kekuatan perekatnya sangat kurang," tuturnya.

Selain untuk perekat, katanya, putih telur baik untuk kesehatan tubuh.
 
"Putih telur itu juga punya kandungan protein yang tinggi," tutupnya.
(tty)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Dulu, Kerak Telor Betawi Makanan Priyayi

Posted: 10 Oct 2011 05:28 AM PDT

ANDA penyuka kerak telor khas Betawi? Siapa menyangka bila kerak telor merupakan makanan termahal saat zaman penjajahan Belanda.

"Kerak telor Betawi itu mahal sekali harganya, hanya orang-orang Belanda yang bisa mengonsumsinya," kata Indra Sutisna, pakar budaya Betawi saat ditemui okezone di Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan, Ciganjur, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Ia mengungkapkan alasan kerak telor menjadi makanan termahal lantaran beberapa bahan yang dipakai untuk mengolahnya sangat jarang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Apalagi, penjajah membatasi konsumsi masyarakat Indonesia kala itu.

"Makanan orang kaya karena di dalamnya ada ebi, telur, lada, dan itu ada sejak VOC datang," tambahnya.

Tak hanya penggunaan ebi dan telur, rempah-rempah yang digunakan juga berkualitas. "Zaman dulu, satu butir lada hanya untuk orang kaya yang biasa beli. Kerak telur pakai beras ketan dan itu tergolong bahan utama yang sangat bagus," ungkapnya.

Menurutnya, tak mengherankan bila di zaman penjajahan hanya orang-orang tertentu ataupun kalangan priyayi yang bisa menikmati kelezatan kerak telor Betawi.

"Zaman dulu, masyarakat Indonesia hanya dijadikan budak saja. Jadi wajar kalau kita tidak bisa menikmati kerak telor Betawi, padahal yang buat orang kita sendiri," tutupnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Kerak Telor, Makanan Pembuka Zaman VOC

Posted: 10 Oct 2011 04:52 AM PDT

KERAK telor merupakan makanan khas Betawi yang sangat tersohor. Ternyata, kerak telor sudah ada sejak Belanda menjajah Indonesia, tepatnya di zaman VOC.

"Kerak telor betawi itu sudah ada sejak zaman Belanda," kata Indra Sutisna, pakar budaya Betawi saat ditemui okezone di Perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan, Ciganjur, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Awalnya, kerak telor hanya dikonsumsi orang-orang Belanda sebagai makanan pembuka mereka. Kini, kerak telor tidak lagi monopoli kaum penjajah karena sudah bisa dinikmati siapapun. Namun tentu, terjadi pergeseran akibat budaya yang selalu berkembang.

"Banyak kreasi yang dilakukan. Dulu, kerak telor betawi tidak ada rasa pedas, juga enggak menggunakan abon," tambahnya.

Diungkapkannya, kerak telor awalnya hanya dibuat dengan beberapa bahan utama. "Kalau ditanya khasnya kerak telor Betawi itu hanya telur, ebi, serundeng, dan bawang goreng saja," tutupnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: A 'Malign Intellectual Subculture' - George Monbiot Smears Chomsky, Herman, Peterson, Pilger And Media Lens.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: