Kamis, 27 Oktober 2011

“Teknik Masak Semur Mirip Rendang” plus 2 more

“Teknik Masak Semur Mirip Rendang” plus 2 more


Teknik Masak Semur Mirip Rendang

Posted: 27 Oct 2011 04:52 AM PDT

BANYAK teknik memasak yang bisa disesuaikan dengan bahan makanan yang akan diolah. Untuk semur, teknik memasaknya mirip rendang.

Alasannya, mengolah semur membutuhkan waktu lama dan harus menggunakan api kecil selama memasak. Teknik memasak seperti ini dinamakan slow cooking.

"Proses memasak dalam waktu lama sudah dilakukan sejak dulu. Tumis itu metode dari China," kata Ari Parikesit selaku tokoh penggerak kuliner Indonesia kepada okezone usai acara "Kukuhkan Semur sebagai Identitas Indonesia di Mata Dunia" bersama Bango di Resto Bebek Bengil, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2011).

Kunci kelezatan semur bukan hanya pada durasi memasak, juga penggunaan rempah-rempah yang banyak, seperti pala, cengkeh, kayu manis, dan kecap manis.

Walaupun semur banyak ragamnya, ia menegaskan bahwa semua cara pembuatannya sama. "Bahan rempah-rempah serta historisnya semua dari Indonesia. Jenis semur ada 12 macam, tapi semua cara masaknya sama," tutupnya.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

"Kuliner Indonesia Tak Butuh Paten, tapi Pengakuan"

Posted: 27 Oct 2011 03:50 AM PDT

KULINER asal tiga negara diakui UNESCO sebagai yang terbaik di dunia, yakni Prancis, Jepang, dan Mediterania. Bagaimana dengan Indonesia?

Setelah tiga negara, menyusul Korea, Spanyol, dan Italia yang kulinernya akan diakui terbaik di dunia. Melihat kenyataan tersebut, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparenkraf) yakin bahwa bahwa kuliner Indonesia akan menuju kepada pengakuan yang sama.

"Makanan itu tidak perlu dipatenkan, maka kita harus mendapatkan pengakuan dunia agar kuliner Indonesia bisa terkenal. Itu sudah kita lakukan," kata Poppy Savitri selaku Direktur Pembangunan Jati Diri Pekerti Kemenparenkraf kepada okezone usai acara "Kukuhkan Semur sebagai Identitas Indonesia di Mata Dunia" bersama Bango di Resto Bebek Bengil, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2011).

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir soal klaim negara tertentu terhadap kuliner Nusantara. "Kita enggak usah panik karena selama ini ada salah kaprah di pemikiran masyarakat soal paten. Warisan budaya tak bisa dipatenkan atau diklaim," tegasnya.

Walaupun tidak perlu adanya hak paten ataupun klaim, pengakuan dunia sangat diperlukan bagi kuliner Indonesia. Pengakuan tersebut menjadi berarti bagi identitas Indonesia.(ftr)


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Berkat Rendang, Kuliner Indonesia Makin Jaya

Posted: 27 Oct 2011 03:50 AM PDT

SETELAH mendapat pengakuan dunia, rendang milik Indonesia menjadi makanan terbaik di dunia versi CNNGo, kuliner Indonesia dikenal dunia.

"Kuliner Indonesia seperti telah menemukan jati dirinya, Kuliner kita telah bangkit berjaya," kata Poppy Savitri selaku Direktur Pembangunan Jati Diri Pekerti Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat berbincang dengan okezone di Resto bebek bengil, Jalan Haji Agus Salim, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2011).

Semakin dikenalnya kuliner Indonesia di kancah internasional, membuat masyarakat Indonesia semakin menggandrunginya.

"Kita bangga bisa menemukan kuliner yang bisa dikatakan meningkatkan kembali, karena dulu bisa dibilang kita mulai selingkuh ke kuliner Barat," paparnya.

Berbeda dengan trend fashion maupun gaya hidup, yang kembali lagi pada kondisi zaman dulu, kuliner Indonesia tetap terpatri di hati.

"Semua tren pasti balik lagi, tapi tidak dengan kuliner Indonesia karena bagi saya sekarang sudah beda, sudah tertanam di benaknya masing-masing," tandasnya.

(nsa)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.



image

This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now

Tidak ada komentar: