Kamis, 14 November 2013

“Bikin Sosis Rumahan Lezat & Sehat, Yuk!” plus 2 more

“Bikin Sosis Rumahan Lezat & Sehat, Yuk!” plus 2 more


Bikin Sosis Rumahan Lezat & Sehat, Yuk!

Posted: 14 Nov 2013 08:09 AM PST

SOSIS bisa diolah dalam banyak cara, entah dipanggang di atas arang, di dalam oven, digoreng , dikukus, atau di potong dadu lalu disantap dalam kuah sup panas, semuanya terasa lezat. Sosis yang diiris atau disayat pada sisinya akan menjadi mekar saat dimasak dan memungkinkan bumbu lebih menyerap.

Daripada membeli langsung dengan rasa yang kurang Anda sukai, membuatnya sendiri di rumah juga tidak sulit. Yang perlu Anda perlukan adalah lemari es dengan dingin yang stabil, daging berkualitas, peralatan membuat sosis, dan beberapa casing (kulit pembungkus sosis, biasanya berbahan kolagen dan plastik).

Anda dapat membentuk patty atau memasaknya pada musim liburan. Jika Anda baru ingin mencoba membuat sosis, mulailah dengan takaran ½ kg dan tambahlah ½ kg secara bertahap jika Anda sudah mahir. Yang terpenting dalam membuat sosis adalah bumbu yang Anda gunakan.

Untuk membuat sosis, seperti diulas Foxnews, bumbu yang Anda perlukan cukup sederhana yakni lada hitam yang sudah dihaluskan, sage, dan garam kosher. Jangan menggunakan garam secara berlebihan, cukup 1 ons garam per 2,5 kg daging dan sesuaikan takarannya tergantung dengan jumlah daging.

Untuk sosis rumahan yang jumlahnya tidak banyak, Anda dapat menggunakan mesin giling rumahan untuk menghaluskan daging. Sementara casing dapat dibeli di penjual daging lokal atau online shop. Pastikan membeli casing alami, bukan sintetis, sehingga saat dimasak sosis memiliki rasa yang lezat.

Untuk daging, kebanyakan orang mungkin langsung berpikir daging babi, namun daging sapi dan ayam juga enak. Pilihlah daging yang tinggi lemak sekitar 20 persen dan tanpa tulang. Jika kandungan lemak kurang, maka tambahkan lemak sekitar 15 persen ke dalam daging saat digiling.

Anda bisa menggunakan daging yang mengandung lebih tinggi lemak, tapi daging giling akan sulit menyatu. Anda memerlukan rasio yang tepat antara daging dengan lemak agar hasil sosis tidak berantakan.

Selain daging, maka suhu juga penting saat membuat sosis. Jagalah suhu kulkas tetap di bawah 3,3 derajat Celsius hingga mendekati minus 5 dearjat Celsius. Lemak akan membeku dan daging akan menjadi padat menyatu. Jika suhu di atas 4 derajat Celsius apalagi hingga 10 derajat Celsius, maka daging akan terpisah alias berantakan.

Sebaiknya menggiling daging sebanyak dua kali. Gilingan pertama untuk menghancurkan daging, lalu dimasukkan ke dalam kulkas atau bahkan freezer untuk menjaga suhu tetap dingin. Selanjutnya, keluarkan daging dan campurkan dengan rempah-rempah sebelum digiling untuk kedua kalinya.

Ketika mengisi dengan daging giling, pastikan merendamnya terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa-sisa cairan asin yang digunakan untuk mengawetkan casing. Kemudian, pasanglah hati-hati casing di kerang air wastafel dapur dan jalankan air hangat untuk membilas casing. Saat daging cukup dingin dan siap digunakan, pasang casing dan isi seperti yang diperintahkan dalam mesin pengisi sosis rumahan. Pelintir ujung casing untuk merapatkan ujung-ujungnya atau ikat setiap 6 inci atau lebih sesuai dengan panjang sosis yang diinginkan. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Sensasi Baru, Minum Teh Cukup Hirup Uapnya

Posted: 14 Nov 2013 07:08 AM PST

Dewi Yanti - Okezone
Kamis, 14 November 2013 22:08 wib
detail berita
(Foto:Psfk)
MINUM teh tidak lagi membakar lidah jika kepanasan. Pasalya, Anda hanya perlu menghirup uap panas dari teh.

Experimental Food Society Spectaculer tahun ini diadakan di Old Truman Brewery, London, Inggris. Salah satu pesertanya, yakni Camellia Tea House, mengajak pengunjung menjelajahi pengalaman minum teh yang berbeda dengan lebih menghargai secangkir teh.

Sebuah ruang udara teh di Experimental Food Society Spectaculer menawarkan secangkir minuman panas yang dirancang hanya untuk dihirup. Stan produsen teh yang mendirikan Breatable Tea Room ini menawarkan pengunjung menikmati cara baru dan cepat dalam minum teh.

Teh disajikan di dalam ruang teh bernapas yang dirancang untuk dihirup melalui sedotan tebal, bukan dengan diteguk. Ruangan ini juga menawarkan berbagai minuman yang dibuat oleh perusahaan ini, termasuk Skin Tea dan Antiviral Tea, seperti dilansir Psfk, Kamis (14/10/2013). (ftr)

Berita Terkait : Teh

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Keluarkan Rasa Bulgogi, Indomie Kehabisan Ide Kuliner Nusantara?

Posted: 14 Nov 2013 06:05 AM PST

SELAMA ini, Indomie dikenal mengusung citarasa Nusantara. Namun belum lama, Indomie meluncurkan taste of Asia, terdiri dari rasa bulgogi, tom yum, dan laksa. Apa alasannya?

"Kita mencoba keluar dari selera Nusantara, tapi enggak akan meninggalkan yang lama. Kita tetap melihat selera masyarakat, bukan berarti melupakan citarasa Nusantara," kata Lucy Suganda, Marketing Manager Noodle Division, PT Indofood CBP Sukses Makmur, kepada Okezone di Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, pemilihan rasa internasional, khususnya Asia, mengikuti perkembangan hidangan ini di Indonesia. Tiga rasa terbaru Indomie, adalah bulgogi khas Korea, tom yum ala Thailand, dan laksa asal Singapura.

Menurut Lucy, pihaknya juga turut melihat keinginan konsumen. Apalagi dalam meluncurkan produk baru, Lucy mengatakan bahwa pihaknya melakukan uji riset selama setahun demi menentukan rasa yang pas.

"Bisa dilihat, mi instan banyak berdatangan dari luar. Dan, Indomie sebagai produsen mi instan sudah lebih dari 40 tahun, tak ingin membuang kesempatan ini," imbuhnya.

Pemilihan benua Asia ketimbang Eropa juga ada alasan tersendiri. Lucy mengaku bila Asia dekat dengan Indonesia, juga keragaman budayanya yang mirip Indonesia.

Tiga rasa terbaru ini, tambah Lucy, tak dipungkiri sangat populer dengan lidah masyarakat Indonesia. Tom yum dan laksa, misalnya, banyak pemburu kuliner di Indonesia pernah merasakannya. Sementara, bulgogi yang cenderung lebih terakhir datang, mereka juga menyukainya.

Dia menambahkan, tidak menutup kemungkinan Indomie menyuguhkan taste of Eropa.

"Taste of Asia kita lihat dari segi aroma dan rasa sangat cocok dengan lidah masyarakat, makanya mengapa kita pilih rasa yang populer," tutupnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: