Selasa, 12 November 2013

“Chef Edwin Lau Pencinta Makanan Mentah” plus 2 more

“Chef Edwin Lau Pencinta Makanan Mentah” plus 2 more


Chef Edwin Lau Pencinta Makanan Mentah

Posted: 12 Nov 2013 06:07 AM PST

SELAIN doyan seafood, Chef Edwin Lau juga suka menyantap makanan mentah. Baginya, makanan mentah punya nilai gizi tak tertandingi.

Dalam menyantap makanan mentah, Chef Edwin mengaku jarang meluangkan waktu untuk menyantapnya di luar rumah. Dia sangan memperhatikan faktor higienitas makanan.

"Saya suka makanan mentah, saya selalu mengolahnya di rumah," ucap Edwin Lau kepada Okezone saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Mantan Chef Hotel The Ritz Carlton Bali ini lebih memilih menikmati ikan air laut dalam meski harus mengeluarkan bujet lebih besar. Alasannya karena ia memahami bahwa ikan yang dipasarkan di Indonesia tak terjamin higienitasnya.

Meski doyan makanan mentah, buatnya kuliner yang kerap disantap adalah ikan. Ikan punya gizi yang bagus ketimbang semua jenis daging yang ada di dunia.

"Kolesterolnya paling rendah. Saya bisa memilih yang lain tanpa takut mati, kolesterol mereka tinggi dan membahayakan. Silahkan saja dicoba siapa yang sakit duluan, tapi paling aman makanan laut adalah ikan, meskipun saya tahu makan ikan banyak tidak baik karena namanya berlebihan tidak baik," jelasnya.

Kesukaannya terhadap makanan mentah telah dilakoni sejak lama, terlebih ketika Edwin mulai fokus dengan persoalan kesehatan. "Ikan itu punya rasa manis, apalagi tidak diberi bumbu, seperti garam maupun bahan lainnya. Rasa aslinya masih bisa terasa, saat makan saya bukan mencari kepuasan tapi fungsi buat tubuh saya," tutupnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:



image

Chef Edwin Lau Prihatin Koki Tak Paham Makanan Sehat

Posted: 12 Nov 2013 05:02 AM PST

DALAM menjalankan hidup, masing-masing orang mempunyai impian, termasuk Chef Edwin Lau. Dia bercita-cita ingin membangun sekolah.

Jebolan Universitas Pelita Harapan (UPH) Karawaci ini merasa dengan membangun sebuah sekolah, maka dirinya akan mampu memberikan edukasi hidup sehat kepada masyarakat.

"Saya ingin membuat sekolah, tapi gratis layaknya yayasan. Itu impian terbesar saya sebelum Tuhan memanggil," ucap Edwin Lau kepada Okezone saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Pria asal Ujung Pandang ini mengatakan, dengan memberikan edukasi tentang makanan sehat secara gratis, maka akan banyak orang mengenal arti sehat sesungguhnya. Dia berharap chef-chef baru juga mengerti makanan sehat dan bernutrisi.

Keprihatinan terhadap tubuh masyarakat Indonesia yang mulai menggelembung layaknya bola basket inilah yang menyebabkan Chef Edwin makin serius untuk membuka sekolah. "Saya ketemu dengan ICA (Indonesian Chef Association-red), ketuanya saja bilang mereka tidak mengerti nutrisi, padahal mereka jagonya masak. Tanpa healthy chef, grafiknya mulai menurun. Umur makin menurun, rumah sakit makin kaya raya," ujar duta United States Department of Agriculture (USDA) of Indonesia-Council Of Chefs (COC) ini.

Mantan Chef hotel The Ritz Carlton, Bali, inipun merasa bila dunia kuliner merupakan pekerjaan yang makin mahal. Alhasil, saat tua bidang kuliner tetap bisa dijalankan.

"Satu-satunya usaha makin tua makin mahal adalah koki. Dan, orang tidak bisa melihat koki atau chef sebagai komoditi berarti, bukan melihat potensinya. Secara bisnis dan otentik pun dunia kuliner pasti menjanjikan karena semua orang butuh makan," tutupnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:



image

Singkong Thailand, Enggak Kalah Enak dari Singkong Goreng

Posted: 12 Nov 2013 03:35 AM PST

Johan Sompotan - Okezone
Selasa, 12 November 2013 18:35 wib
detail berita
Singkong Thailand pemuas buat camilan (Foto:dapureummuaisy)
HAI Chef, saya Tya (30). Saya doyan ngemil dan ingin menikmati camilan manis, tapi berbeda dari biasanya. Adakah olahan camilan manis sekaligus menyehatkan, yang bisa saya buat? Terima kasih jawabannya, Chef.

Tya-Pancoran

Jawab:

Pilihan camilan tidak selamanya gorengan, puding, ataupun makanan serbamanis lainnya. Anda bisa mengolah camilan dari umbi-umbian, salah satunya singkong.

Nah, biasanya singkong sebatas direbus atau digoreng. Kini, ada cara lain untuk mengolah singkong, yakni dibuat singkong Thailand.

Cara memasak singkong Thailand, yakni didihkan air di dalam panci. Beri daun pandan dan garam lalu rebus singkong. Untuk satu kilogram singkong, beri tiga lembar daun pandan. Rebus singkong hingga empuk, gunakan api kecil dalam perebusannya. Bila sudah matang, beri gula pasir lalu aduk hingga mengental. Bila sudah matang, angkat.

Supaya lebih enak, sajikan dengan saus. Cara membuatnya, rebus santan dari kelapa parut segar lalu rebus. Beri garam dan aduk hingga mendidih. Beri larutan tepung sagu atau maizena dengan diberi sedikit santan sebagai pengganti air. Masukkan secara perlahan sambil diaduk agar saus tidak pecah.

Andrey Moreez
Executive Chef Swiss Bellhotel Harbour Bay Batam
(ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:



image

Tidak ada komentar: