Senin, 04 November 2013

“Chef Edwin Lau Pernah Buka Resto MSG” plus 2 more

“Chef Edwin Lau Pernah Buka Resto MSG” plus 2 more


Chef Edwin Lau Pernah Buka Resto MSG

Posted: 04 Nov 2013 08:02 AM PST

SEBAGAI seorang chef, Edwin Lau pernah merasakan bagaimana suka-duka membuka restoran. Chef Edwin Lau pun membeberkannya.

Resto yang pernah dibukanya berbasis menu internasional. Dia memadukan sushi dan grill sebagai andalannya.

Ide membuka resto dimulai dari melihat keterpurukan menjadi seorang celebrity chef yang tidak sehat. Alhasil, niatan membuka resto hanya bertahan 9 bulan saja.

"Akhirnya, saya memilih untuk berbisnis karena saat itu menjadi celebrity chef tidak sehat. Saya membuka restoran MSG (Master Sushi and Grill)," ucap Edwin Lau, Healthy Chef, kepada Okezone di Jakarta, belum lama ini.

Dalam membuka restonya, ia pun ingin mengetahui keinginan masyarakat Indonesia soal resto yang dibukanya. Terlebih, soal kesehatan pada makanan yang dibuatnya sangat diperhatikan.

"Buka resto itu adalah untuk mengetahui apa yang diinginkan masyarakat Indonesia sampai akhirnya Indonesia masih suka sesuatu yang umum," tuturnya.

Bahkan, dalam membuka resto jebolan Universitas Pelita Harapan Karawaci ini mulai merasa angkat tangan. Terlebih, ketika dirinya mulai disibukkan dengan pekerjaannya.

"Ketika ditinggalin, maka standartnya jadi menurun dan disitu saya terbuka pikirannya kenapa celebrity chef enggak mau buka resto di Indonesia," tegasnya.

Pria keturunan Chinese ini mengaku bila dalam membuka usaha resto maka campur tangannya harus memaksanya tak boleh menanggalkan usaha resto yang dijalankannya.

"Saya harus menghabiskan waktu banyak dengan kekuatan sendiri, saya tidak bisa kemana-mana sekalipun resep saya lebih hebat," timpalnya.

Dengan memiliki pengalaman pahit dengan resto, maka dirinya pun mengubah restonya menjadi hal yang lebih privasi. Dimana, dirinya lebih menjual resep-resepnya dalam produk yang dimilikinya.

"Dengan hal tersebut, akhirnya saya emutuskan tidak lagi memakai konsep resto yang saya miliki, tapi lebih pada personal karena banyak klien menghargai saya ketimbang dalam bentuk resto bangunan," tutupnya dengan senyuman (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:



image

Go! Go! Curry, Kari Jepang yang Sehat

Posted: 04 Nov 2013 07:05 AM PST

MASAKAN Jepang yang dikenal sebatas sushi dan teppanyaki. Kini, ada gebrakan baru yang bisa menambah sensasi menikmati kuliner Jepang, yakni makanan berbasis kari.

Itulah Go!Go!Curry, resto berbasis Jepang yang bisa dijumpai di Mall Citraland, Grogol, Jakarta Barat. Resto ini lebih menonjolkan sentuhan kuliner Jepang yang berbeda. Kekuatan olahan kari jadi nilai utamanya.

"Go!Go!Curry ini lebih pada menampilkan olahan kari yang menyehatkan, di dalamnya terdapat pemakaian buah-buahan sehingga ketika dimakan sentuhan manis dari buah sangat terasa di lidah," kata Natalia Malonda, President Director Go!Go!Curry, kepada Okezone di Jakarta, belum lama ini.

Go!Go!Curry yang hadir di tiga negara, yakni Jepang, Amerika, dan Hong Kong dan sejauh ini memiliki 85 gerai. Mall Ciputra sebagai tempat labuannya pertama di Tanah Air.

Menurutnya, pemakaian kari yang digunakan diambil dari daerah asalnya, yakni Kanizawa. Sentuhan karinya lebih sehat karena pemakaian buah-buahan.

Olahan kari di Jepang pun sangat berbeda dengan India, yang lebih mengandalkan rempah-rempah. Kari Jepang lebih manis.

"Memang, kari itu datang dari India baru ke Eropa, yakni Inggris, baru ke Jepang, makanya sentuhan karinya sangat berbeda," ujarnya.

Diakuinya, perbedaan lain adalah kari Jepang lebih kental. Ini membuat kari Jepang semakin enak dimakan.

"Kari di Jepang diberi tepung sebagai pengentalnya, berbeda dengan India yang lebih encer karena pemakaian bumbu rempah-rempah yang banyak. Biar makin enak lagi, kari Jepang dipadu dengan katsu dan sayuran kol putih," paparnya.

Restoran berkapasitas 50 tempat duduk ini menyediakan menu-menu original Go!Go! Curry, seperti shrimp katsu curry, sausage curry, omelet curry, taco rice, selain chicken katsu curry, chicken karage, ebi fried, fried sausage, fried fish, dan beef croquette.

Nah, bagi yang tak sabar untuk mencicipinya maka cukup merogoh kocek mulai Rp18 ribu hingga Rp100 ribu. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:



image

Hati-Hati, Banyak "Ranjau" di Menu Tuna Pasta Bakerzin

Posted: 04 Nov 2013 06:06 AM PST

JIKA Anda cukup sering mencicipi pasta carbonara yang creamy,aglio olio yang sederhana namun lezat atau dengan saus tomat yang asam segar. Kini, saatnya mencoba pasta tuna ebi yang pedas gurih.

Hidangan pasta memang berasal dari Italia. Citarasanya cenderung creamy, namun di Barkezin pasta disajikan dengan menyesuaikan lidah orang Asia, yakni pasta tuna. Pedas gurih menjadi ciri khas sajian spaghetti al dente ala Bakerzin Cafe.

"Pasta tuna adalah Asian Fussion taste, orang Indonesia, Singapura, dan Malaysia (cabang Bakerzin di Asia-red) suka menyantap pasta dengan ebi yang krispi. Khususnya di Indonesia, kita tambahkan dengan chili powder karena orang di sini suka yang pedas," kata Chef Yap Chern Chee, Executive Bakerzin Indonesia, kepada Okezone saat peluncuran Bakerzin Plaza Senayan di Jakarta, Senin (4/11/2013).

Selain banyak "ranjau", uniknya menu ini karena disajikan bersama taburan ebi yang digoreng renyah, gurih, wangi, dan lembutnya cincangan ikan tuna. Selain aroma ebi dan bawang putih, tambahan bubuk cabe membuat tuna pasta terasa lebih 'nendang'.

Hati-hati menyantap tuna pasta, pasalnya cabe merah siap membuat lidah Anda kepedasan. Chef sengaja menyisipkan beberapa cabe rawit merah untuk Anda yang suka rasa lebih pedas. Taburan parsley cincang membuat tampilan hidangan ini semakin menarik.

Menu ini semakin spesial karena diciptakan oleh Bakerzin Cooking Competition Winner, Chef Yong Kian Eik. Harga yang ditawarkan Rp57.500 per porsi. Anda dapat menikmatinya di seluruh cabang Bakerzin yang tersebar di Plaza Senayan, Plaza Indonesia, Pondok Indah Mall, Cilandak Town Square, Kelapa Gading, Central Park, Summarecon Mal Serpong, tiga gerai di Surabaya, satu gerai di Medan, dan satu gerai di Bandung.
(ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:



image

Tidak ada komentar: