Senin, 11 November 2013

“'Healthy Chef' Edwin Lau Ternyata Pecinta Seafood” plus 2 more

“'Healthy Chef' Edwin Lau Ternyata Pecinta Seafood” plus 2 more


'Healthy Chef' Edwin Lau Ternyata Pecinta Seafood

Posted: 11 Nov 2013 06:18 AM PST

MENJALANKAN hidup sehat, Chef Edwin Lau juga punya kuliner favorit yang turut digemari kebanyakan orang, bukan hanya superfood. Pemilik nama asli Edwin Handoyo Lau ini sangat menyukai seafood.

Kesukaan pria 31 tahun ini terhadap makanan laut sudah sejak kecil. Dia sendiri menyadari gangguan kesehatan yang mungkin muncul lantaran konsumsi bahan makanan ini, salah satunya kolesterol.

"Saya orang Makassar, jadinya suka seafood. Saya pecinta seafood sekalipun tahu kolesterolnya tinggi dan jahat," ucap Edwin Lau kepada Okezone saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, aroma dan rasa manis alami dari seafood membuatnya jatuh cinta. Dimasak dengan cara dibakar saja, seafood sudah enak, ujarnya, apalagi bila dipadukan dengan bumbu rempah-rempah khas Indonesia.

Dari sekian banyak jenis makanan laut, healthy chef ini lebih memilih ikan. "Hampir setiap hari saya makan ikan dan memang saya suka sekali, jenis ikan apapun itu, saya makan baik ikan air tawar maupun ikan laut dalam," tambahnya.

Kesukaannya terhadap ikan selain punya aroma manis, ikan memiliki tekstur daging yang lembut. Otomatis, dalam menyantapnya sangat mudah.

"Kolesterolnya paling rendah. Paling aman makanan laut adalah ikan, meskipun saya tahu banyak makan ikan tidak baik karena yang namanya berlebihan, pasti tidak baik," tutupnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:



image

Mengenali Daging Segar dalam Kemasan Bersegel

Posted: 11 Nov 2013 05:35 AM PST

Johan Sompotan - Okezone
Senin, 11 November 2013 20:35 wib
detail berita
Daging (Foto:food52)
MEMILIH daging di pasar tradisional maupun supermarket terbilang susah-sudah gampang. Bila salah pilih, daging akan cepat membusuk, padahal tampak segar ketika dijual.

Kesegaran daging berkurang lantarang teroksidasi. Warna merah segar yang muncul berkat juicy-nya tidak ada lagi. Paparan udara menyebabkan kesegaran daging berkurang, perlahan berubah warna menjadi cokelat.

Ketika membeli daging, langkah berikutnya adalah cium baunya. Jangan pernah ragu mencium daging karena cara ini merupakan cara terbaik dalam membeli daging. Berbeda dengan daging yang disegel atau divakum, yang membantu mencegah paparan udara. Udara yang muncul dari daging pun tidak akan menyebar terlalu jauh. Pada kemasan ini, daging segar cenderung akan berubah keunguan, seperti dilansir Food52, Senin (11/11/2013).

Jika berencana menyimpan daging dalam beberapa hari, beli saja daging yang disegel karena itu pilihan terbaik. Penyegelan yang baik bisa dilihat dari tidak adanya udara di dalam kantungnya. Bila ada udara, berarti kantungnya sudah diganti beberapa kali.

Proses penyimpanannya sangat mudah; bisa taruh di dalam kulkas dan freezer. Bila menyimpan daging, jaga erat kantung penyegalannya. Bila ingin disimpan terlalu lama, Anda bisa menaruhnya di dalam plastik, jangan buka kantung penyegelannya.

Untuk mengetahui apakag daging sudah busuk atau belum, buka saja kantung plastik dan segelnya. Bila aromanya sangat menyengat, pertanda daging sudah busuk. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:



image

Tiga Makanan Selalu Disantap 'Healthy Chef' Edwin Lau

Posted: 11 Nov 2013 04:08 AM PST

MEMPUNYAI tubuh yang sehat, Chef Edwin Lau memperolehnya dengan usaha keras. Healthy chef ini hanya mengonsumsi tiga makanan.

Pemilik nama asli Edwin Handoyo Lau ini memberikan nama untuk tiga makanan yang kerap disantapnya, yakni superfood. "Sekalipun tidak ada namanya superfood. Superfood saya adalah ciasit, flaxseed, serta weight protein," kata Edwin Lau kepada Okezone saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Makanan pertama yang diasupnya adalah caisit. Makanan ini memiliki banyak kandungan gizi sehingga cukup memenuhi kapasitas makanan yang dia butuhkan. Menurut Edwin, ciasit tidak dipasarkan di Indonesia karena bahannya berasal dari keluarga mint, dan hanya ada di Amerika Selatan. Caisit merupakan sumber nabati tertinggi omega-3, tinggi serat, tanpa pengawet, tinggi protein, dan kalsium.

Kedua adalah flaxseed atau yang dikenal dengan biji rami. Baginya, makanan yang berasal dari biji-bijian memudahkan tubuh untuk menyerapnya. Dijelaskan pria 31 tahun ini, flaxseed ada dua jenis, yakni cokelat dan gold. Jenis yang gold, menurutnya, lebih bagus.

"Dulu, jenis makanan yang pertama kali tumbuh adalah biji-bijian. Saya yakin Tuhan menciptakan sayuran hijau lebih sulit dari biji-bijian. Kenapa demikian? Karena biji-bijian bisa tumbuh di daerah yang tidak ada air. Tidak ada petani, biji-bijian bisa tumbuh. Sementara, sayuran tumbuh ketika manusia ada," tambahnya.

Pria yang mengawali karier kuliner di Sakana Japanese Restaurant ini menambahkan, biji-bijian bermanfaat untuk tubuh walaupun tak memiliki banyak rasa. Dia menjelaskan, lemak darah sangat tinggi di dalam tubuh manusia bila yang diasup terlalu banyak gorengan. Supaya darah kembali encer, maka dibutuhkan omega-3.

"Kebanyakan masyarakat Indonesia tahunya hanya dari salmon, tapi ternyata bisa membuat asam urat. Omega-3 pun tidak ada di ikan air tawar, adanya di biji-bijian," ujar duta United States Department of Agriculture (USDA) of Indonesia-Council Of Chefs (COC) ini..

Terakhir adalah weight protein. Chef Edwin mengatakan bila asupan ini kerap dikonsumsi para binaragawan. Menurutnya, masyarakat Indonesia membutuhkan susu protein, bukan susu yang dijual di pasaran dengan rasa yang enak. Namun, kebiasaan tersebut sulit dilepaskan karena sudah dilakukan sedari kecil.

Untuk mendapatkan tubuh yang sehat, ujar Chef Edwin, mau tak mau Anda harus melepaskan segala sesuatu yang sifatnya memuaskan tubuh.

"Coba sekali-kali beli makanan maupun minuman dengan kadar gizinya. Orang Indonesia itu banyak yang kurang protein, dan kebanyakan tubuhnya lebih besar di perut ketimbang bagian atas. Semakin badan kita tinggi otot, maka metabolisme tinggi dan itu superfood saya," tutupnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:



image

Tidak ada komentar: