Sabtu, 16 November 2013

“Karena Alasan Ini, Anak-Anak Suka Mi” plus 2 more

“Karena Alasan Ini, Anak-Anak Suka Mi” plus 2 more


Karena Alasan Ini, Anak-Anak Suka Mi

Posted: 16 Nov 2013 03:15 AM PST

BISA diperhatikan, anak-anak di Indonesia lebih menyukai mi ketimbang makanan lainnya. Padahal, kebanyakan menyantap mi tak baik buat kesehatan anak.

Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, Ketua Umum Pehimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia, membeberkan beberapa alasan anak-anak sangat menggilai mi daripada santapan lainnya. "Karena mi punya bentuk dan tekstur yang lembut, belum lagi rasa mi yang manis, bikin mereka jatuh cinta," ucapnya kepada Okezone di Jakarta, belum lama ini.

Faktor berikutnya adalah anak-anak sangat memperhatikan sedetail mungkin makanan yang dikonsumsi. Mereka mudah trauma bila makanan tidak sesuai dengan harapannya.

"Anak-anak sensitif dengan makanan. Mi punya tekstur yang tak membuat mereka takut, beda dengan daging, sayuran, maupun ikan. Serat daging serta tulang bisa menyebabkan mereka takut terlebih bila menempel di gigi atau menusuk bagian mulut anak-anak, itu akan bikin mereka trauma," bebernya.

Kemudian, persoalan konsumsi makanan yang ada di mulut. Olahan mi akan membuat anak-anak cepat menghabiskan makanan sehingga tidak mengganggu aktivitas bermainnya.

"Proses mengunyah tak menyulitkan mereka, misalkan sambil bermain atau menonton televisi. Berbeda dengan nasi, dimana pola kunyahnya akan lebih sulit," paparnya.

Dirinya pun mengingatkan bahwa anak-anak bisa saja diberikan asupan mi, yang terpenting tidaklah berlebihan. Kalau sampai tak mau makan yang lain, katanya, berarti anak terlalu sering dikasih.

Terakhir, dalam memberikan mi pada anak, maka beri tambahan bahan lainnya seperti sayuran, telur, atau daging untuk asupan proteinnya atau bisa dikasih keju, tomat, dan sebagainya. "Ketika Anda hanya menikmati mi instan tanpa diberi bahan tambahan lainnya, maka kenikmatan dalam menyantapnya pun jadi kurang. Nutrisinya kurang terpenuhi," tutupnya.

(ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. FiveFilters.org recommends: March Against Mainstream Media (More info).



image

Kesalahan-Kesalahan Memasak Daging Dibocorkan Chef Vindex

Posted: 15 Nov 2013 11:09 PM PST

ADA saja salah kaprah dalam memasak yang dipahami masyarakat Indonesia. Salah satunya dalam mengolah daging.

Beragam teknik bisa dilakukan untuk mengolah daging, mulai dari kukus, panggang, tumis, maupun direbus. Tentu, semuanya lezat, tinggal tergantung selera penikmatnya.

Chef Vindex Tengker, Executive Chef Hotel Dharmawangsa, melihat bila masalah dalam memasak daging biasanya daging jadi keras ketika dikonsumsi. Kesalahan pertama adalah daging dimasak tanpa menggunakan wadah yang panas. Hal ini akan membuka semua kadar serat yang ada di dalam daging. Saat terkena panas, serat ini mulai bereaksi hingga juicy daging terjaga.

"Masak dengan menggunakan wadah yang panas, maka akan membuat juicy daging langsung tertutupi oleh suhu panas yang tinggi, otomatis daging jadi empuk ketika dimakan," ucapnya kepada Okezone saat ditemui di The Food Hall, Plaza Indonesia, Jakarta, baru-baru ini.

Kemudian, kesalahan berikutnya adalah pada saat pembakaran. Biasanya, sebagian orang menaruh minyak di dalam wadah yang akan digunakan untuk membakar daging. Padahal, cara ini seharusnya tidak usah digunakan.

"Proses pemasakan memakai teknik memanggang atau membakar sangat berbeda dengan menumis. Memang, jika minyak ditaruh di dalam wadah, maka daging tidak akan lengket, tapi yang terjadi adalah proses penyerapan juicy-nya tidak bekerja dengan baik. Berbeda ketika minyak ditaruh pada daging. Proses marinasi akan membuat semua elemen dalam daging akan terbuka, sehingga akan memaksimalkan seluruh elemen di daging termasak dengan baik," paparnya.

Selanjutnya adalah dalam memasak daging untuk semua teknik, maka daging jangan ditekan atau ditusuk. Cara ini akan membuat daging jadi alot ketika dikonsumsi.

"Kebanyakan orang lebih memilih untuk menekan atau menusuk daging supaya bisa diketahui daging sudah matang atau belum, padahal ketika daging yang ditusuk tetapi masih berada pada area yang panas, akan membuat juicynya akan keluar. Sontak akan membuat daging jadi keras," timpalnya.

Kesalahan dalam memasak daging, tak berhenti di situ. Pasalnya, pada proses penumisan pun mengolah daging masih banyak yang asal-asalan. Alhasil, baik sayuran maupun daging jadi terasa hambar.

"Jika memasak sayuran dan Anda memakai daging, maka jangan beri air. Kenapa demikian? Daging punya kadar air yang tinggi. Ketika panas, maka daging akan mengeluarkan juicy yang berbentuk air. Ketika diberi air putih yang matang, maka juicynya akan larut di air. Citarasanya pun berubah," tutupnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. FiveFilters.org recommends: March Against Mainstream Media (More info).



image

Agar Minyak Tidak Muncrat saat Goreng Ikan

Posted: 15 Nov 2013 09:07 PM PST

Dewi Yanti - Okezone
Sabtu, 16 November 2013 12:07 wib
detail berita
(Foto:Sixthseal)
KETAKUTAN hampir semua orang pada saat menggoreng ikan adalah minyak panas muncrat ke mana-mana. Jika Anda termasuk yang pernah mengalaminya, maka kini tidak perlu khawatir lagi.

Ikan memiliki kandungan air yang pada saat terkena panas minyak akan menimbulkan percikan. Melitta, Top 4 MasterChef Indonesia Season 3, memiliki trik khusus saat menggoreng ikan.

"Kalau goreng ikan, minyaknya suka muncrat-muncrat, taburi sedikit tepung terigu pada minyak," kata Melitta saat berkunjung ke redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, belum lama ini.

Tambahnya, tepung terigu berguna menyerap air yang dikandung ikan atau makanan basah lainnya. Penambahan tepung terigu hanya sedikit, sebatas taburan sebelum ikan dimasukkan ke dalam minyak panas.

"Tepungnya cuma sedikit saja, jadi tidak akan mengubah tampilan dan rasa ikan goreng," lanjut Melitta. (ftr)

Berita Terkait : Ikan

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. FiveFilters.org recommends: March Against Mainstream Media (More info).



image

Tidak ada komentar: