Minggu, 10 November 2013

“Lima Aturan Membuat Steak Daging” plus 2 more

“Lima Aturan Membuat Steak Daging” plus 2 more


Lima Aturan Membuat Steak Daging

Posted: 10 Nov 2013 05:06 AM PST

SEKILAS, memanggang daging hingga menjadi steak mudah dilakukan. Tak jarang usai dipanggang, daging malah keras, padahal memakai daging berkualitas impor.

Steak biasanya dibuat dari daging tenderloin maupun sirloin, adapula wagyu. Biarpun beragam, tetap saja Anda harus tahu bagaimana proses pemanggangan yang benar.

Berikut beberapa aturan dalam memanggang daging supaya menghasilkan steak yang enak, seperti dilansir Fodd52:

Suhu ruangan
Sebelum dipanggang, usahakan suhu daging sama dengan suhu ruangan. Tujuannya agar daging bisa termasak secara merata.

Perhatikan waktu
Dalam memanggang, pelajarilah karakteristik daging yang digunakan sebab daging membutuhkan waktu pemasakan berbeda. Perhatikan pula setiap sisi daging supaya termasak dengan merata. Memang akan sulit, ketika Anda kerap kali membalikkan daging. Belajar memahami titik panas dan dingin pada saat memanggangnya.

Tak perlu memakai minyak
Kerap kali dalam memanggang daging, Anda menggunakan minyak. Padahal, cara ini salah sebab minyak akan membuat daging terbakar sehingga meninggalkan residu warna hitam yang menempel di daging. Ketika dimakan, bagian gosong ini akan terasa pahit.

Jika pada saat memanggang memakai suhu yang tepat, maka hasil pembakarannya akan sama seperti ketika Anda memakai wajan maupun teflon atau memasak daging untuk ditumis dan digoreng.

Biarkan steak beristirahat
Ketika steak sudah matang, maka biarkan dagingnya beristirahat selama 10 sampai 15 menit. Ini akan membuat juicy-nya tidak keluar.

Bumbunya

Memanggang steak, maka Anda disarankan jangan memberinya banyak bumbu. Sebab, aroma asli dari dagingnya akan menghilang. Bila ingin memakai bumbu, gunakan sebagai olesan saja. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:



image

Hidup Sehat Mahal? Ini Jawaban Chef Edwin Lau

Posted: 10 Nov 2013 03:03 AM PST

Wawancara Eksklusif Chef Edwin Lau

Johan Sompotan - Okezone
Minggu, 10 November 2013 18:03 wib
detail berita
Chef Edwin Lau (Foto:Johan Sompotan)
BANYAK orang beranggapan bila melakoni hidup sehat akan mahal biayanya lantaran mengonsumsi makanan yang tidak sembarangan. Benarkah demikian?

Healthy chef membenarkannya, bahwa bila menjalankan hidup sehat dibutuhkan biaya yang tak murah. Hal itu dikarenakan adanya asupan yang belum banyak dijumpai di Indonesia.

"Kenapa orang hidup sehat lebih mahal? Karena makanan bergizi itu lebih mahal," ucapnya kepada Okezone di Jakarta, belum lama ini.

Pemilik nama Edwin Handoyo Lau ini menambahkan, kurangnya bahan makanan yang dibutuhkan menjadikan hidup sehat jauh lebih mahal. Dia mengambil contoh dengan membandingkan harga apel dan blueberry. Blueberri lebih mahal karena merupakan buah non-organik. Blueberry pun hanya bisa ditemukan di beberapa toko tertentu. Ada lagi faktor sarana dan prasarana yang kurang memadai.

"Hidup sehat itu segala sesuatunya harus dipikirkan, misalkan ada orang Indonesia menikmati gurame sepanjang hidupnya, juga ada yang ikan laut, seperti tuna dan salmon. Siapa yang hidup lebih sehat? Pasti yang makan ikan tuna dan salmon, kenapa? Karena ikan air laut dalam memiliki nutrisi lebih ketimbang air laut tawar. Itulah kenapa orang hidup sehat lebih mahal," jelasnya.

Edukasi tentang hidup sehat pun perlu terus digaungkan. Tak ayal, hidup sehat harus mengeluarkan bujet lebih banyak. Mereka yang melakoninya juga harus memahami tubuhnya.
 
"Hidup sehat dibutuhkan coaching clinic tentang tubuh. Pengajar di Indonesia masih minim, makanya hidup sehat itu lebih mahal. Bahkan, bila salah menjalankannya bisa jadi tubuh enggak sehat," tutupnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:



image

Libur, Siap-Siap Ditantang Cumi Bakar Pedas

Posted: 10 Nov 2013 01:05 AM PST

HAI Chef, saya Selly (30). Hari libur seperti ini, ingin sekali membuat masakan yang spesial, terutama pedas. Bisakah Chef membagikan menu itu untuk saya? Terima kasih jawabannya, Chef.

Selly-Pluit

Jawab:
Di hari libur ini memang paling enak menikmati makanan yang penuh rasa sehingga Anda dan keluarga cukup makan di rumah, tanpa perlu ke restoran demi mencari menu istimewa. Menu yang bisa dibuat adalah cumi bakar pedas.

Proses membuatnya cukup mudah, bahkan Anda bisa menggunakan teflon sebagai wadah pembakarannya. Namun, jika ingin mendapatkan aroma kuat saat membakar cumi, gunakan bara api.

Pertama-tama, bersihkan cumi kemudian siapkan bumbu perendamnya, mulai dari cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, serai, daun jeruk, serta garam. Semua bumbu ditumis hingga harum dan matang. Tambahkan sedikit air jeruk nipis. Aduk merata. Buat takaran pedasnya, sesuaikan dengan selera Anda.

Lumuri cumi di dalam bumbu perendam yang sudah matang dan diamkan dua jam hingga bumbu meresap. Terakhir, bakar cumi sambil sesekali dioles dengan bumbu perendam hingga cumi matang.

Riki Maulana
Sous Chef Intercontinental Jakarta MidPlaza
(ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:



image

Tidak ada komentar: