Sabtu, 09 November 2013

“Masak Kadang Bersin-Bersin, Ini Penyebabnya!” plus 2 more

“Masak Kadang Bersin-Bersin, Ini Penyebabnya!” plus 2 more


Masak Kadang Bersin-Bersin, Ini Penyebabnya!

Posted: 09 Nov 2013 03:08 AM PST

DALAM memasak, beberapa hal mungkin membuat Anda kesal, selain mata jadi perih. Ada pula yang menyebabkan Anda bersih-bersin.

Riki Maulana, Sous Chef Intercontinental Jakarta MidPlaza, mengatakan bahwa penyebab utama yang membuat Anda bersin diakibatkan tidak kuatnya sistem pernafasan dengan uap yang muncul dari bahan masakan yang diolah.

"Proses terjadinya bersin itu biasanya muncul ketika sudah berjalan 10 menit pemasakan. Faktor bersin karena adanya bau tajam yang keluar dari makanan yang sedang dimasak," ucapnya kepada Okezone saat ditemui di Intercontinental Jakarta MidPlaza, Jakarta, belum lama ini.

Baginya, aroma dari cabai maupun lada yang menyebabkan bersin muncul ketika memasak. Aroma ini bukan muncul dari pemakaian bawang merah.

"Biasanya bersin-bersin muncul dari pemakaian bahan yang pedas, seperti cabai dan lada. Sementara bawang merah tidak bikin bersin karena bawang punya sifat gas air mata dan bikin nangis," timpalnya.

Faktor berikutnya adalah kumpulan suhu dan uap panas yang menyelimuti ruangan dapur Anda, biasanya bagian dapur tidak terdapat sirkulasi udara yang baik guna membuang uap yang keluar dari bahan makanan yang dimasak.

"Ketika tidak ada sirkulasi udara yang baik maka, alat pernapasan, khususnya hidung, sudah tidak mampu lagi menyerap bau tajam. Hal inilah yang membuat Anda jadi bersin," tegasnya.

Terakhir adalah persoalan suhu panas yang ada di dalam wadah yang dipakai memunculkan proses pembakaran yang masuk ke dalam bahan-bahan yang beraroma tajam.

"Saat pertama dimasukkan hidung belum mencium aroma apapun, karena belum terjadi proses ekstrak yang ada di dalam wadah yang dipakai untuk memasak. Bila sudah bersin itu berarti cabai sudah terbakar, aromanya sudah keluar melalui uap dan berubah menjadi gas dan itu bikin bersin," tukasnya.

Bagi Anda yang ingin memasak tanpa melakukan bersin, maka Chef Riki memberikan solusi termudah dalam memasak biar makanan yang dibuat tidak terkontaminasi.

"Triknya cuma dua, yakni pertama Anda harus bernafas lewat mulut, sebab adanya bersin terjadi karena serapan panas yang masuk ke dalam hidung. Kedua, adalah memakai masker, lubang pernafasan Anda pun terlindungi," tutupnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:



image

Kesalahan Utama Menumis Hidangan Nusantara

Posted: 09 Nov 2013 01:08 AM PST

KULINER Indonesia memiliki banyak teknik memasaknya, salah satunya menumis. Mungkin masih ada kesalahan yang Anda lakukan saat menumis, alhasil hidangan menjadi kurang nikmat.

Diakui Riki Maulana, Sous Chef Intercontinental Jakarta MidPlaza, bila proses pemasakan yang terjadi di masyarakat Indonesia kerap keliru, termasuk proses penumisan. Padahal, teknik ini sangat mudah dilakukan.

"Masyarakat Indonesia belum mengenal dengan baik karakter dari bahan-bahan makanan yang kita miliki. Otomatis, pemasakannya jadi asal atau salah kaprah," katanya kepada Okezone saat ditemui di Intercontinental Jakarta MidPlaza, Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, karena Indonesia memiliki banyak jenis rempah, maka karakteristiknya harus diperhatikan. Setiap jenisnya membutuhkan waktu dan cara memasak yang berbeda pula. Faktor pertama yang harus diperhatikan adalah pemasakan bumbu. Dimana, bumbu merupakan tahapan awal dalam memasak kuliner Indonesia.

"Bumbu-bumbu yang dimiliki di Indonesia tidak perlu dimasak terlalu lama, mengapa demikian? Karena bumbu Indonesia memiliki aroma dan rasa yang kaya. Bila terlalu lama, maka suhu panas akan mengekstrak sehingga bau khasnya menghilang," paparnya.

Selain proses pemasakan bumbu tidak boleh lama, bumbu rempah Indonesia memiliki karakter mudah menyerap bahan makanan yang akan digunakan. Otomatis, aromanya akan pudar.

Faktor kedua adalah saat penumisan. Dalam hal ini, Chef Riki mengatakan bila Anda harus mengetahui perbedaan ketika memasak bumbu dicincang dengan bumbu dihaluskan. Sebab, dua hal ini memiliki waktu memasak yang berbeda.

"Pikirkan soal jumlah pemakaiannya, dan gunakan waktu dua sampai tiga menit untuk bumbu yang dicincang. Tapi, bumbu yang sudah dihaluskan pemasakannya bisa cepat karena sudah berbentuk serpihan halus, cukup lakukan dibawah dua menit saja," bebernya.

Faktor ketiga adalah penggunaan suhu api. Dalam menumis, Anda pun disarankan harus mengontrol pemakaian apinya. Hal ini bisa mengekstrak bahan serta bumbu yang akan dimasak.

"Pemakaian api juga harus diperhatikan, Bila ingin memasak dengan cepat maka gunakan api besar, bila ingin mendapatkan aroma yang lebih wangi maka gunakan suhu api kecil sebab proses pematangan dilakukan secara lambat. Bila ingin matang di bagian dalam maka suhu api sedang jadi pilihannya," jelasnya.

Terakhir adalah pemasukan bahan makanan. Kerap kali, faktor terakhir ini dianggap sepele apalagi pada saat penggunaan garam. Alhasil, makanan kerap menjadi tawar maupun tidak ada rasa, bahkan bisa membuat makanan jadi keasinan.

"Jika bumbu sudah wangi, maka jarak untuk pemasukan bahan utamanya jangan terlalu lama, lalu aduk hingga merata dan taburi garam secukupnya. Bila, ingin menggunakan daging maka tidak perlu lagi ditambahkan air karena itu akan membuat makanan jadi tawar meskipun sudah diberi garam," tutupnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:



image

Chicken Katsu Go! Go! Curry!, Kuah Cokelat Kentalnya Menggoda

Posted: 08 Nov 2013 10:48 PM PST

MENDENGAR kata "kari", yang segera terbayang tentu sajian hangat di mangkok dengan kuah berwarna merah kekuningan. Ada yang beda dengan kari ala Jepang di gerai Go! Go! Curry!.

Kari termasuk dalam khasanah kuliner Asia, seperti Indonesia, Malaysia, dan India. Tampilannya khas, kuah agak kental dengan warna merah kekuningan. Nah, kari ala masakan Jepang beda lagi.

Kari ala Jepang disuguhkan pada menu chicken katsu curry besutan Go! Go! Curry, restoran cepat saji asal Jepang yang kini hadir di City Walk Sudirman dan Mal Ciputra. Tampilannya mirip cokelat leleh dengan tekstur yang kental, benar-benar menggoda untuk segera disantap!

Chicken katsu curry disajikan di atas piring panjang yang cukup dalam. Bukan piring ceper, karena ternyata menu cepat saji ini ditemani pendamping berupa nasi, salad kol, dan tentunya siraman kuah kari. Salad kol bisa diberi topping mayones bila Anda menyukainya, tapi dinikmati polos saja juga tetap nikmat.

Bicara kuah kari yang kental, rasanya sangat kuat rempah-rempah dan disajikan cukup banyak hingga meresap ke dalam nasi dan semakin gurih. "Pembuatannya seperti dodol, harus diaduk terus dan enggak boleh berkerak. Bahan sama dengan kari biasanya, tapi ini diberi buah-buahan, salah satunya mangga. Saya sendiri menyimpulkan, ini enak karena mangganya," kata Natalia Malonda, President Director Go! Go! Curry! Indonesia, kepada Okezone saat ditemui di City Walk Sudirman, Jakarta, baru-baru ini.

Sebenarnya, rasa kuah kari sudah cukup pedas rempah, tapi untuk Anda penyuka lebih pedas, ada pelengkap berupa saos sambal dan sambal cabai. Menariknya, pelengkap ini hanya ada di gerai Indonesia yang hadir karena permintaan para pengunjung saat Go! Go! Curry melakukan tes pasar.

"Biar menggigit katanya. Di AS juga ada, tapi bentuknya chili powder. Ke depan, kami akan buat tingkatan kepedasan saus karinya," imbuhnya.

Bersama kuah kari, ditawarkan juga menu sejenis chicken katsu, seperti omelet, shrimp katsu, sausage, dan lainnya. Variasi ini juga ada pada gerai Go! Go! Curry di berbagai negara, tetapi untuk Indonesia ada menu berbeda, yakni kroket daging. Natalia mengakui, bahan-bahan yang digunakan masih didatangkan dari Jepang demi menjaga standar dari waralaba asalnya. Sebagai contoh bawang Bombay, pihak Go! Go! Curry Jepang mengatakan bahwa bawang bombay dari Indonesia beraroma lebih kuah, yang harus disesuaikan dengan standar.

Namun, mendatang bahan lokal akan dieksplorasi. "Kalau kita ngomongin kari, isinya rempah-rempah, Indonesia kaya sekali. Kalau saya minta list-nya, semua ada di sini," imbuhnya.

Sementara, menu minuman yang tersedia terbilang sederhana, seperti iced & hot ocha, iced chocolate, soursop juice, guava juice, dan lainnya. "Menu minuman memang tidak banyak karena kita konsepnya fast food. Harus dalam tempo sekian menit, orang selesai makan," tutupnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:



image

Tidak ada komentar: