Rabu, 13 November 2013

“Perhatikan Cara Seduh Teh dari Pakarnya!” plus 2 more

“Perhatikan Cara Seduh Teh dari Pakarnya!” plus 2 more


Perhatikan Cara Seduh Teh dari Pakarnya!

Posted: 13 Nov 2013 07:42 AM PST

MEMBUAT minuman teh kerap kali dianggap sepele oleh banyak orang sehingga menghasilkan rasa yang kurang nikmat. Perhatikan trik menyeduh teh dengan baik.

Ratna Soemantri, praktisi teh Indonesia, mengatakan bila menyeduh teh membutuhkan trik khusus agar aroma dan rasanya terjaga. "Membuat teh itu harus diperhatikan kualitas air, teh, gula, serta suhu airnya. Empat Hal ini sangat berpengaruh untuk menghasilkan teh yang baik," ucapnya kepada Okezone usai acara Media Briefing Tea Ceremony PT. Gunung Subur Sejahtera di Moe's Place, Kemang, Rabu (13/11/2013).

Faktor pertama adalah kualitas air. Air yang berbau akan merusak citarasa asli teh. Menurut Ratna, teh punya karakter yang sangat lembut sehingga mudah menyerap bau.

Faktor kedua adalah suhu air. Bila air terlalu panas, teh akan rusak, terlebih bila Anda memakai teh hijau. "Cukup pakai air dengan suhu 70 derajat Celsius," tambahnya.

Anda bisa memakai termometer khusus untuk memastikan suhu air untuk menyeduh teh. Cara mengetahui dengan mudah, kata perempuan yang pernah menjadi tamu Okezone ini, taruh air yang sudah direbus di dalam cangkir keramik. Kemudian pegang cangkirnya. Bila tangan Anda menolak karena kepanasan, pertanda suhunya masih di atas 90 derajat Celsius.

Kemudian faktor lain adalah pemakaian teh. Lebih baik teh tidak dicelupkan terlalu lama di dalam air panas. "Ketika teh sudah mengeluarkan warna yang asli, pertanda teh telah tereaksi dengan air panas. Segera angkat, jangan didiamkan terlalu lama," jelasnya.

Terakhir adalah penggunaan gula. Dalam membuat teh, usahakan tidak memakai gula karena akan merusak rasa asli teh.

"Gula memang memberikan rasa manis, tapi bila mendapatkan teh yang segar kualitasnya maka aroma dan rasa teh akan hilang," tutupnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:



image

Waspada, 7 Barang di Dapur Bisa Sebabkan Anda Sakit! (2-Habis)

Posted: 13 Nov 2013 07:16 AM PST

Fitri Yulianti - Okezone
Rabu, 13 November 2013 22:16 wib
detail berita
(Foto: sheknows)
TIDAK ada yang terlihat aneh dengan wadah plastik aneh karena setiap rumah tangga pasti memilikinya. Namun, ini adalah salah satu alat yang bisa mengundang bahaya kesehatan.

Barang-barang di dapur membantu Anda menyiapkan sajian untuk keluarga. Meski demikian, penting untuk Anda mewaspadai potensi berbahaya bagi tubuh, seperti ulasan Sheknows berikut ini:

Wadah plastik
Setiap rumah tangga pasti memiliki wadah berbahan plastik. Pastikan Anda menggunakan wadah plastik yang aman untuk bahan makanan demi jauh dari masalah kesehatan dalam keluarga.

Kantong popcorn untuk microwave
Ini bukan kesalahan popcorn, tetapi kantong popcorn yang bisa dimasak langsung dengan microwave biasanya dicampur sejumlah bahan kimia berbahaya. Bahan dimaksud terutama fluorotelomers, yang dianggap karsinogen. Bahayanya terletak pada uap yang keluar dari dalam kantong. Untuk menghindari potensi berbahaya tersebut, buka kantong popcorn setelah dingin.

Meja dapur
Ternyata, meski Anda menghabiskan waktu berjam-jam dengan desinfektan, dapur Anda masih dapat meninggalkan bakteri. Meja dapur menjadi tempat yang Anda butuhkan untuk menyiapkan bahan makanan, juga bisa menjadi alasan terganggunya kesehatan keluarga. Jadi, pastikan Anda menyimpan hanya bahan makanan di atas meja dapur.

Plastik bersegel reusable
Barang-barang yang dapat digunakan kembali (reusable) memang berguna bagi kelestarian lingkungan. Namun, plastik kemasan berulang kali pakai tidak demikian. Plastik kemasan berulang kali pakai yang pernah digunakan untuk daging mentah bisa menimbulkan ancaman kontaminasi silang jika Anda menggunakannya kembali untuk sayuran. Jadi, pastikan semua makanan ditempatkan ke dalam kantong yang benar-benar tertutup. Cuci plastik ini sepekan sekali. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:



image

Waspada, 7 Barang di Dapur Bisa Sebabkan Anda Sakit! (1)

Posted: 13 Nov 2013 05:15 AM PST

Fitri Yulianti - Okezone
Rabu, 13 November 2013 20:15 wib
detail berita
(Foto: thedailymeal)
KASUS keracunan makanan beberapa kali terdengar, baik karena pengolahan kurang higienis maupun bahan makanan tidak berkualitas. Namun, keracunan juga bisa terjadi lantaran pemakaian alat dapur tertentu.

Pikirkan kembali fungsi dapur rumah Anda dalam menjaga kesehatan keluarga. Dalam makna yang sedikit 'jahat', dapur juga bisa menjadi musuh bila Anda mengisinya dengan barang-barang berbahaya bagi kesehatan.

Untuk memastikan kesehatan Anda dan keluarga tetap terjaga, simak beberapa peralatan dapur yang patut diwaspadai karena dapat menyebabkan Anda sakit, seperti diulas Thedailymeal:

Talenan
Talenan berpotensi sebagai tempat berkembang biaknya kuman, terutama talenan kayu yang dianggap paling tidak higienis. Sebenarnya, talenan kayu tidak masalah asalkan dibersihkan dengan benar. Masalah muncul ketika talenan tidak dibersihkan dengan benar setelah digunakan.

Untuk membersihkan talenan, USDA (US Department Agriculture/Departemen Pertanian AS) merekomendasikan sebagai berikut, "Cuci dengan air sabun hangat setiap kali selesai digunakan (terutama setelah memotong ayam), kemudian bilas dengan air bersih dan keringkan di udara atau menggunakan handuk kertas yang bersih".

Busa pencuci piring
Spons atau busa cuci piring berguna membersihkan kotoran pada alat makan dan masak. Alat yang selalu lembab ini ternyata berisi jutaan bakteri. USDA merekomendasikan cara membersihkan spons cuci piring, "Cuci spons hingga bersih lalu keringkan dengan microwave. Cara ini efektif membunuh kuman yang hidup di dalam spons".

Kulkas
Hanya karena lingkungannya dingin, tidak berarti kulkas tidak menjadi tempat berkembang biak kuman. Lemari es harus berada pada suhu 40 derajat Celsius untuk menjaga makanan dari bakteri yang berkembang. Untuk mencegah kulkas menjadi sarang bakteri, lebih baik tidak mengisi kulkas terlalu penuh, segera membersihkan makanan yang tumpah, dan tutup makanan yang disimpan di dalamnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:



image

Tidak ada komentar: