Senin, 18 November 2013

“Pundang & Pindang Gulai Ikan Primadona Musi Banyuasin” plus 2 more

“Pundang & Pindang Gulai Ikan Primadona Musi Banyuasin” plus 2 more


Pundang & Pindang Gulai Ikan Primadona Musi Banyuasin

Posted: 18 Nov 2013 07:26 AM PST

SEKAYU - Dalam rangka menumbuhkan minat wisatawan, Bupati Musi Banyuasin Pahri Azhari tengah merapikan infrastruktur di daerahnya. Kuliner khasnya juga tengah diangkat pamornya.

Dia mengatakan bahwa pembenahan dilakukan dimulai dengan perbaikan infrastruktur, seperti jalan menuju daerah ini. Kondisi jalan kini masih banyak lubang.

"Pembenahan sedang dilakukan. Semoga di 2014 pembangunan plaza dan taman di Muba (Musi Banyuasin-red) segera selesai dan bisa segera dinikmati wisatawan asing maupun lokal," katanya kepada Okezone di Sekayu, Sumatera Selatan, baru-baru ini.

Selain itu, ia bersama istri, Lucianty Pahri, memberdayakan kaum ibu untuk memajukan kuliner dan sentra usaha kecil menengah (UKM) di Musi Banyuasin. "Saya ingin ketika orang datang ke Muba, yang mereka cari adalah pundang muba, makanan khas dari daerah ini," ujar Lucianty.

Pundang muba adalah makanan khas yang ada di tempat ini, berbahan dasar ikan seluang, ikan kecil yang hidup di perairan Sungai Musi dan memang kerap dijadikan penganan oleh masyarakat Musi Banyuasin. Ikan ini berukuran sangat kecil, mirip ikan teri namun lebih besar dan bedanya tidak asin. Ikan seluang hanya hidup di perairan Indonesia, Malaysia, dan negara Asia lainnya.

"Biasanya ikan ini digoreng kering atau diberi tepung kemudian disantap sebagai lauk bersama nasi dan sambal kemang. Kemang adalah buah sejenis mangga, biasanya oleh warga dijadikan bahan pembuat sambal, jadi sambal tersebut tidak hanya pedas namun juga sedikit asam atau manis, tergantung dari buahnya," tambah Lucianty.

Bukan hanya itu, adapula makanan khas lain berbahan dasar ikan, yaitu pindang gulai ikan. Biasanya ikan yang digunakan adalah ikan tapah, yang biasa hidup di sungai. Bagian yang lebih digemari oleh masyarakat Muba adalah kepalanya.

Pahri menambahkan bahwa kini pihaknya juga tengah berusaha menjadikan makanan khas Muba, yang sebagian besar berbahan ikan, dapat menjadi ikon kota yang dikenal sebagai Kabupaten 1 Miliar 1 Desa ini.

"Kalau orang ke Aceh pasti tahu mi aceh, bahkan di Jakarta pun ada. Kita juga ingin membuat pundang seperti itu, sebagai kabupaten yang dikenal dengan ikan sungainya, yang membuat kabupaten ini berbeda," tutupnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Yuk, Belajar Masak Pakai Buah!

Posted: 18 Nov 2013 07:17 AM PST

BUAH tidak sebatas bisa dikonsumsi begitu saja. Buah bisa diolah menjadi masakan lezat, dengan beberapa trik.

Dalam memasak memakai buah, kenali dahulu karakter buah yang akan digunakan. Pasalnya, tiap-tiap buah memiliki ragam aroma dan rasa yang berbeda.

Chef Vindex Tengker, Executive Chef Dharmawangsa Hotel, mengatakan bahwa dalam memasak dengan mempergunakan buah, hindari yang berkadar air banyak.

"Buah-buah yang berair jangan dipakai untuk memasak karena akan membuatnya dominan pasa masakan," ucapnya kepada Okezone di Jakarta, belum lama ini.

Karena buah memiliki aroma dan rasa yang bagus, otomatis tidak perlu dimasak lama. Tujuannya agar citarasanya tidak hilang. Dijelaskan mantan juri MasterChef Indoensia ini, buah bisa menjadi pengempuk, penambah rasa, dan pemberi rasa manis alami. Bahkan, kulit buah pun bisa dipergunakan.

"Ada beberapa kulit buah bisa dimakan, seperti pir dan apel. Tapi, ada juga yang harus dikupas, seperti melon, semangka, durian, mangga, maupun pepaya. Semua bergantung dengan buahnya," imbuhnya.

Terakhir adalah dari segi aroma. Chef berdarah Manado ini menambahkan, penggunaan buah pada makanan juga dilihat dari aroma yang dihasilkan.

"Buah-buah tidak boleh yang aromanya kuat karena akan mempengaruhi rasa masakan, jadi harus bisa memilah-milah untuk digunakan sebagai tambahan bahan," tutupnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Menyiapkan Jamur Kering Sebelum Dimasak

Posted: 18 Nov 2013 06:08 AM PST

BAGI pecinta masakan Asia dan Eropa, biasanya jamur kering menjadi salah satu bahan makanan yang harus ada di dapur untuk diolah menjadi sup, semur, atau tumisan. Jamur memiliki rasa gurih, menambah umami pada masakan serta memiliki tekstur kenyal.

Mempersiapkan jamur kering terbilang susah-susah gampang karena jika kurang penanganan, makanan Anda menjadi berpasir atau kurang berasa. Berikut trik mempersiapkan jamur kering, mulai dari melunakkan hingga memanfaatkan air rendaman sebagai kaldu, seperti diulas Thekitchn:

Kotoran
Salah satu tantangan besar dalam mengolah jamur kering adalah kotoran yang menempel. Jamur kering terkenal berpasir dan dapat merusak citarasa hidangan meskipun hanya sedikit. Proses perendaman hanya akan menghilangkan sebagian besar kotoran sehingga Anda harus mencuci kembali setelah direndam untuk menghilangkan sisa kotoran.

Jamur murah dan bermutu rendah cenderung memiliki lebih banyak kotoran. Pilihlah jamur yang berkualitas baik agar saat disantap tidak ada tekstur pasir di mulut.

Merendam
Cara terbaik agar jamur kering kembali lunak adalah hanya dengan merendamnya dalam air. Meskipun kebanyakan resep meminta Anda merendamnya dengan air panas atau hangat, tetapi itu tidak selalu perlu dilakukan. Air dengan suhu ruangan juga bisa melunakkan jamur karena air panas akan membuat rasa khas jamur berkurang sehingga ketika dimasak, kurang terasa jamur.

Untuk mempercepat proses pelunakan, iris-iris tipis jamur dan rendam selama 30 menit atau hingga lunak. Kecuali jika Anda tidak punya banyak waktu, merendam jamur yang telah diiris tipis dengan air panas menjadi solusi cepat.

Bilas
Kebanyakan orang tidak membilas jamur yang telah direndam karena takut rasa jamur akan berkurang. Namun, sebaiknya Anda membilas kembali jamur yang telah lunak karena biasa masih tersisa kotoran atau pasir di sela-selanya. Bilaslah di bawah air mengalir untuk menghilangkan kotoran yang tersembunyi pada tudung jamur. Jangan khawatir karena rasanya tidak banyak berubah.

Air kaldu beraroma
Entah Anda menggunakan air panas atau dingin untuk merendam jamur, air rendaman akan gelap meskipun yang direndam dengan air panas lebih gelap. Jangan membuang air rendaman ini karena bisa digunakan untuk membuat kaldu jamur yang beraroma. Jika tidak ingin segera digunakan, simpan dalam wadah tertutup di lemari es selama untuk penyimpanan beberapa hari atau bekukan untuk daya tahan lebih lama.

Biasanya kotoran dari jamur juga akan terjatuh ke air selama perendaman. Saringlah dengan penyaring kopi atau dengan handuk kertas (kertas tisu tebal) untuk menyaring pasir dan kotoran lainnya dari kaldu. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: