Jumat, 15 November 2013

“Racikan Minuman Ini Legakan Tenggorokan” plus 2 more

“Racikan Minuman Ini Legakan Tenggorokan” plus 2 more


Racikan Minuman Ini Legakan Tenggorokan

Posted: 15 Nov 2013 08:17 AM PST

Johan Sompotan - Okezone
Jum'at, 15 November 2013 23:17 wib
detail berita
Jus jambu jeruk mangga, pelega tenggorokan (Foto:anekajus)
HAI chef, saya Tiur (32). Saya gemar menikmati minuman segar. Biasanya saya membuat jus dari satu macam buah. Saya ingin memadukan dua buah atau lebih, tapi enggak tahu pasangan buah yang pas. Adakah olahan buah yang bisa dipadu sehingga menghasilkan minuman segar? Terima kasih jawabannya.

Tiur-Jambi

Jawab:
Buah-buahan bisa menyehatkan tubuh, termasuk tenggorokan. Anda bisa mengandalkan buah menjadi minuman dengan cara pembuatan yang berbeda. Salah satunya, jus jambu jeruk mangga.

Proses membuatnya cukup sederhana. Masukkan potongan buah jambu, mangga, serta wortel ke dalam blender. Biar terasa lebih enak, jangan gunakan air karena akan menghilangkan sensasi dari buah-buahan.

Gantikan air putih dengan air jeruk sunkist dan beri susu sebagai pemanisnya. Susu merupakan pemanis yang lebih baik ketimbang gula. Kemudian, blender secara merata.

Biar tekstur buah terasa di mulut saat dikonsumsi, lakukan proses blender jangan terlalu halus.

 
Vindex Tengker
Executive Chef Hotel Dharmawangsa
(ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. FiveFilters.org recommends: March Against Mainstream Media (More info).



image

Bikin Sambal Nanas ala Chef Vindex, Yuk!

Posted: 15 Nov 2013 07:02 AM PST

MEMBUAT sambal bisa ditambah buah-buahan, salah satunya nanas. Sensasi pedasnya akan berbeda.

Chef Vindex Tengker, Executive Chef hotel Dharmawangsa, mengatakan bahwa membuat sambal bisa memakai buah-buahan untuk pemberi rasa dan aroma berbeda. "Anda bisa menambahkan buah-buahan pada olahan sambal supaya mendapatkan sentuhan rasa yang berbeda, sehingga saat dimakan ada sedikit permainan di lidah," ucapnya kepada Okezone di The Food Hall, Plaza Indonesia, Jakarta, baru-baru ini.

Untuk membuat sambal nanas, maka kupas dahulu kulitnya. Kemudian, potong dengan ukuran sedang.

"Memotong nanas berukuran terlalu besar akan membuat aroma serta rasa dari sambal enggak kuat, yang terjadi adalah rasa asamnya jadi dominan. Sementara, kalau terlalu kecil maka suhu panas akan merusak buah nanas, jadi berair," paparnya.

Biar lebih enak, maka buatlah olahan sambal pada umumnya, yakni cabai merah, bawang merah, dan bawang putih. Bila ingin pedas gunakan cabai rawit. Beri sentuhan aroma wangi dengan terasi. Semua bahan ini dihaluskan. Lalu, panaskan minyak, masukkan bumbu yang sudah dihaluskan hingga harum. Beri garam dan gula, masukkan nanas dan aduk hingga layu.

"Mengingat buah-buahan punya aroma yang kuat, maka masak nanas jangan terlalu lama supaya aroma buahnya terasa saat dikonsumsi," tutupnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. FiveFilters.org recommends: March Against Mainstream Media (More info).



image

Tahu Bodo, si Pedas yang Bikin 'Bodo'

Posted: 15 Nov 2013 06:08 AM PST

MESKIPUN hanya camilan sederhana, tahu bodo telah yang menjadi ikon dari Warung Talaga, resto berkonsep warung dengan menu serba tahu. Bahkan, menu ini juga menjadi menu favorit di antara sederet menu lezat berbahan tahu.

Tahu bodo tidak hanya nama, melainkan memiliki makna filosofis. Okezone cukup penasaran bagaimana mungkin menu tahu bisa membuat orang yang mencicipinya menjadi bodo (bodoh)?

"Kalau orang makan tahu bodo saat kepedasan, biasanya mereka kan susah mikir, kadang ditanya jawabnya enggak nyambung, bahkan sampai enggak bisa ngomong kayak orang bodoh gitu, apalagi kalau memesan level terpedas," kata Nico Fernandez, Supervisor Warung Talaga, saat ditemui di Summarecon Mal Bekasi, Jumat (15/11/2013).

Mendengar penjelasan tersebut, mungkin yang penasaran akan memesan dengan level tertinggi, yakni Bodo Katotoloyo (paling pedas) dengan 13-15 biji cabai merah atau lebih untuk satu porsi tahu. Namun, bagi yang takut duluan, bisa mengawali dengan level pertama, yakni Bodo Sauetik (sedikit pedas) yang terdiri dari 0-3 biji cabai merah. Level lainnya, yakni Bodo Belet (4-6 biji cabai), Bodo Keder (7-9 cabai), dan Bodo Kabina-bina (10-12 cabai).

Okezone tidak ketinggalan memesan tahu bodo dengan level terendah. Tanpa menunggu lama, tahu kuning yang digoreng setengah matang lalu dipenyet bersama ulekan sambal rawit dan bumbu bawang putih datang di meja. Begitu mencicipi, lidah Anda dijamin langsung tersengat pedasnya cabai rawit, namun terasa gurih dengan aroma bawang putih yang membuat lidah tidak ingin berhenti menikmati lembutnya tahu buatan Pabrik Tahu Talaga Yu Sen ini. Level ini saja bisa membuat Anda kepedasan, bagaimana dengan level Bodo Katotolyo, mungkin Anda benar-benar terlihat seperti orang gila.

Jika masih sanggup mencicipi camilan tahu pedas lainnya, Anda bisa mencoba cihu (cireng tahu). Sama halnya dengan cireng isi, Cihu disajikan dengan isian namun bukan sambal kacang. Sesuai dengan konsep warung serba tahu, cihu menggunakan tahu pedas sebagai isian cireng. Kenyalnya aci (tepung kanji) digoreng dengan isi tahu pedas menjadi camilan baru bersantap tahu pedas.

"Pengunjung yang datang malah kebanyakan datang hanya untuk menyantap camilan di sini, padahal hidangan utama juga ada," tukas Nico.

Jika Anda penasaran menikmati sensasi pedas dari tahu bodo dan Cihu, langsung saja ke Warung Talaga di Summarecon Mal Bekasi, Downtown Walk 118; Summarecon Mal Serpong 2, Downtown Walk DGF-203; Paris Van Java Mall, Glamour Level D-12A; dan Cihampelas Walk, LG Broadway IB-07. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. FiveFilters.org recommends: March Against Mainstream Media (More info).



image

Tidak ada komentar: