Selasa, 03 Desember 2013

“Cerita Dibalik Chef Billy Kalangi Jadi Celebrity Chef” plus 2 more

“Cerita Dibalik Chef Billy Kalangi Jadi Celebrity Chef” plus 2 more


Cerita Dibalik Chef Billy Kalangi Jadi Celebrity Chef

Posted: 03 Dec 2013 08:14 AM PST

Wawancara Eksklusif Chef Billy Kalangi

Dewi Yanti - Okezone
Selasa, 3 Desember 2013 23:14 wib
detail berita
Chef Billy Kalangi (Foto:Dewi Yanti)

CHEF Billy Kalangi tidak pernah menyangka dirinya akan menjadi celebrity chef seperti saat ini. Tawaran memegang sebuah acara kuliner dan brand ambassador produk makanan membuatnya bersyukur kepada Tuhan.  
"Awalnya saya enggak ada rencana mau jadi celebrity chef, saya hanya belajar masak dan tahu masak. Tidak ada niat dan enggak kepikiran akan menyajikan hidangan di depan tv, karena kita di kampus enggak diajarin seperti itu," kata Chef Billy saat ditemui Okezone di kediamannya di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang, baru-baru ini.
 
Chef Billy hanya selalu berantusias dengan parktek-praktek memasak yang diajarkan di kampus saat mengambil jurusan Perhotelan di STP Trisakti. Chef Billy sangat menyukai acara demo masak dan sering mengajukan diri berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Chef Billy pun memberanikan diri setiap ada pencarian chef muda untuk mendemokan sebuah produk.
 
"Aku pertama kali ikut, cuma coba-coba sama temenku. Kami sekitar 10 orang ikut audisi di satu agency, di tes oleh tim mereka. Mereka tidak hanya melihat dari physically tapi juga dari kemampuan seorang chef membawakan suatu produk, kemampuan memasak dengan bahan-bahan yang tersedia yang terkait dengan produk dan menerankan sambil membacakan produk mereka yang menjadi sponsor," lanjut ayah dari Givenly Nathanael Kalangi ini.
 
Chef Billy mulai dipercaya mendemokan sebuah produk dan ikut berpartisipasi pada demo masak sejak semester tiga. Setiap pekannya Chef Billy selalu mendapat tawaran untuk demo masak meskipun belum di depan kamera tv. Dengan pengalaman yang semakin banyak dan jam terbang pada saat kuliah, maka lulus dari STP Trisakti Chef Billy semakin dipercaya memegang sebuah produk dan acara kuliner di televisi. Bahkan Chef Billy juga menggantikan Chef Bara.
 
"Dari pengalaman-pengalaman yang saya jalani, setelah lulus tahun 2007 sekitar 2008-2009 ada suatu acara mempercayakan saya memegang sebuah program televisi, itu pertama kali saya mendemokan produknya dia di depan kamera," lanjut Chef Billy.
 
Dengan kepercayaan sebuah produk, wajah tampan pria kelahiran Manado ini mulai sering muncul di depan televisi, road show ke mana-mana dari pabrik hingga ke sekolah-sekolah. Karena sering membawakan produk tersebut, Chef Billy juga akhirnya dipercaya memegang pada program tv karena melihat performanya yang semakin meningkat. (uky)

(ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Rendam Mangga dengan Air Gula Agar Tak Berkerut Saat Dipotong

Posted: 03 Dec 2013 07:05 AM PST

memotong mangga yang sudah dibeli, biasanya Anda enggan menikmatinya secara langsung. Mangga pun dipilih untuk disimpan di kulkas biar dingin, alhasil mangga jadi berkerut.


Penyimpanan mangga yang sudah dipotong tanpa memiliki kulitnya lagi, tentunya akan membuat mangga jadi berkerut. Bahkan, dari segi rasa pun mangga tak lagi enak dikonsumsi.

Proses penyesalan dalam menyimpan mangga yang sudah dipotong, kini bisa teratasi dengan baik. Sebab, ada solusi mudah membuat mangga jadi enggak berkerut lagi.

"Usai dipotong, maka rendam saja mangga di dalam air gula. Cara ini membuat mangga jadi lebih enak dikonsumsi," ucap Andrey Moreez, Executive Chef Swiss Bellhotel Harbour Bay Batam kepada Okezone, baru-baru ini.

Dalam penggunaannya, maka gunakan air gula sebanyak 100 ml buat ukuran satu buah mangga. Meski, bisa direndam dengan air gula tapi pemakaiannya air gula jangan terlalu banyak.

"Air gula yang dipakai untuk merendam mangga, berikan secukupnya. Jangan sampai buah mangganya mengambang. Bila terlalu banyak, maka rasa mangga akan berubah," paparnya.

Menurutnya, dengan memakai air gula maka akan mampu melapisi kadar getah yang ada di dalam mangga. Sebab, getah yang ada di mangga akan mudah menghilang jika terkontaminasi dengan udara yang ada di sekitarnya.

"Air gula akan berfungsi untuk melapisi getahnya sehingga getahnya tidak akan keluar. Getahnya pun akan tercover dengan air gula," timpalnya.

Pemakaian air gula pun selain membuat mangga tidak mudah berkerut, maka dari segi aroma dan rasa pun jadi lebih enak buat dikonsumsi.

"Warna yang ada di mangga akan tetap muncul dengan cerah, tekstur dari mangga pun enggak mudah terkontaminasi," tutupnya. (uky)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Kerja di Restoran, Chef Billy Kalangi Habiskan Waktu 12 Jam Lebih

Posted: 03 Dec 2013 05:14 AM PST

MEMASAK kerap dihubungkan dengan perempuan, namun justru dunia dapur sesungguhnya didominasi kaum pria. Kenyataan ini diperkuat dari alasan Billy Kalangi yang juga menggeluti dunia chef di Indonesia.

Chef Billy awalnya merasa canggung memutuskan banting stir ke dunia kuliner mengingat jumlah perempuan lebih banyak dibandingkan pria saat kuliah di STP Trisakti. Maklum jurusan yang tersedia yaitu Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata memang lebih banyak diminati dan identik dengan kaum hawa.

"Sebenarnya agak canggung di awal, kalau masuk area seperti tata boga dan pastry pasti banyak mahasiswa cewek dibandingkan jumlah cowok, kadang suka merasa kok masuk di sini banyak cewek yah, namun relitanya kalau kita kerja di industri kayak di hotel dan restoran lebih banyak cowok karena alasan tertentu," kata Chef Billy saat ditemui Okezone di kediamannya di kawasan di Bumi Serpong Damai (BSD), baru-baru ini.

Menurut Chef Billy, kerja di dunia dapur sesungguhnya harus berhadapan dengan suasana dapur yang panas dan membutuhkan tenaga ekstra. Chef yang kerja di restoran dan hotel tidak sama dengan ibu rumah tangga yang kerja di dapur sendiri karena para chef harus selalu siap menyajikan hidangan dalam porsi banyak dan cepat.

"Mayoritas cowok karena satu panas dan banyak tenaga, kalau kayak kita bikin kaldu seperti kaldu ikan, ayam atau sapi di hotel, sekali buat dalam satu panci sekitar 50 liter dan dalam waktu minimal 5 jam dimasak untuk sampai menjadi kaldu yang siap dibikin turunannya seperti beef stock diolah menjadi brown stock dan saus steak atau fish stock diolah menjadi kuah sup dan sebagai bumbu Italian food," lanjut Chef kelahiran Manado, 29 Oktober 1982 ini.

Tambahnya lagi, saat ada acara di restoran seperti banquet, pertemuan, atau pesta pernikahan yang membutuhkan masakan harus siap dalam jumlah banyak untuk setiap jenis hidangan, mengaduk bahan, dan mengangkat bahan-bahan ataupun makanan jadi dalam jumlah besar. Menurut Chef Billy, emosi pria juga lebih stabil dibandingkan perempuan.

Kerja di industri kuliner sebagai seorang chef juga harus bisa mengorbankan waktu. Tidak seperti pekerja kantoran dengan delapan jam kerja, kerja chef bahkan minimal 12 jam kerja. Apalagi saat ada acara, para chef harus siap di restoran sampai acara berakhir untuk memastikan persediaan makanan para tamu terpenuhi.

"Kerja di industri kuliner, enggak ada yang namanya delapan jam kita kelar langsung pulang, lebih banyak extend minimal 12 jam kerja, bisa lembur kalau ada  event, kelarnya event baru bisa pulang sehingga yang paling dibutuhkan adalah tenaga serta kesiapan mental dan fisik," pungkasnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: