Senin, 30 Desember 2013

“Makanan Jalanan ala Thailand” plus 2 more

“Makanan Jalanan ala Thailand” plus 2 more


Makanan Jalanan ala Thailand

Posted: 30 Dec 2013 07:36 AM PST

RESTORAN ini sengaja didesain seperti layaknya makanan pinggir jalan. Meski banyak restoran Thailand di Jakarta, Thai Alley berani tampil beda.

Mereka mendatangkan chef asli Thailand dan mengangkat konsep yang unik. Konsep unik yang ditawarkan adalah mengangkat menu makanan jalanan ala Thailand yang sekaligus menjadi tagline restoran yang berlokasi di Gandaria City ini.

Untuk mendukung konsep, maka restoran didesain menyerupai suasana pinggir jalan negara dengan Ibu Kota Bangkok itu. Berkapasitas 120 orang, restoran ini sengaja memilih kursi dan meja makan kayu unfinished layaknya meja makan di pinggir jalanan.

Dindingnya pun dipenuhi mural. Ada pula dapur terbuka sehingga pengunjung dapat melihat makanan disiapkan, sekalian memastikan kebersihannya. Nang krob pad heng menyapa sebagai menu pembuka, yakni kerupuk kulit yang dimasak dengan saus tomyam. Manis, pedas, dan garing rasanya.

Adapun yang juga jadi pembeda restoran yang baru beroperasi Mei lalu ini adalah kehadiran ikan hidup yang siap diolah dengan dikukus ataupun digoreng, misalnya kerapu dan bawal. Anda harus mencoba pla kapong manaow yang dijagokan. Ini adalah kerapu kukus khas Thailand. Ikan ini diberi asam dan ketumbar serta irisan cabai dan sedikit berkuah. Rasanya asam gurih. Karena ikannya masih amat baru, rasanya pun manis. Disajikan hangat dan disantap dengan nasi hangat pula, hmm...nikmat.

Pad thai juga wajib coba! Uniknya, mi disajikan terpisah dengan jeruk nipis, taoge besar, bubuk cabai, dan kacang. Supaya pelanggan bisa mengatur sesuai selera. Cara makannya, semua dicampur dan diaduk merata. Setelah diaduk, citarasanya justru menjadi lebih kaya. Ada rasa manis, asam, dan gurihnya kacang serta sedikit asin dari kecap ikan. Topping-nya antara lain udang, taoge, dan tofu. Belum afdal rasanya jika belum mencicipi tomyam ataupun salad mangga khas Thai.

Menurut Marketing Manager Culinary Concepts Yuni Dwijayanti, bahan-bahan inti masakan diimpor dari Thailand langsung. Mi misalnya. Bahkan, tiga juru masaknya juga asli dari Thailand.

"Sehingga bisa menghadirkan rasa orisinal masakan Thai," tutur Yuni.

Restoran ini juga menyajikan steak Thai. Salah satunya rib eye yang dibakar dengan rempah Thai dan disajikan dengan saus pedas. Untuk dessert, khao niewmamung tak boleh dilewatkan. Potongan mangga disuguhkan dengan ketan dan santan. Penyuka durian bisa mencoba khao niew turian, durian dengan ketan, dan santan.

Sementara, untuk pelepas dahaga, bisa mencoba krabi. Isinya campuran serai, jahe, ginger ale, dan daun mint. Pastinya juga ada Thai green tea, Thai tea, dan Thai coffee. Cukup siapkan bujet Rp100.000–Rp 200.000 per orang untuk mencicipi rasa asli masakan Thai ini. Culinary Concepts telah sukses lebih dulu dengan kehadiran Thai Alley di Pacific Place, SCBD. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Trik Bakar Jagung Tanpa Gosong

Posted: 30 Dec 2013 06:05 AM PST

Johan Sompotan - Okezone
Senin, 30 Desember 2013 21:05 wib
detail berita
Bakar jagung enggak gosong, kasih alumunium foil (Foto:bobommz)
TRADISI bakar jagung identik saat malam pergantian tahun. Nah, untuk menghasilkan jagung bakar nikmat, kuncinya ada pada kertas alumunium.

Menurut Vindex Tengker, Executive Chef Dharmawangsa Hotel, kertas aluminium (aluminium foil) berguna mencegah biji jagung gosong ketika dibakar. "Alumunium foil akan menahan laju api yang digunakan dalam membakar biji jagung, otomatis tidak akan gosong," katanya kepada Okezone.

Sebelum jagung dibungkus dengan kertas aluminium, beri mentega. Fungsinya untuk memberikan aroma ketika dimasak. Chef Vindex menyarankan, menteganya tidak perlu terlalu banyak atau jagung akan cepat terbakar.
 
"Mentega tidak memiliki sifat melapisi biji jagung melainkan membuka pori-pori jagung," ungkapnya. Dan, bakar jagung selama 5-7 menit pada setiap sisinya untuk mendapatkan hasil jagung bakar yang maksimal.

Terakhir, penting untuk jagung dibersihkan dengan baik sebelum dibakar. Jangan sampai masih tersisa bulu jagung di sela-sela bijinya.

"Bulu jagung yang masih melekat pada biji jagung akan menghasilkan rasa tidak enak ketika terbakar api. Rasanya getir," tutupnya.

(ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Untuk Dibakar, Baiknya Jagung Muda atau Jagung Tua?

Posted: 30 Dec 2013 05:05 AM PST

ANDAmungkin akan memilih jagung muda untuk dibakar saat merayakan Tahun Baru besok. Anda keliru, sebaiknya gunakan jagung tua.

Menurut Andrey Moreez, Executive Chef Swiss Bellhotel Harbour Bay Batam, jagung tua akan memberikan aroma dan rasa yang lebih enak ketimbang jagung muda. "Kadar air jagung tua akan berkurang ketika terkena api pembakaran, teksturnya pun pulen ketika dikonsumsi," katanya kepada Okezone.

Chef Andrey menambahkan, jagung muda akan mudah hancur ketika dibakar sehingga tidak sedap dipandang. Dan saat disantap, biji jagung akan terasa kopong.

"Saat makan jagung muda, kerap kita merasa hanya menggigit kulitnya, daging jagungnya tidak terasa. Hal ini dikarenakan daging jagung yang ada di dalam bijinya telah habis terbakar," imbuhnya.

Berbeda ketika Anda memasak sop atau sayur berkuah lainnya, maka jagung muda lebih pas digunakan. Jagung muda akan lebih cepat matang dan terasa lembut saat dimakan. Sementara, jagung tua memiliki tekstur keras sehingga akan lebih lama memasaknya.

Penggunaan jagung muda pun dinilai sangat tepat bila Anda memasaknya dengan cara direbus. Terlebih, biji jagung masih terlindungi dari kulitnya.

"Rasa manisnya terasa ketika dikonsumsi. Saat digigit pun jadi lebih enak ketimbang jagung yang tua," tutupnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: