Sabtu, 14 Desember 2013

“Peralatan Wajib Mempercantik Hiasan Buah” plus 2 more

“Peralatan Wajib Mempercantik Hiasan Buah” plus 2 more


Peralatan Wajib Mempercantik Hiasan Buah

Posted: 14 Dec 2013 01:03 AM PST

Johan Sompotan - Okezone
Sabtu, 14 Desember 2013 16:03 wib
detail berita
Carving buah (Foto:googeling)
UNTUK mempraktekkan carving atau seni mengukir bahan makanan, Anda bisa memanfaatkan cokelat dan es batu. Persiapkan beberapa alat bila Anda ingin membuatnya.

Vindex Tengker, Executive Chef Dharmawangsa Hotel, mengatakan bahwa carving yang baik hanya memerlukan tiga alat.
 
"Siapkan kertas, segitiga, serta pisau besar dalam membuat carving buah. Tiga alat ini merupakan faktor utama dalam menghasilkan carving dengan baik," katanya kepada Okezone di Jakarta, belum lama ini.

Alat pertama adalah kertas. Alat ini digunakan untuk menuangkan ide dalam menggambar dan nantinya dibuat bentuknya pada buah. "Carving itu kan intinya menuangkan ide menggambar pada wadah yang dipakai, bisa cokelat, es batu, sayuran, maupun buah-buahan. Dengan menggambar terlebih dahulu, maka akan memperlancar proses pembuatan carving," katanya.

Peralatan kedua adalah pisau. Alat satu ini memang menjadi modal penting untuk membuat carving, dengan pisau kecil yang harus sedikit dimodifikasi. Pisau berfungsi membentuk lekukan yang diinginkan.
 
"Tajamnya pisau sangat penting untuk membuat carving. Pisau yang dipakai haruslah diubah karena ujungnya harus dibuat lancip. Kalau pisau biasa akan sulit dan tidak panjang," jelasnya.
 
Chef Vindex menegaskan, pastikan Anda menggunakan pisau tajam untuk membuat carving buah. "Pisau yang tumpul akan menyulitkan, belum lagi goresan pada pisau yang tumpul akan merusak tampilan carving," ujarnya.

Berikutnya adalah segitiga, yang berfungsi memberikan goresan pada buah. Biasanya, alat ini dipakai untuk membentuk sebuah daun. (ftr)

Berita Terkait : Buah

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Udang Tidak Segar Masih Bisa Dimasak, Lho!

Posted: 13 Dec 2013 09:06 PM PST

Dewi Yanti - Okezone
Sabtu, 14 Desember 2013 12:06 wib
detail berita
(Foto:Yahoo)
UDANG dan seafood lainnya berbeda dengan daging yang bisa disimpan lama di kulkas. Daya tahan seafood hanya tiga hari jika Anda memiliki yang segar. Jika tidak segar, apakah masih bisa diolah?

Chef Billy Kalangi yang doyan menyantap seafood menuturkan, dalam mengolah seafood maka yang terpenting adalah proses pembelian. Khusus udang, teksturnya yang masih keras menjadi tanda kesegaran udang.

"Makanya kalau beli seafood selalu yang segar, seperti udang harus segar. Kalau udang ditekan masih keras karena ada yang begitu ditekan terasa lembek atau pecah, itu sudah enggak bagus," kata Chef Billy kepada Okezone saat ditemui di Tangerang, baru-baru ini.

Jika Anda mendapatkan udang yang terlanjur kurang segar, maka udang sudah tidak dapat disimpan lagi. Udang harus segera diolah usai dibeli untuk mencegahnya semakin membusuk.

Teknik pengolahan udang sendiri tergantung pada jenis hidangan. Jika akan diolah menjadi perkedel dan dicincang halus, maka kulit udang harus dibuang. Sedangkan jika udang ingin ditumis utuh, digoreng mentega, bumbu asam manis, atau dibakar, cukup buang bagian kuning di kepala dan urat hitam di punggung udang.

"Di bagian punggung belakang udang terdapat urat hitam yang menyebabkan makanan pahit. Jadi, jangan hanya bersihkan bagian kuning-kuning di bagian kepala, urat juga harus dibuang dengan cara belah tengah sedikit di punggungnya, lalu tarik dan dibuang," jelas ikon bumbu penyedap rasa masakan ini. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Kapan Mengganti Talenan?

Posted: 13 Dec 2013 07:08 PM PST

Dewi Yanti - Okezone
Sabtu, 14 Desember 2013 10:08 wib
detail berita
(Foto:Neatstufftobuy)
TALENAN plastik maupun kayu tidak dapat digunakan untuk selamanya. Pasalnya, kedua bahan ini, permukaannya akan tergores-gores seiring dengan semakin sering digunakan.

Khusus untuk talenan kayu
, sebaiknya segera diganti saat permukaan terdapat banyak goresan dan lubang-lubang di permukaannya. Talenan kayu lebih mudah tergores pisau saat digunakan.

"Jika Anda masih menggunakan talenan kayu yang banyak goresan, belum lagi cara pencucian yang kurang bersih sehingga masih terdapat sisa makanan yang terselip di goresan tersebut, maka terdapat banyak bakteri yang tidak kasat mata akan menempel pada makanan Anda," kata Cjef Vindex Tengker dalam seminar Chefmanship Academy : Keamanan Pangan di Balai Kartini, Jakarta, baru-baru ini.

Meskipun talenan plastik lebih awet dibandingkan dengan talenan kayu, namun jika sering digunakan apalagi menggunakan pisau daging maka goresan juga akan semakin banyak. Sebaiknya segera ganti talenan yang memiliki banyak goresan.

Untuk mencegah timbulnya bakteri di goresan tersebut, sebaiknya setelah dicuci segera diangin-anginkan hingga kering. Penyimpanan yang disarankan adalah dengan menggantung atau posisi berdiri. Jangan menumpuk talenan karena menyebabkan lama kering dan lembab sehingga mudah timbul bakteri digoresan. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: