Kamis, 16 Januari 2014

“10 Trik Jamin Ayam Bakar Sempurna Lezatnya (2-habis)” plus 2 more

“10 Trik Jamin Ayam Bakar Sempurna Lezatnya (2-habis)” plus 2 more


10 Trik Jamin Ayam Bakar Sempurna Lezatnya (2-habis)

Posted: 16 Jan 2014 07:18 AM PST

Johan Sompotan - Okezone
Kamis, 16 Januari 2014 22:18 wib
detail berita
Begini manggang ayam (Foto:laundridav)
TEKNIK memasak memanggang banyak dipilih karena prosesnya yang mudah, apalagi bisa sebagai alternatif demi mencegah kenaikan gas elpiji.

Untuk menghasilkan makanan panggangan, tentunya bukan hal yang mudah. Berikut ini ada beberapa cara yang harus diperhatikan dalam memanggang, seperti dilansir Finecooking:

Perhatikan bahan makanannya
Kecuali Anda memasak dengan panas tidak langsung, maka akan memiliki hasil yang terbaik dalam memanggang. Jika ingin mengetahui seberapa cepat makanan yang dimasak.

Suhu api

Anda dapat mencegah api yang muncul dengan dengan membiarkan bumbu atau minyak sebelum diolesinya lagi ke makanan yang dipanggang. Ketika api muncul, maka pindahkan makanan ke tempat dingin

Periksa tingkat kematangannya

Anda selalu dapat menaruh makanan kembali di atas panggangan, tetapi setelah makanan matang, Gunakan termometer untuk memeriksa suhu daging

Olesi sausnya
Mendekati akhir memasak, maka bisa mengolesi sausnya pada makanan yang dipanggang.

Biarkan istirahat
Biarkan makanan panggang, terutama daging untuk didiamkan  setidaknya selama 5 dan sampai 15 menit sebelum dipotong atau disajikan. Cara ini akan membuat juicy daging terasa lebih lembut dan lezat ketika dimakan.

  (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

10 Trik Jamin Ayam Bakar Sempurna Lezatnya (1)

Posted: 16 Jan 2014 06:16 AM PST

Johan Sompotan - Okezone
Kamis, 16 Januari 2014 21:16 wib
detail berita
Memanggang daging (Foto:cookingweekly)
SEPERTINYA, tidak akan pernah habis bahasan tentang teknik memanggang. Sekilas dilihat sangat mudah, padahal hasilnya belum tentu enak.

Beragam cara telah dibahas soal proses memanggang yang benar, tapi hasilnya pun berbeda ketika dipraktekkan. Nah, kini ada trik sederhana dalam memanggang untuk meminimalisir kesalahan, seperti dilansir Finecooking:

Siapkan peralatan
Anda tak ingin memanggang dalam keadaan bahan makanan gosong kan? Karena itu, sebelum melakukan panggangan, siapkan dahulu semua peralatan memasak Anda mudah saat diperlukan.

Pastikan bersih
Alat panggangan yang dipakai pun harus selalu bersih. Panaskan dahulu sebelum digosok dengan memakai sikat kawat panggangan, selanjutnya, bersihkan dengan handuk kertas dan gunakan penjepit untuk membersihkannya, celupkan sedikit ke dalam minyak goreng. Cara ini bisa sekaligus membersihkan dan meminyaki besi panggangannya.

Panaskan dahulu
Jangan pernah memulai panggangan, sebelum arang maupun gas panggangan belum panas. Cara ini akan mendapatkan hasil bakaran pada makanan tidak sempurna.

Beri udara pada panggangan
Berikan ruang atau udara yang cukup pada area sekitaran panggangan, karena bahan makanan yang dipanggang akan menghasilkan bakaran yang baik dan apinya juga dbutuhkan sebagai bahan pembakarnya.

Jangan sering membalikkannya
Mengetahui proses pematangan akan membuat Anda jadi tidak sabar, tapi cara ini akan membuat bahan makanan akan sulit matang bila sering dibalik. Biarkan makanan termasak cukup lama pada satu sisi, sehingga juicynya jadi lebih teresap ke dalam dagingnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Kisah Sedih di Balik Manisnya Kue Keranjang

Posted: 16 Jan 2014 05:33 AM PST

SOLO - Kue keranjang atau nian gao terbuat dari tepung ketan dan gula, serta mempunyai tekstur kenyal dan lengket. Kue ini merupakan salah satu kue khas perayaan tahun baru Imlek. Siapa mengira bila kue keranjang menyimpan kisah sedih di balik rasa manisnya.

Dalam upacara tahun baru Imlek atau sebagai sesaji, kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat. Semakin ke atas makin mengecil kue yang disusun, yang artinya peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran. Pada zaman dahulu, banyaknya dan juga tingginya kue keranjang menandakan kemakmuran keluarga pemilik rumah.

Sesuai tradisi turun temurun, kue keranjang disusun ke atas dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok.

Juru bicara Klenteng Suci Tien Kok Sie, Lian Hong Siang, mengatakan bahwa di balik mewahnya tampilan kue keranjang ternyata tersimpan sejarah yang justru sangat menyedihkan. Awal mula terciptanya kue keranjang terjadi sekitar 5.000 tahun lalu.

"Wilayah Tiongkok pada saat tahun baru mulai musim semi, salju yang menumpuk di Gunung Goby selama berbulan-bulan itu meleleh, memenuhi aliran Sungai Kuning," kata Lian Hong Siang saat berbincang dengan Okezone di klenteng Tien Kok Sie, Solo, Jawa Tengah, Kamis (16/1/2014).

Dampak melubernya salju Gunung Goby adalah banjir yang menggenangi hampir sebagian daratan China. Akibatnya, selain menghancurkan tempat tinggal warga, persediaan makanan milik merekapun habis diterjang banjir.

Untuk mengantisipasi terjadinya bahaya kelaparan akibat banjir, wargapun memikirkan cara membuat bekal atau bahan makanan untuk waktu yang lama. Kuat, ringkas, awet, rasanya enak, serta tahan lama.

"Dan hingga saat ini, sebagai tradisi, sebagai pengingat, bahwa ada cerita sedih di balik manisnya rasa kue keranjang ini setiap pergantian tahun baru, ada kue keranjang. Maknanya kamu akan ingat sejarah nenek moyang, penderitaan nenek moyang pada saat menyambut datangnya musim semi," ungkapnya.

Namun, seiring perubahaan zaman, Lian Hong Siang mengaku takhabis pikir kalau akhirnya keranjang malah untuk pesta-pesta. Padahal, dari sepotong kue keranjang itu saja ada harta benda nenek moyang yang habis tak tersisa seperti orang dirampok akibat bencana.

"Itu sejarah kue keranjang bukan sejarah yang menyenangkan seperti rasanya yang manis, tapi menyedihkan. Sayangnya, saat ini kue keranjang justru identik dengan pesta dan simbol kekayaan. Padahal, sejarahnya sangat menyedihkan," pungkasnya. (ftr)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.



image

Tidak ada komentar: